
flashback on
Setelah penyerangan Sam ke markasnya dengan alasan Gil yang membocorkan konflik perusahaan, diam-diam Gil merncanakan sesuatu di bantu sahabatnya mencari bukti untuk membersihkan namanya.
Malam itu Gil menyewa Agent milik Marvel untuk menjebak jerry. Sebuah club terpopuler di kalangan atas, Seorang wanita yang di tugaskan untuk membuat jerry mengatakan semuanya sedang malancarkan aksinya.
"Sudah cukup baby, aku tidak mau minum lagi. Sebaiknya kita cepat menyewa room untuk bersenang-senang." Ucap Jerry yang sudah mabuk itu.
"Tunggulah, aku ingin memastikan Tuan tampan Samuel itu akan datang kemari atau tidak." Ucap manja wanita itu.
"Kau, menunggu anak ingusan seperti dia.Lebih baik bersamaku saja baby." ucapnya.
"Hahah dia lebih memiliki banyak uang untuk berkencan denganku."
"Ayolah apa kau akan bersama orang bodoh seperti dia, sebentar lagi dia tidak akan punya apapun."
"Memangnya kenapa, yang aku tahu dia adalah orang yang takkan pernah habia uangnya."
"Anak bodoh itu akan hancur sebentar lagi, karena aku yang akan membuatnya menjadi gelandangan."
"Benarkah, memang apa yang kau lakukan padanya sayang?"
"Hahaha hanya membuat mereka saling memburu."
"Kau menggunakan bahasa yang rumit, aku tidak mengerti."
"Aku hanya membuat mantan sahabatnya dan Anak ingusan itu bertengkar lalu saling menyalahkan jika bisa aku mengharpkan dia mati."
"Kenapa bisa?"
"Bisa saja karena, aku yang mengatakan pada Sam bodoh itu, jika Gilbert membocorkan konflik perusahaan yang selama ini ia tutup rapat di ketahui client dan, bodohnya dia percaya akan omongan berlebihanku. Kemudian yang ia terima adalah pembatalan kontrak kerja sama, bonusnya mereka akan saling menyerang bukan. Dan akhirnya hanya perusahaankulah yang akan mendaptkannya." Ucap Jerry tanapa sadar sudah mengatakan itu
"Kau memang rubah sayang."
"Itulah aku, sekarang ayo baby kita bersenang-senang." Ajak Jerry kemudian bangkit dan berjalan sempoyongan dengan wanita itu yang memapahnya namu, saat sudah sampai di room. Wanita itu memukul bahu Jerry dengan kencang sehingga membuat dirinya pingsan, ia membawanya ke kasur untuk di baringkan. Seolah-olah dia sedang tertidur akibat kelelahan selesai bercinta, setelah selesai baru ia keluar untuk menemui Gil dan Niel.
Di basement Club sebuah mobil BMW hitam yang berisi Niel dan Gil sedang menunggu seorang wanita yang di sewanya untuk mengelabui Jerry.
"Astaga X kau lama sekali, aku sudah jamuran menunggumu." Ucap Niel menyambut kedatangan Ms.X yang di tugaskan Gil itu dan hanya mengabaikan perkataan Niel.
"Apa kau mendapatkan apa yang aku inginkan?" Tanya Gil.
"Tentu." Ms.X itu kemudian menyodorkan sebuah chip kecil yang dimodifikasi menyerupai anting berlian berfungsi untuk merekam Audio.
"Bagus, Thnks Ms.X. Bonusmu akan ku transfer segera." ucap Gil puas dengan hasil kerjanya.
"Okey, jika membutuhkan bantuan aku siap membantu. Yang tentu tidak geratis itu, bye all." pamitnya kuluar dari mobil itu dan beralih ke mobil miliknya.
Flashback off
Setelah mendengarkan Audio yang di putar Valen yang berisi pengakuan jerry, semua orang yang ada di ruangan itu terkejut dan marah. Apalagi Mr.Xio, yang merasa di bohongi. Sedangkan Sam dan Gil, dalam hati ia bersorak senang. Berbeda dengan Jerry yang terihat sangat pucat dan panik karena, semua rencananya gagal.
"Apa-apan ini Mr.Vaio, Anda beraninya menipu saya. Kerja sama perusahaan kita batal." Ucap Mr.Xio marah.
Jerry hanya diam saja menahan marahnya, tanpa protes mengenai keputusan final Mr.Xio pada kerja sama perusahaannya .
"Dan untuk Mr.Delvano maafkan saya karen ternyata konflik di perusahaan Anda tidak separah apa yang di katakan Mr.Vaio. Mungkin perusahaan kami akan mengadakan rapat kembali untuk melanjutkan kerja sama kita."
"Tak apa Mr.Xio, berterimakasih-lah kepada Mr.Rodrigez karenanya kita tahu seberapa busuknya dia." Ucap Sam
"Baiklah sepertinya saya harus pergi dan terimakasih Mr.Rodrigez."
"It's okey, lain kali ajarkan sekertarismu untuk lebih lebih teliti lagi."Balas Gil.
"Of course, mari." pamit nya.
Setelah di pastikan Mr.Xio pergi jerry berteriak marah.
BRAKKK.... gebrakan meja terdengar karena perbuatan Jerry.
"Sialan kau Gil, awas saja tunggu pembalasanku. Akan ku hancurkan kau, jagalah wanita jal*ng mu." Teriaknya tidak terima kemudian pergi begitu saja.
"Gil, maafkan aku sebelumnya karena tersulut emosi dan menyerang markasmu saat itu."Ucap Sam.
" Hmmmmm...Apa kau akan pergi ke kampus?"Tanya Gil.
"Tidak, hari ini aku harus mengurus perusahaanku yang sudah lama aku tinggalkan."
"Aku akan berbicara pada Dad nanti untuk memberhentikanmu agar kau tidak perlu mengawasi Alesya lagi."
"Yahh....sebenarnya aku juga sedikit kewalahan karena, Dad Gio menyuruhku menjadi dosen."
"Baiklah, cepat pergilah dan awasi Alesya untuk hari ini."
"Kau memerintahku Tuan Gilbert." Kekeh sam.
"Tentu, sammy."
"Tak apa, karena hari ini aku sedang bahgia dan kau sudah membantuku jadi akan ku lakukan."
"Bagus."
"Yasudah, sampai jumpa." Ucap Sam menepuk bahu Gil kemudian pergi dan di susul Gil dengan sekertarisnya yang mengekor di belakang.