My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 32



Di mansion keluarga Maures, Victor terlihat marah karena mata-mata yang ia kirimkan telah di ketahui oleh Gil. Namun kemarahan itu hanya sekejap digantikan dengan seribu satu rencana yang akan ia lakukan untuk menghancurkan keluarga Rodrigez.


"Tunggu sebentar lagi Gio, kau akan merasakan apa yang aku rasakan." Ucap Victor dengan smirk-nya.


.........


Hari ini Adela sendirian karena kedua sahabatnya yang tidak masuk kuliah, untungnya matkul hari ini tidak banyak dan ia bisa pulang dengan cepat.


Saat di perjalanan, dirinya bertemu dengan samuel yang terlihat baru datang menuju kearahnya.


"Adela tumben sendirian, kemana sahabatmu yang lainnya?" Sapa sam.


"Haha iya nih pak, Audrey izin nggak masuk dan Alesya dirawat di rumah sakit."Ucapnya.


" Alesya, Sakit apa?"tanya sam


"Kemarin saat sedang bersama kekasihnya, ada seseorang yang menembak Ale."


"Menembak, astaga. Apa kamu tahu dimana dia dirawat?"


"yahh, karena tadi pagi aku habis menjenguknya."


"Boleh aku tahu dimana?"


"Tentu."


"Thanks Del."


"Sama-sama pak, permisi saya pulang dulu." pamit adel.


Samuel tahu alamat rumah sakit yang di berikan Adela karena itu adalah rumah sakit milik keluarga Marvel sahabatnya. Baru saja ia akan beranjak meninggalkan kampus tiba-tiba ponselnya berdering.


"Hallo Selena kenapa?"


"Apa kamu sedang sibuk sam?"


"Tidak hanya saja aku akan menjenguk teman di rumah sakit sekarang.Memangnya kenapa?"


"Tadinya aku mau minta bantuanmu, mobilku mogok dan ternyata tasku tertinggal di apartment."


"Dimana?" Tanya Sam dan alamat yang di berikan searah dengan tujuannya. "Baiklah tunggu sebentar, aku akan segera kesana." lanjut Sam.


"Hmm iya sam, terimakasih."


Sam melajukan mobilnya untuk menjemput selena terlebih dahulu kemudian rumah sakit Marvel.


Tanpa samuel tahu selena telah merencanakan ini semua.


setengah jam berlalu dan Sam sudah sampai untuk menjemput Selena, karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dan beruntungnya jalanan sedikit lenggang tadi.


"Selena masuklah, maaf membuatmu menunggu lama."Ucap Sam dalam mobil.


" Its okey Sam." sambil masuk kedalam mobil.


"Kau mau kemana dan, mobil mahalmu itu bisa mogok juga ternyata." Kekeh Sam.


"Aku akan pergi ke butik membawa pesanan baju, dan mau semahal apapun harganya benda itu tetap mobil dan aku juga tidak tahu kenapa bisa tiba-tiba mogok." Ucapnya.


"Hahah kau benar, tidak apa bukan jika kau ikut menjenguk temanku dulu."


"Hmmm tenang saja, itu tidak masalah sam."


Tak terasa setelah percakapan ringan dia anatar keduannya, mereka sudah sampai di rumah sakit tempat Alesya di rawat.


Samuel turun bersama selena menghampiri meja resepsionis untuk menanyakan letak kamarnya.


"Permisi kamar atas nama Alesya Margareta Gaven." Tanya sam padanya.


"Baik, tunggu sebentar sir. Kamar lantai 7 vvip kelas A." Jawabnya


"Terimakasih." ucap sam langsung pergi menuju kamar Alesya.


Namun saat sampai disana, sam melihat banyak sekali bodyguard yang menjaga di depan kamarnya.


"kenapa mereka berjaga begitu ketat, apa ini suruhan Dad Gio?" Batin Sam.


Sebenarnya sam belum tahu mengenai Alesya yang tinggal bersama Gil, jadi dia mengira bodyguard ini adalah suruhan Daddy Gio ayahnya Gilbert.


"Maaf tuan, apakah tuan Gilbert sudah tahu anda akan kemari?" Cegah salah satu bodyguard yanga ada disana.


"Gilbert?" Tanya Sam memastikan pendengarannya tidak salah.


"Yes Sir, tuan Gilbert yang memerintahkan kami untuk menjaga Nyonya Alesya dan siapapun yang akan menjenguknya kecuali sahabat Nyonya dan tuan. harus dapat izin darinya" Jelasnya.


