
Di dalam sebuah apartment elite seorang paman sedang berbincang bersama keponakannya.
"Paman bagaimana rencana kita selanjutnya, apakah grandpa sudah memberikan perintah?" tanya Selena.
Mereka adalah selena dan Jerry pamannya, tanpa semua orang tahu mereka adalah satu keluarga.
"Belum, tapi kurasa dengan penembakan yang terjadi pada Wanita itu sudah cukup sebagai peringatan. Aku yakin Gil sudah mengetahuinya, dia tidak sebodoh itu." Jawabnya.
"Beberapa waktu lalu, aku bertemu dengannya di pusat perbelanjaan saat paman menjemputku. Dia terlihat bersama seorang wanita muda dan yang anehnya dia memanggilku Qila, apa paman tahu sesuatu. Apa mungkin ada seseorang yang mirip denganku? kembar begitu?" Tanyanya.
"Kau haru berhati-hati Selena, Gil adalah orang yang cerdik. Kau harus kembali mengambil hatinya, agar mudah untuk membalaskan dengan mudah."ucapnya. " Dan untuk seseorang yang bernama Qila akan ku selidiki."lanjutnya.
"Mungkin sedikit sulit tapi, akan ku lakukan apapun itu agar dia bisa membayar semua perbuatannya." Ucap Selena yang terlihat membenci Gil itu.
"Bagus, bagaimana pertemuanmu dengan mantan sahabatnya itu?"
"Hah dia memang pria bodoh, sam percaya begitu saja aku yang meminta maaf dan merasa menyesal."
"Apa yang kau dapatkan darinya Lena?"
"Tidak banyak, ternyata dia masih belum berbaikan dengan Gil dan sahabatnya yang lain dan, dia juga menjadi dosen magang di Universitas milik Gil. Oh ya, bagaimana dengan kasus perusahaanya?" ucap Selena.
"Kudengar karena itu dia menyerang markas milik Gil, ahahaha baguslah."
" Yahh..kurasa sam dapat kita manfaatkan." Ucapnya.
"Terserah kau saja, aku sudah tidak sabar mengahabisi mereka."
"Begitupun denganku paman."Ucap Selena.
..........
Sekarang ketiganya sudah ada di ruangan Marvel dan sudah ada dokumen atas data-data yang Gil minta kemarin.
" Sepertinya Jerry ada hubungannya dengan Victor, dilihat dari seberapa sering ia menjumpai kediamannya. Dan kemarin Jerry terlihat menemui seseorang di sebuah pusat perbelanjaan secara diam-diam."Jelas Marvel.
"Sudah ku duga." Guman Gil.
"Ada apa?" Tanya Niel.
"Kemarin Alesya melihat Qila dan ternyata memang benar, yang di lihat Ale saat di cafe adalah Selena bukan Qila. Begitupun dengan saat aku mengajaknya ke mall, kami menghampirinya dan dia terlihat terkejut." Tutur Gil.
"Astaga, keberuntungan sekaligus malapetaka." Ucap Niel.
"Dan saat dia pergi begitu saja, Aku melihatnya memghampiri seseorang yang dugaan ku adalah jerry. Dan sesuai bukan dengan apa yang Marvel jelaskan." Ucap Gil.
"Lalu apa hubungannya jerry dengan Selena dan Selena bersama Sam?" Tanya Niel bingung.
"Kurasa Sam sengaja dekat dengan Selena." Ucap Marvel.
"Maksudmu?" Tanya Niel.
"Seperti dulu, kurasa dia sedang merencanakan sesuatu yang kita tidak tahu, Samuel adalah orang yang susah di tebak." Jelas Marvel.
"Kita harus bicarakan ini bersama." Ucap Gil.
"Iya, Oh ya Gil bagaimana dengan penuduhanmu?"Tanya Niel.
