My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 25



Gil sangat marah ketika di kabari oleh anak buahnya Alesya pergi bersama Sam dan yang membuat Gil begitu marah adalah Alesya yang tidak mengabarinya.


"Samuel sialan." umpat Gil.


Setiap pergerakan Alesya yang dilakukan bersama Sam tidak lepas dari pengawasanya. Gil mengirimkan beberapa anak buahnya untuk mengawasi Alesya, entah apa yang sebenarnya Gil rasakan dia bingung.


Setelah seseorang mengirikan pesan yang berisi ancaman melalui Alesya, Gil merasa khawatir. Musuhnya sudah tahu mengenai Alesya dan ini sangat berbahaya bagi Alesya, sialnya Gil belum mendapatkan orang yang beraninya mengancamnya. Pasti orang ini mempunyai cukup kekuasaan seperti dirinya karena terlihat dari sulitnya mengetahui pengirim sialan itu.


Karena sangat kesal Gil mengirim pesan pada Alesya agar cepat pulang, namun saat anak buahnya mengabari dia masih belum beranjak Gil menelponya dan mengacam, setelah memastikan Alesya pulang Gil melirik arlijinya dan tertnyata sudah pukul 7:00 malam, dia segera pergi untuk berkumpul bersama sahabatnya sesuai dengan perjanjian kemarin.


.......


Di sebuah bangunan yang terletak begitu jauh dari kota New York sudah berkumpul Niel, Marvel dan Sam hanya Gil yang belum datang.


"Kemana si kutub itu, ini sudah pukul 7 lewat dan dia belum juga menunjukan batang hidungnya." Kesal Niel.


"Sabarlah sedikit lagi Niel, mungkin Gil sedang ada urusan jadi dia terlambat." Ucap Marvel.


"Kurasa dia bisa datang tepat waktu jika ingin." ucap Sam.


"Orang itu selalu saja bersikap seenaknya." Ucap Niel.


"Memang seperti itulah, kita semua tahu itu." ucap Sam. Kemudian pintu ruangan itu terbuka menampilkan Gil yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya.


"Lihatlah pangeran kita sangat tempat waktu bukan." Sindir Niel.


"Diamlah Niel jangan memulai." Ucap Marvel, yang di lihatnya Gil masih diam berdiri sambil menatap sam yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


"Duduklah Gil kita bicarakan semuanya dengan baik." Lanjutnya.


Kemudian Gil duduk di samping Marvel, tentu saja dapat terlihat dari tingkanya Gil sedang menahan marahnya.


"Sam kelihatannya kau sedang bahagia." Ucap Gil tiba-tiba.


"Tentu." Singkat Sam.


"Yahh benar, kurasa kau telah berkencan dengan mahasiswimu sediri Samuel." sindir Gil.


"Apa salahnya mengencani soerang mahasiswi sendiri, tidak ada larangan bagi itu." balasnya.


"Sungguh brengsek sekali, setelah mengencani pacar lamamu dan sekarang kau beranai mengajak kencan mahasiswimu, memang baj*ngan sejati." Ucap Gil.


"Apa urusanmu mencampuri urusanku tuan Gilbert. ohhh kurasa kau masih perduli dengan sahabtmu ini Gil, sebenarnya aku merasa kasihan karena kau harus mendapatkan selena dan berakhir dengan dia mengkhianatimu." Ucap Sam.


"Kurang ajar." Ucap Gil marah


BUGH....BUGH...


Gil meninju Sam dengan brutal.


BUGH...


ARGGHH...


BUGGHH...


"Hey berhentilah bersikap seperti anak kecil, Gil sudah."Ucap Niel memisahkan mereka sedangkan Marvel seperti biasa hanya menonton.


"CUKUP GIL, KU BILANG BER..HEN..TI." Ucap Niel sambil memisahkan mereka dan berhasil.


"Dia menghinaku, dasar tidak tahu malu " Ucap Gil


"Sudahlah tahan emosimu,jika seperti ini. pertemuan kita akan sia-sia." Ucap Marvel.


"Hehhh... Kau selalu saja menonton." ucap Niel.


"Seharusnya kau biarkan saja mereka Niel, nanti juga mereka akan berhenti jika salah satunya mati, Mungkin." kekeh Niel.


"Memang gila kau Vel." ucap Niel dan Marvel hanya terkekeh.


"Baiklah, katakan sekarang aku ingin semuanya selesai." Ucap Gil.


"Katakan apa yang kau maksud aku hanya salah paham dengan semua ini Niel." Ucap Gil.


"Dengar dan jangan menotong ucapanku." ucap Niel.


"Sebenarnya disini sam melindungimu dari ular licik itu Gil, aku mendengar semua yang selena ucapkan. Dia sedang menelpon seseorang di dekat gudang sekolah, entah siapa yang ia hubungi yang jelas dia membicarakan tentang selena yang berencana untuk membunuhmu Gil." jelas Niel dan benar saja ucapanya terpotong karena Gil.


