My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 23



kali ini ketiga sahabat itu sedang berkumpul di sebuah cafe dekat kampus karena matkul mereka kosong akhirnya memutuskan untuk pergi dan di sinilah mereka sekarang.


"Rey cepetan cerita deh kenapa Lo bisa sama Danielo trus pake di anter ke kampus segala lagi." Ucap Adela.


"Santai dong sayang, gue laper pesen makan dulu napa." ucap Audrey


"Gak seru." ucap Adela


Audrey memanggil Waiters untuk memesan beberapa makanan.


"Mau pesena apa ?" Tanya audrey.


"Samain aja, aku minumnya milkshake stoberi." ucap Alesya.


"Gue juga, sama ice honey lemon tea." ucap Adela.


"Okeyy, please big burger untuk tiga orang, milkshake stoberi, ice honey lemon tea untuk dua orang." Pesan Audrey kepada waiters tadi.


"Menurut aku sih bakal ada yang melepas masa jomblonya deh." ucap Alesya.


"Gue juga, udah cium bau-bau bucin." Ucap Adela.


"Apaan sih kalian, gue nggak bucin." Ucap Audrey


"Lah ngerasa kesindir nih anak, padahal gue sama Ale bukan nunjukin buat lo tuh." Ucap Adela


"Halah ngeles aja, emang gue nggak tau apa." Ucap Audrey.


"yaudah mangkanya ceritain dong kenapa bisa sama si tampan Danielo." ucap Adela.


"Dia yang nabrak bemper mobil gue, kemarin yang nelpon minta gue ketemuan ya dia juga." jelas Audrey dan di ceritakanlah sedetai-detailnya pada mereka berdua hingga pesanan mereka datang.


"Thanks.." ucap Adela kepada pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.


"Awas jangan terlalu benci sama orang ntar jadi cinta gimna." Ucap Alesya.


"Nggak mungkinlah itumah cuman mitos aja kali." ucap Audrey.


"Terserah, nanti kalo udah ngalamin jangan lupa kasih tau aku ya buat ngingetin kamu."


"Bete ah, bahas yang lain aja jangan si tengil." ucap Audrey.


"Yehh ni anak di ingetin malah ngeyel " ucap Adela.


Saat sedang berbincang-bincang Alesya seperti melihat Qila duduk di meja yang sedikit jauh darinya dengan samuel? mereka saling kenal, ternyata dunia memang sempit sekali.


"Liat siapa le serius banget." tanya Adela.


"Bukan apa-apa kok."sangkal Alesya.


Ting..Tingg ponsel Ale berbunyi dan menandakan pesan masuk.


Crazy bastard🐺


aku menjemputmu tapi kau tidak ada, dimana? apa sedang bersama sahabatmu?Niel juga menanyakan kekasihnya.


Ya tuhan aku lupa mengabari Gil, pantas saja hari sudah gelap dan kami masih berbincang disini.


Replay to Crazy Bastard🐺


Aku sedang di cafe Lavega bersama Audrey dan Adela, maafkan aku lupa mengabarimu. Dan sepertinya Rey juga lupa mengabari kak Niel.


" Rey apa kamu tidak mengabari Kak Niel tadi Gil menmberikan pesan katanya Kak Niel sedang menunggumu di kampus."Ucap Alesya.


"Astaga, Gue lupa. Trus sekrang dia dimna?" Tanya Audrey.


"Mungkin sedang perjalan menuju kemari, tunggulah."Ucap Alesya.


" Gue balik duluan deh, ngenes banget kalian di jemput lah gue sendirian. Nasib, nasib."Ucap Adela


"Au ah, gue balik duluan bye Le, rey." ucap Adela begitu saja.


"Yaudah sana lo balik." ucap Audrey.


"Kamu gapapa Del pulang duluan?"Tanya Alesya.


" Gapap Le...gue pulang dulu, Rey sekalian bayarin makan gue."ucap Adela kemudian pergi.


Tak lama Gil dan Niel datang dan susana cafe jadi gaduh.


"Norak." Gumam Audrey.


"Heh mulut toa, kau beraninya membuatku menunggu di depan kamus berjam-jam dan tidak bisa di hubungi." Sambar Niel tiba-tiba marah.


"ponselku mati, jadi ya maaf." ucap Audrey santai.


"Aku tak perduli, sekarang ayo pulang kau hanya membuang waktuku saja." ucap Niel sambil menyeret Audrey kasar dan tentu saja menjadi pusat perhatian pengunjung di sana.


Berbeda dengan Niel yang marah-marah Gil hanya diam menampilkan wajah datarnya, sungguh membuatku sedikit takut.


"Maaf." cicit Ale dan Gil masih tidak mengatakan apapun, kemudian dia meraih tanganku dan membawanya kedalam pelukannya.


Alesya kaget mendapat pelukan dari Gil yang tiba-tiba, sebemarnya dia kenapa. Setelah melepas pelukan itu Gil membawa Alesya pulang. Seperti biasa tidak ada percakapan dalam selama perjalanan.


Beberapa menit kami tiba di apartment dan pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Kemudian Ale pergi ke dapur untuk memasak makan malam untuk Gil, setelah selesai dia akan menghidangkannya di meja makan. Dan saat berbalik Alesya kaget karena Gil sudah duduk sambil memperhatikan Ale.


"Sejak kapan kau disini, mengagetkan saja." ucap Alesya.


"Saat kau baru memasuki dapur mungkin." Jawab Gil.


"Astaga kenapa aku tidak sadar itu." Ucapnya.


"Kenapa hanya satu porsi, apa kau tidak makan?", tanya Gil


"Masih kenyang, kau lupa tadi menjemputku di cafe dan tidak mungkin aku tidak makan." ucapnya.


"Baiklah." ucap Gil dan mulai makan. "Apa kau tidak melihat seseorang yang mencurigakan saat di cafe tadi?" tiba-tiba Gil bertanya.


"Mencurigakan ? tidak, aku hanya melihat sam dan Qila yang kurasa sedang kencan." ucap Alesya sambil terkekeh karena jawabannya sendiri.


Seketika Gil memberhentikan makanannya langsung melihat kearah Alesya serius.


"Siapa sam?"


"Dosen magang di kampusku Samuel Delvano, apa kau tidak mengenalnya? kurasa kau mengenalnya karena dia bekerja di universitas milikmu Gil."


Setelah mendengar itu Gil terlihat marah, mendengar samuel menjadi dosen magang di kampusnya dan bertemu Qila apa hubungannya.


"Apa kau tidak salah melihat ?"


"Tidak, aku yakin yang duduk disana adalah Qila dan sam tapi, Qila terlihar sedikit berbeda menurutku."


"Berbeda?"


"iya, dia terlihat seperti peremuan malam. Cara berpakaiannya sungguh tidak sopan. Berbeda dengan Qila yang kita temui saat itu."


"Benarkah?"


"Iya Gil dan yang aku lihat Sam sudah mengenal Qila sejak lama." ucap Ale.


"Heummm, aku tidak perduli."ucap Gil kemudian.


" Terserah, tapi yang aku tangkap dari ekspresimu tadi kau terlihat sedang marah Gil."


"Kau salah sweetheart." ucapnya kemudian pergi meninggalkan Ale begitu saja.


"Dasar pria aneh." ucap Alesya sambil membereskan bekas makan di meja kemudian pergi kekamar untuk istirhat.