
Di fakultas Bisnis Elementary Global University, ketiga sahabat itu sedang berbincang sambil menunggu dosen yang datang.
"Le kenapa lo ?" tanya Adela.
"Nggak kenapa-napa." ucap Alesya.
"Bohong banget, ceritalah sama kita-kita". Ucap Adela.
" Hooh kenapa sih, pagi-pagi udah samar mesem gitu."Ucap Audrey.
"Kemarin aku di ajak Gil menginap di mansion keluarganya." ucap Alesya.
"Wow...yang bener Le, kok bisa?" Tanya Audrey.
"Pas kemaren dia jemput aku ternyata di bawa ke mansion, minta jadi pacar pura-pura." Jelas Alesya.
"What..apalagi ini, Le nggak curiga apa lo dimintain yang kaya gitu-gitu. Ahh jangan bilang lo sekamar juga sama dia ?" Tanya Audrey.
"Heumm." Singkat Alesya
"Seriously le, lo nggak gituan kan?" Tanya curiga Audrey.
"Apaansih nggak mungkinlah Alesya kaya gitu." ucap Adela.
"Ya siapa tahu aja kan." ucap Audrey.
"Nggak kok, tenang aja." Ucap Alesya.
"Ngapain aja lo di sana?" tanya Adela.
"Apa yah..Nggak ngapa-ngapain juga sih, cuman di kenalin sama Mom Bela and Dad Gio, trus.." ucapan Alesya terpotong oleh Audrey.
"Mom, Dad. Lo panggil mereka..?"
"Iya Rey, kenapa emangnya. Mereka yang minta aku buat manggil gitu." ucap Alesya.
"Amazing... Nggak nyangka, Gue kira mereka bakal marahin lo." ucap Audrey.
"Mereka baik, aku kira juga begitu Rey. Apalagi kedatanganku sebagai kekasih anaknya di saat dia udah punya calon buat jadi istrinya Gil." Ucap Alesya.
"what..gila. Gue kesian tuh sama cewenya nggak jadi di jodohin." ucap Adela.
"Aku juga, kalian tahu nggak. Ternyata cewek yang mau di jodohin sama dia itu mirip banget sama mantan pacarnya pas di SHS."Ucap Alsya
"Kaya Drama Tv aja perasaan." Gumam Audrey.
"Ehh guys, katanya Dosen yang masuk sekarang masih muda and handsome." Ucap Adela tiba-tib mengalihkan topik pembicaraan.
"Dosen baru?" Ucap Alesya.
"Iya, katanya sih dosen magang." jawab Adela pas dengan masuknya dosen yang sedang mereka bicarakan.
"Tuh orangnya." Ucap Adela.
"Pak samuel?" Bantin Alesya bertanya.
"Selamat pagi semua, Saya Samuel Delvano dosen mangang yang menggantikan Mr.Tristan. Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik." Ucapnya.
Tak terasa mata kuliahnya sudah berakhir dan semua mahasiswa keluar dari kelas hanya ada ketiga sahabat itu dan samuel yang sedang memberesakan buku-bukunya.
Saat akan keluar tiba-tiba Samuel menanggil Alesya.
"Tunggu." teriaknya.
"Iya, Ada apa pak samuel." ucap Adela.
"Kau, yang kemarin itu kan?" Tanyanya pada Alesya dan menghiraukan Ucapan Adela.
"Heheh iya pak." jawab Ale.
"Boleh berbicara sebentar?" tanyanya.
"Emmm, apa bapak mau menunggu sebentar ada beberapa hal yang harus saya kerjakan bersama sahabat saya." ucap Ale.
"Kalau begitu, berikan nomor ponsel mu nanti akan ku hubungi." ucapnya
"Ponselku rusak dan belum sempat menggantinya." ucap Alesya.
"Ouhhh.. Baiklah setelah urusanmu selesai, datanglah ke perpustakaan, saya akan menunggu disana sambil mengerjakan beberapa pekerjaan, apa kamu tidak keberatan?" Tanya sam.
"Tidakk...kalau seperti itu baiklah, kami harus pergi dulu." pamit Alesya.