"Tidak mungkin, kau pasti salah Niel " Ucap Gil kaget.


"Kubilang dengarkan jangan memotong ucapanku Gilbert." Ucap Niel.


"Sorry, lanjutkan." Ucap Gil.


"Ternyata aku adalah orang terakhir yang mengetahui kebenarannya dari mereka semua, Marvel dan Sam mereka sudah tahu.Dan aku marah saat itu karena tidak langsung memberitahuku namun, mereka sedang membuat rencana agar kau menjauh dari selena dan berhasil dengan terpaksa Sam yang menjadi umpanya." Ucap Niel dan melihat kearah Marvel untuk membantu menjelaskannya.


"Aku dan Sam saat itu memang mengetahuinya karena, kita baru selesai rapat OSIS dan pulang bersama. Saat di parkiran kita melihat Selena sedang bertemu dengan seseorang yang tidak terlalu jelas kita lihat karena, saat itu sudah hampir malam dan mereka berbicara di pojokan. Awalnya aku diam saja dan tidak curiga kenapa selena masih ada di sekolah tapi, saat mendengar namamu kita langsung bersembunyi dan menguping. Selena memanggilnya paman, kita mendengar rencana mereka yang akan membunuhmu. pamannya memberikan sebuah plastik yang berisi suntikan kepada Selena. Kita sangat terkejut karena selena adalah kekasihmu, namun sebelum pamannya itu pergi dia sempat berkata " kau jangan samapi gagal kali ini, kita sudah menunggu kesempatan untuk membunuhnua sejak lama. Balaskan dendamu Selena." Dan ternyata Selena sudah mencoba membunuhmu namun belum berhasil."Ucap Marvel.


"Dendam?" Gumam Gil.


"Yah, dan kami juga bingung. Apa kau pernah melakukan kesalahan kepada kekuarga Selena, sampai dia menyimpan dendam padamu?" Ucap Niel.


"Tidak, saat awal bertemu kami baik-baik saja dan yang ku ingat tidak ada kejadian yang membuat dia begitu membenciku." ucap Gil dan suasana hening untuk beberapa detik. "Dan apa yang kau lakukan sam?" lanjut Gil.


"Tidak ada, aku hanya mencoba merebut suntikan itu dari selena." Ucap Sam.


"Jika kau berniat seperti itu, kenapa kalian malah berciuman hah ?" Tanya Gil.


"Ini rencananya, Sam pura-pura memergoki selena saat berbicara di telpon dan dia menawarkan sesuatu yang gila untukmu Gil." Ucap Niel.


"Katakan." SingkatDiamla"Sam menawarkan selena untuk berkencan dengannya, jika dia tidak mau sam akan membocorkan semuanya dan berhasil, mereka sudah dekat di belakangmu sam. Saat itu, kau akan berkencan dengan selena bukan dan dia akan melaksanakan aksinya. Dia membawa suntikan itu di saku jaketnya, sam tidak sengaja melihatnya karena dia sedang menginap di apartment Selena."Tutut Niel.


" What menginap, yang benar saja."Ucap Gil.


"Selena memang jal"ang Gil, kau tahu ternyata aku bukan yang pertama untuknya." Ucap Sam.


"Whoaa sam, kau nakal sekali." Ucap Marvel.


"Lanjutkan." ucap Gil


"Karena aku bingung harus mengambilnya bagaimana, yasudah aku menciumnya dan berhasil setelah mendaptkan suntiknnya kau datang Gil. Di waktu yang salah, kau melihat kami dan aku sedikit bersyukur karena dengan ini kau bisa membenci selena dan meninggalkannya meskipun, aku harus rela di benci olehmu setelahnya." Ucap Sam.


"jangan membual sam." Ucap Gil.


"Terserah memang seperti itu faktanya." ucap Sam.


"Lalu bagaimana dengan kau bertemu selena kemarin?"Tanya Gil.


" Kau bertemu selena, dia ada di sini?"tanys Niel.


"Kau tahu darimana Gil?" ucap Sam


"Kekasihku yang memberitahunya." Ucap Gil santai.


"Wait kekasih, kau sudah menganggapnya kekasih sungguhanmu Gil?" Tanya Niel.


"Apa kau keberatan Niel?" tanya Marvel


"Diamlah Vel, aku tidak percaya si kutub ini sudah mencair." Ledek Niel.


"Banyak omong, kita kencan bersama nanti." ucap Gil.


"Hahaha kau benar." ucap Niel.


"Shut up.. jadi kau memang bertemu dengannya sam?" Tanya Marvel.


"Dasar pengganggu." Gumam Niel dan mendapat tatapan tajam dari Marvel.


"Katakanlah Sam, jika benar kenapa kau masih berhubungan dengan wanita ular itu?" Tanya Niel.


Sam masih diam, kenapa Gil bisa tahu dan siapa kekasih yang memeberitahukan tentang ini.