
Pagi ini Alesya di buat bingung oleh sikap Gil yang kembali berubah namun, kali ini dia bersikap begitu manis padanya.
Saat terbangun, di atas nakas sudah terdapat sarapan, fresh milk dan Sticky note lengkap dengan setangkai bunga mawar hitam?
Apa Alesya salah lihat karena baru saja bangun tapi, setelah memastikan. Memang benar mawar hitam, Gil memang berbeda.
"morning sweetheart, eat your breakfast. Today I won't be home, to cheer you up. I gave my favorite black rose, don't ask."
your enemy
GAR
Setelah membacanya Alesya tersenyum dan mengambil bunga itu.
"Aku suka caramu yang berbeda My Enemy."Ucap Alesya tersipu, untung saja tidak ada siapapun dikamarnya. Jika ada, Ia akan malu karena pipinya sudah merona.
" Apa tidak ada pilihan lain, kenapa bunga ini. Hitam? Sungguh? Padahal masih banyak warna lain kenapa hitam, kelam sekali." Lanjutnya kemudian membawa sepiring nasi goreng sosis itu dan mulai memakannya.
"Lumayan, seorang yang kolot seperti Gil ternyata bisa romantis juga hihi..." Ucap Alesya
Saat sedang asyik memakan sarapannya Amer datang untuk membantunya membersihkan diri, hari ini Ale akan masuk kampus.
"Nyonya kelihatannya Anda sangat senang, emm pasti karena Tuan Gilbert memasakan sarapan untukmu." Ucap Amer.
"Gil memasak sendiri untukku? Benarkah?" Ucap Alesya yang merasa istimewa hari ini.
"Benar Nyonya, saat saya baru saja sampai Tuan sedang berperang di dapurnya sendiri untuk menyiapkan semuanya." Jelas Amer.
"Ohh astaga, jangan bilang dapurnya sudah musnah karena perbuatan Gil." Kekeh Alesya membayangkan Gil yang kerepotan memasak untuknya.
"Ahaha kurang lebih, iya." balas Amer
Setelah menghabiskan sarapannya barulah Alesya bersiap-siap, sebenarnya Gil melarang ini. Tapi Alesya sangat bosan dan merasa dirinya sudah tidak apa-apa jika hanya masuk kuliah, toh disana juga hanya duduk diam.
"Nyonya apa Anda yakin akan masuk kuliah, Saya rasa Tuan tidak akan mengijinkan ini." Ucap Amer yang merasa khawatir akan kondisi majikannya.
"Its okey Bibi, aku sudah lebih baik dari kemarin." balsnya sambil berjalan keluar.
"Baiklah, tapi dua bodyguard ini akan menjaga Anda dan diantar supir." Ucap Amer.
"Ouhh Bibi sebenarnya ini sangat tidak perlu...Baiklag daripada aku tidak pergi sama sekali."
"Terimakasih Nyonya, semoga harimu menyenangkan." Ucap Amer sebelum Alesya pergi.
"Siapp, terimaksih Bibi. Aku pergi dulu." Pamit Ale.
.........
Sudah dari pagi Gil berkumpul bersama sahabatnya dan juga sahabat Alesya di rumah Niel.
"Arghhh, seharusnya aku tidak bersikap manis pagi ini." teriak Gil.
"Memangnya kenapa?" tanya Niel.
"Aku membuatkan sarapan untuk Alesya, jika kalian ingin mendiaminya untuk kejutan ulang tahun kenapa tidak memberi tahu, jadinya aku tidak perlu seperti ini." Jelas Gil.
"Wait...Gil, Kau memasak?" heran Niel.
"Hmmmm."
"Bwaahhahahah....ya tuhan, dunia akan hancur jika si dingin ini memasak. Semoga saja Alesya tidak keracunan masakanmu Gil, berdoa saja."Ledek Niel.
"Astaga Gil, kau memberikan masakan tidak layak makan kepada sahabatku?" Sanggah Audrey."Jika terjadi apa-apa dengannya awas kau."Ancam Audrey.
"Uhhh lihatlah, Audrey sangat sexy jika sedang marah." Ucap Niel.
"Calm honey."
"Sudah berapa kali aku bilang, namaku Audrey A.U.D.R.E.Y bukan honey."Teriak Audrey kesal.
" Terserah, apa perduli ku."Ucap Niel acuh.
"Diamlah, kalian berisik sekali. Kita disini sedang berdiskusi, bukan untuk melihat acara tom&jerry."Lerai Adela.