"Iya silahkan, jangan lupa untuk bertemu saya diperpustakaan." ucap Sam
Saat di perjalanan menuju kantin Rey dan Adel tak henti-hentinya bertanya tentang kehadiran Samuel.
"Le, Lo kenal pak Samuel dimana?" Tanya Adela.
"Kemarinkan Aku cerita pas lagi mesen makanan aku nabrak orang dan pak samuel orangnya." ucap Alesya.
"Kenapa lo nggak bilang itu pak samuel curut." ucap Audrey.
"Kan kalian nggak nanya." singkat Alesya.
"Hadehhhh."Hela Audrey kesal.
Drttt.....Drttt.....Drtt.....
Dering ponsel milik Audrey bergetar.
"Siapa nih nggak ada namanya lagi." Gumam Audrey.
"Gue tunggu di cafe sarvagos sekrang jangan pake telat." Ucap seseorang disana kemudian dengan seenaknya menutup panggilan tanpa sempat Audrey jawab.
"Hah...Ni orang sehat apa nggak sih. Tiba-tiba nelpon nyuruh gue dateng ke cafe sarvagos sekarang, mencurigakan." Kesal Audrey.
"Siapa Rey?" tanya Adela.
"Nggak tahu, nyuruh gue datang nemuin dia sekarang tanpa telat. Gue datang jangan menurut kalian?" Tanya Audrey.
"Kalo cuman orang iseng gimna Rey?" ucap Adela.
"Kesana dulu aja Rey, pastiin dia orang iseng apa bukan. Soalnya kan nomor kamu nggak sembarang orang yang tahu."ucap Alesya membeti saran.
" Mmm gitu ya Le, yaudah gue pergi dulu deh. Tapi kalo orang yang mau jahatin gue gimana."Ucap Audrey.
"Mana ada orang jahat minta ketemuan di cafe rame gitu pinter." ucap Adela"Udah sana."Usir Audrey.
"Iya iya gue Otw sekarang, maaf gue nggak bisa ikut kumpul kali ini." ucap Audrey.
"Santai aja kali Rey masih ada waktu lain." ucap Adela.
"Yaudah bye Le, Del." ucap Adela pamit.
"Lo mau nemuin pak semuel di perpus le?" Tanya Adela.
"Iya kayanya." ucap Alesya.
"Gue nggak bisa nganterin soalnya Nyokoap suruh nemenin ke butik, ntar lo pulngnya sama siap?",
"Santai aja Del, nanti Gil jemput kok."
"Dia jemput lo, serius?
" Iya Adela.. jadi tenang aja okey." ucap Alesya.
"Bener nih."
"Iya ribet banget deh."
"Yaudah gue pergi sekarang aja kalo gitu, bye Le." Ucap Adela sambil memeluk Alesya dan pergi.
Setelah urusannya selesai Alesya langsung menuju perpustakaan menemui Samuel. Saat di perpuatakaan Alesya celingukan mencari keberdaannya.
"Haii.." Sapa Sam tiba-tiba sambil melambaikan tangannya memberikan tanda.
"Hai..maaf menunggu lama." Ucap Alesya menghampirinya.
"Tak apa, aku juga baru selesai mengerjakan ini." ucap sam sambil menunjuk laptopnya.
"Baiklah, jadi ada apa yang ingin pak samuel bicarakan" ucap Alesya.
"To the point sekali, oh ya panggil Samuel saja. Berasa sudah tua jika dipanggil pak."
"Tapi..."
"Jika kita sedang di kampus panggil aku seperti itu tapi jika sedang berdua atau di luar panggil aku samuel saja, bagaimana?"
"Baiklah sam." ucap Alesya.
"Bagus, sekarang perkenalkan dirimu."
"Ehh...aku?" ucap Alesya bingung
"Iya, aku belum tahu."
"Namaku Alesya panggil Ale saja."
"Alesya, nama yang cantik seperti orangnya."
"Kamu bisa saja, jadi?" ucap Alesya mengalihkan pembicaraan.
"Sebenarnya tidak ada hal yang terlalu penting untuk bicarakan."
"Astaga, jadi kenapa kamu menyuruhku kemari."