" Lusa perusahaanku, sam dan jerry bersama investor itu akan mengadakan pertemuan. Tenang saja aku sudah punya bukti kuat untuk ini."Ucap Gil angkuh.
"Baiklah, Apa kau sudah memberi tahu Mom Bela dan Daddy Gio mengenai ini?" Ucap Niel.
"Tidak, biarkan ini menjadi urusanku. Tapi mengenai jerry aku sudah menanyakannya kepada Dad, dan dia bilang akan menyelidikinya." Ucap Gil
"Okey, sepertinya kita sudah meninggalkan para wanita terlalu lama. Sebaiknya kita kembali." Ucap Niel.
"Apa kau menyukai Audrey?" Tanya Gil.
"Mungkin." Kekeh Niel.
"Dan kau juga Gil, kau menyukai Alesya?" Tanya Marvel.
"Kurasa kalian akan melakukan double date sebentar lagi." Canda Marvel.
"Terserah kau saja Vel, aku akan menemui Audrey." Ucap Niel dan pergi.
"Yakinkanlah hati mu Gil, aku yakin kau masih menyimpan rasa itu di salam sana. Jauhkan ego mu kali ini, aku hanya mengingatkanmu." Ucap Marvel.
"Entahlah, mungkin akan ku coba."
"Hmmmmm." Gumam Marvel.
"Baiklah dude, thanks for information. Aku akan menyusul Niel, selamat bekerja Dokter Marvel " Ucap Gil bergegas pergi menemui Alesya.
Niel baru saja masuk kedalam ruang rawat Alesya yang ramai karena kehadiran kedua sahabatnya ditambah Amer dan Anthony.
"Permisi girls, kenapa berisik sekali?" Ucap Niel
"Kau mengganggu saja Niel." ketus Audrey.
"Santai Honey, aku ingin mengajakmu melihat perkembangan mobil jelek kesayanganmu itu."
"Enak saja menghina mobilku sembarangan." Balas Audrey.
"Cepatlah kalian pergi, jangan bertengkar disini." Ucap Adela.
"Kau mengusirku Del, keterlaluan." Ucap Audrey sedikit kesal.
"Bukan maksudku seperti itu, Alesya butuh istirahat dan kalian malah bertengkar disini." Jelas Adela.
"Sudahlah Del, Aku gapapa kok." Ucap Ale.
"Apanya yang tidak Apa-apa sweetheart?" Ucap Gil yang baru tiba.
"Tidak ada, baiklah ayo honey kita pergi sekarang." ucap Niel.
"Kemana?" Tanya Gil.
"Kencan." Singkat Niel.
"Hah bermimpi saja sana." Balas Audrey.
"Sudahlah jangan bertengkar lagi, sebaiknya cepat pergi mengganggu saja."Omel Adela lagi.
" Iya iyaa, lo pulangnya gimna Del?"Tanya Audrey.
"Gampang." Singkat Adela.
"Yaudah Alesya sayang gue pergi dulu, besok pulang ngampus gue kesini lagi okey. Cepet sembuh sayang." Ucap Audrey dan memeluk Alesya kemudian pergi bersama Niel.
"Kalo gitu, gue juga balik. Mau ngampus." Ucap Adela.
"Loh berarti Auderey bolos dong." Ucap Ale.
"Heumm bisa dilihat, yaudah gue pamit dulu. Lo istirahat ya." Ucap Adela"Jagain sahabatku."Lanjutnya kepada Gil.
"Tentu." Balasnya.
"Good, gue balik." ucap Adela meninggalkan mereka.
"Istirahatlah kau sudah banyak bertingkah." Ucap Gil.
"Baiklah, emm Gil."
"Hmmm."
"Terimakasih."
"It's okey sweetheart." ucap Gil.
Dan Alesya mulai beristirahat karena, memang dia sudah sedikit pusing tadi tapi sahabatnya masih ada disana. Karena tidak enak, Alesya memaksakan untuk terlihat baik-baik saja.