" Sorry."Singkat Audrey yang menatap Niel dengan pelototannya.
"Apa, lihat sepertinya matamu sebentar lagi akan menggelinding jika terus memelototiku seperti itu." Ucap Niel.
"Sudahlah Niel." Ucap Marvel.
"Menurutku kalian cocok, sama-sama banyak bicara." Ucap Sam
"Diam." Teriak Niel dan Audrey bersamaan.
"Woho lihat, sudah kompak bukan." Balas Sam.
"Cukup Sam, jangan membuat mereka berisik lagi. Kupingku bisa tuli mendengarkan teriakan mereka." Ucap Gil
"Betul." Ucap Marvel
"jadi apa rencananya?" Tanya Adela mulai serius.
"Sebenarnya......" Ucap Gil yang menjelaskan rencana kejutan untuk Alesya dan hampir saja membuat mereka semua pingsan di tempat karena terkejut, kecuali si kalem Marvel yang tidak bereaksi apapun.
..........
Setelah pembicaraan tadi selesai mereka bubar dan melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Kini Gil dan Sam sedang berda di ruang meeting perushaan milik Gil, sesuai yang sudah di jadwalkan. Hari ini Mereka akan bertemu dengan Jerry bersama investor cina itu untuk, membahasa penuduhan atas dirinya.
"Tenanglah Sam semuanya akan berjalan sesuai rencana." ucap Gil pada Sam.
"Hmmm."
Tak beberapa lama mereka datang bersamaan.
"Maafkan kami sedikit terlambat Mr.Rodrigez." Ucap Mr.Xio
"Tak apa, silahkan." Ucap Gil mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Baiklah sesuai yang sudah kita bicarakan di awal, kenapa Anda semua berada di sini sekarang. Saya hanya ingin membicarakan sesuatu yang membuatku sangat marah dan merasa terhina." Jelas Gil langsung.
"Maksud Anda?" Tanya Mr.Xio.
"Maaf sebelumnya, Apa alasan Anda memblacklist perusahaan milik Mr.Delvano?" Tanya Gil.
"Sekertaris pribadiku mengatakan bahwa, perusahaan milik Mr.Delvano pernah mengalami kasus penggelapan dana yang sangat parah. Setalah kami diskusikan bersama rekan direksi yang lain, kasus itu akan berpotensi di masa selanjutnya jika perusahaan kita tetap menerima kerja sama dari perusahaan Mr.Delvano. Untuk mengantisipasi hal itu terjadi kami dengan sangat berat hati membatalkan kontrak kerja samanya." Tutur Mr.Xio menjelaskan semuanya.
"Hmmmm baiklah, lalu atas dasar apa Mr.Delvano. Anda menuduhku yang membocorkan kasus ini kepada Mr.Xio, Anda juga mendengarnya bukan jika dia mendapatkan informasi itu dari sekertaris pribadinya." Giliran Gil bertanya pada Sam.
"Sorry, bukankah kita akan membicarakan tentang kerja sama dan..dan kenapa kalian membicarakan hal yang lain. Masalah kecil seperti ini tidak perlu di bahas lagi bukan." Tiba-tiba Jerry memotong pembicaraan, masalahnya memang mereka yang di undang oleh Gil meeting hari ini diberitahu untuk membicarakan kerja sama, yang pada kenyataanya semua itu Gil lakukan untuk membohongi jerry.
"Apa anda keberatan Mr.Vaio?" Tanya Gil. Dapat di lihat wajah Jerry sudah tegang dan sedikit pucat, Dia sudah tahu mengenai Gil yang tahu identitas Selena keponakannya. Dan tidak menutup kemungkinan, Gil juga sudah tahu siapa dirinya. Terlibih saat ini perusahaan yang ia jalankan sangat membutuhkan kerja sama ini.
"Tidak bukan begitu maksud saya Mr.Rodrigez." Sangkal Jerry.
"Mr.Jerry Vio, dia yang memberitahuku bahwa Mr.Rodrigez yang membocorkan kasus perusahaanku." Ucap Sam.
"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Mr.Xio.
"Sebnarnya aku sedikit mempunyai hadiah hari ini, lebih baik kita dengarkan saja. Valen putar musiknya." Ucap Gil datar.
Semua orang yang ada disana bertanya-tanya, apa yang harus mereka dengarkan. Termasuk Valen, sekertarisnya dia tidak tahu apa isi Audio itu.