"Hanya ingin, baiklah sebagai gantinya akan ku antar kamu pulang bagaimana?"Tawar Sam.
" Sebenarnya Aku sudah di jemput jadi, maaf sepertinya lain kali saja."
"it's okey. Baiklah sepertinya kita harus segera pulang."
"Iyaa, sudah hampir sore."
Mereka pun berjalan berdampingan menuju depan kampus.
.........
Gil yang sudah menyelesaikan Meetingnya saat ini sedang bersiap-siap akan menjemput Alesya sesuai janjinya. Karena kebodohan Gil yang lupa bertanya kapan Alesya menyelesaikan kuliahnya dan Baru ingat ponsel milik Ale yang rusak waktu itu belum ia ganti.
Yang mengakibatkan dirinya harus menunggu Alesya berjam-jam di depan kampus. Kesabarajnya sudah habis ia hampir 1 jam menunggu dan Alesya belum menunjukan batang hidungnya namun, baru saja akan melangkah Gil melihat Alesya bersama seorang pria sedang berbicara, saat Gil akan menghampirinya pria itu pergi.
"Sweetheart." panggil pada Alesya.
"Gil." balas Alesya kaget.
"Siapa dia?"
"Dosen ku, tadi kami baru selesai berbincang di perpustakaan, ada apa?"
"Tidak, ayo pulang." Kemudian Gil menggandeng tangan Alesya menuju mobilnya dan tentunya menjadi pusat perhatian yang ada di sana.
Seorang Gilbert Alejandro Rodrigez menggandeng seorang mahasiswanya akan menjadi tranding di berbagai statsiun tv dan majalah. Sudah lama Gil tidak terlihat membawa seorang kekasih dan kini dia muncul dengan seorang mahasiswa fakultas bisnis di universitasnya.
Kurang lebih seperti itulah Berita yang akan bermunculan karena kejadian ini.
Saat di perjalanan Alesya bingung karena arah apartment Gil tidak melewati jalan ini.
"Mau kemana, bukannya araha apartment mu belok kanan." Tanya Alesya dan yang di tanya hanya diam fokus menatap jalanan.
"kenapa dia?" batin Ale bertanya.
Tibalah di sebuah pusat perbelanjaan dan Gil turun begitu saja kemudian membukakan pintu untukku.
"Terimakasih." ucapku sambil membalasa uluran tangannya.
Dia merangkul dan membawa Alesya ke sebuah toko Handphone.
"Berikan ponsel terbaik untuk kekasihku ini." ucap Gil kepada pramuniga itu yang terlihat terpesona dengan Gil.
"Baik tuan tungggu sebentar akan saya ambilkan." ucapnya...
"iuhhhh menjijikan sekali suaranya, rasanya aku mau menyumpal mulut busuknya." batin Alesya
Dia kembali dengan beberapa ponsel yang di tunjukan pada Gil.
"Ada yang kau suka Sweetheart?" tanya Gil datar.
"Hah..Untukku?" tanya Alesya
"Cepat pilihlah sesuai yang kau inginkan." lanjut Gil.
"Apa aku tidak salah lihat, disana sudah berjejer brand ternama ponsel termahal. Harganya yang fantasis bernilai jutaan dollar." Batin Alesya dan masih tercengang dengan harganya yang sangat mahal.
"Gil, sepertinya itu terlalu mahal untukku." ucap Alesya.
"Ayolah sweetheart untuk membeli 10 ponsel yang seperti ini aku masih sangat bisa, apalagi ini hanya satu, cepat jangan membuatku tersinggung." ucap Gil
"Bb..baiklah, Aku ingin yang rose Gold itu saja.Ucap Alesya menunjuk Diamond rose iPhone 4.
" Gunakan ini untuk membayarnya." ucap Gil menyodorkan Debit card yang hanya di milik beberpa orang di dunia.
"Jangan banyak bertanya dan diamlah." ucap Gil kepada Alesya dan, setelah proses pembelian Gil dan Alesya bergegas menuju apartment.
Di perjalanan meraka habiskan dengan diam, apalgi Alesya yang dilarangnya banyak bicara memutuskan untuk diam.