"Aku sahabatnya Samuel Delvano, apa kau tidak tahu?"


Tiba-tiba seorang temannya datang mengahampiri mereka.


"Tak apa, jadi boleh aku masuk?"


"Silahkan tuan sekali lagi maafkan kami." ucapnya dan mempersilahkan Sam dan Selena masuk.


Samuel bertanya-tanya kenapa Alesya bisa bersama dengan Gil dan Daddy Gio tidak memberitahunya.


"Aku harus menanyakan ini nanti."


Disana Alesya sedang duduk bersandar sambil memperharikan televisi di depannya tidak menyadari kehadiran Samuel.


"Ekhemm Alesya." panggil Sam dan Ale memalingkan wajahnya untuk melihat siap itu.


"Sam, kamu tahu aku disini?" Ucap Alesya terkejut.


"Adela memberitahuku, jadi aku segera kemari." ucap Sam.


"Pantas saja, ohh dan Qila kau kemari bersama sam menjengukku." ucap Alesya yang baru menyadari itu.


"Aku.." ucapan Selena terpotong oleh sam.


"Dia selena yang waktu kau menanyakan tentang kenalan barumu." Ucap Sam.


"Ss...selena, mantan pacar Gil?" tanya Aleysa kaget, bagaimana jika Gil datang dan melihat selena di sini.


"Kau tahu, dan sepertinya kamu mengenal Gil?"


"Emmm itu..." Tiba-tiba seseorang menjawabnya dari arah pintu masuk.


"Dia kekasihku." Ucapnya.


"Gil, kau kembali." Ucap Alesya terkejut.


"Kenapa sweetheart kau merindukanku?" Ucap Gil menghampiri Ale dan mengecup keningnya singkat.


Semuanya tak lupur dari pandangan Selena yang sudah terlihat marah, namun ia sembunyikan dengan baik.


"**...tidak." Ucap Alesya.


"Pembohong yang buruk." ucapnya dan kemudian dia melihat kearah selena yang sudah tersyum disana."Ohh Sam sahabatku, kenapa kau membawa benalu ini kemari."ucapnya kasar dan senyum yang selena tampilkan hilang begitu saja.


"Gil, aku sungguh minta maaf atas perbuatanku di masa lalu sungguh aku sangat menyesal. Dan kurasa kamu sudah bahagia bersama kekasihmu ini."ucap selena yang jalas berakting dengan sempurna.


"Omong kosong, sam bawalah dia aku muak melihatnya berkeliaran disini."


"Gil, selena sungguh menyesal, maafkanlah. Dia berjanji akan berubah." bela Sam.


"Kau tidak mau mendengarkan sahabatmu sediri sam, baru saja aku memaafkan mu dan sekrang kau sudah membelanya, sebenarnya apa maumu."


"Ayolah Gil itu sudah berlalu dan selena ingin berdamai dengan masa lalunya."


"Mungkin di lain kali saja kau mengajukan proposal permintaan maafanmu, Sekrang bawa dia keluar dari sini. Kekasihku akan beristirahat." usir Gil.


"Baiklah, Alesya aku pergi dulu.Maaf membuatmu terganggu dan cepat pulih." Pamit Sam.


"Gil." Panggil Selena.


"Bawa dia sam." ucap Gilbert dan mereka pun pergi meninggalkan ruang rawat Alesya.


"Kau kejam sekali." ucap Alesya.


"Dia pantas mendapatkan itu bahkan lebih."ucap Gil dingin."Sejak kapan kau begitu dekat dengan samuel.?"


"Kami tidak dekat, hanya sebatas dosen dan mahasiswa."


"Tapi tidak terlihat seperti itu."


"Terserah kalu tidak percaya, jadi benar Qila dan selena orang yang berbeda."


"Hmmm."


"Ohh ya tuhan, aku baru sadar. kurasa dia yang di mall itu bukan Syaqila, pantas saja terlihat aneh."


"jangan terlalu di pikirkan, kau cerewet meski sedang sakit."


"Yang sakit di perut bukan mulutku."


"Terserah, Amer apakah Alesya makan dengan baik.",


tanya Gil pada pelayannya itu.


"Iya tuan, Nyonya memakan makanannya denggan baik." Balasnya.


"Bagus."


"Kau kira aku bodoh, selena...selena. Dengan kau datang kepadaku berpura-pura seperti itu membuatku mudah untuk melenyapkanmu." Batin Gil.