
Kedatangan seorang Gilbert di perusahannya menjadi pusat perhatian bagi kaum hawa, paras yang nyaris sempurna dengan penuh wibawa Gil melangkah menuju ruangannya.
GIAR Company adalah perusahaan real estate raksasa dunia. Gil yang di angakat oleh Giovano Rodrigez COE sebelumnya menjadi penerus CEO selanjutnya pada usaianya yang masih muda yaitu 20 Tahun. Sejak kecil Gil memang di didik sangat keras oleh Grandpa-nya karena, sebagai penerus tunggal satu-satunya keturunan Rodrigez harus menjadi pemenang dalam segala hal. Bukan hanya itu, bisnis gelap keluarganya pun jatuh kepadanya, sudah tidak heran lagi Gil diberi tittle Billionaire termuda dan tertampan pada saat ini.
"Selamat pagi Mr.Rodrigez, tadi seseorang yang bernama Amer menghubungi saya. Katanya Nyonya Alesya ingin mengatakan sesuatu dan meminta anda untuk mengubunginya kembali." Tutur Valen sekertarisnya dan hanya di jawab dengan anggukan saja oleh Gil.
Memang begitulah sikap Gil, sangat dingin dan datar. Namun mereka tidak memperdulikan itu dan malah berpikir bahwa sikap Gil yang seperti ini membuar mereka penasaran dengan dirinya.
Setelah Gil berada di ruangannya dia segera menghubungi telepon rumah.
"Ada apa?"
"........"
"Tadi kau menyuruh sekertaris ku untuk menghubungimu ada apa?"
"........"
"katakan."
"........"
"Supir ku akan mengantarmu dan jangan mencoba kabur lagi dariku." Ucap Gil langsung menutupnya begitu saja kemudian terkekeh berbarengan dengan masuknya seseorang.
"Aku tidak salah lihat kan, seorang Gilbert tersenyum." Ucap Niel menggoda Gil.
"Apa kau?"ketus Gil. Yang masuk adalah Niel padahal mereka baru saja bertemu di markas.
" Ohoyy Gil apa karena Gadis itu?"Ucap Niel menaik turunkan alisnya.
"Mau apa kau kemari mengganggu saja." Ucap Gil langsung.
"Santai bung, Anthony memberikannya kepadaku dia sedang ada urusan lain." Ucap Niel menyodorkan Map kepada Gil.
"Sialan." Ucap Gil kemudian
"Kenapa?"
"Kau ingat laporan yang Anthony katakan, seseorang yang telah mengawasi Alesya. Dia adalah Samuel."
"What..mau apa dia mengawasi gadis itu."
"Aku harus bertemu dengannya."
"Apa Anthony tidak salah?"
"Dia tidak pernah memberikam aku informasi murahan Niel.Akan ku tanyakan apa maksudnya ini."
"Baiklah, Akan ku atur pertemuan kita."
"Apa maksudmu dengan kita?"
"Aku, kau, Marvel dan samuel."
"Kenapa kalian harus ikut, ini urusanku."
"Mungkin kita akan mengadakan reuni."
"Brengsek kau, biar aku saja yang bertemu dengannya Niel."
"Dengar, sebenarnya ada sesuatu yang harus kau tahu mengenai sam, aku akan menjelaskannya nanti saat kita kumpul."
"Apa yang aku tidak tahu, apa kau menyembunyikan sesuatu dariku." ucap Gil mengintimidasi Niel yang merasa sedikit tegang karena tatapan Gil mulai berubah dingin.
"Akan ku katakan nanti, jadi jangan menolak okey." ucap Niel berusaha santai.
"Lakukan sesukamu Niel."
"Of course." Ucap Niel kemudian merebahkan diri si sofa kantor milik Gil.
"Enyahlah, jangan mengotori sofaku. Bukankah urusanmu disini sudah selesai." usir Gil.
"Tega sekali kau, aku belum istirahat. Kau tahu setelah dari markas, Anthony menelponku untuk laporan sialanmu dan, begitu beruntungnya aku menabrak mobil nenek lampir cerewet itu. Rasanya kepalaku ingin pecah mendengar ocehannya, jadi biarkan aku beristirahat sejenak disini." tutur Niel.
Pasalnya Niel menabrak belakang mobil seseorang karena mengantuk dan berakhir dengan ocehan cerewet gadis itu.
...........
"Akhirnya aku bisa pergi ngampus juga." Ucap Alesya yang sedang menuju kampusnya diantat sopir dan seorang bodyguard suruhan Gil.
Baru saja Ale menginjakan kaki di koridor kampus, suara teriakan menggema memanggil namanya.
"ALEEEEESSSSYYYAAA..." siapa lagi kalau buka kedua sahabatnya itu.
"Lo ngampus lagi, gue kangen bwanget tau gak." Ucap Audrey
"Lo baik-baik aja kan, dia nggak jahatin lo kan?" Tanya Adela.
"Berisik ihh, Aku baik-baik aja kok." Balas Ale
"Itu siapa?" Ucap Audrey yang menunjuk kebelakang Alesya karena aneh melihat pria sangar terus saja berdiam tanpa ekspresi di belakang Alesya.
"Bodyguard suruhan dia." ucapku lesu
"Ribet banget, lo gak risih apa di ikutin mulu mana mukanya datar banget lagi, takut gue." ucap Audrey.
"Hussss Rey jangan ngomong gitu nggak baik ada orangnya." ucap Ale.
"Iya maaf..maaf ." Balas Audrey.
"Sebenernya risih sih, cuman daripada nggak kuliah mending turutin aja." Ucapku.
"Yaudah ke kelas yuk, bentar lagi Pak Jemes masuk takut telat ntar kena hukum. Mana tuh Dosen killer." Ucap Adela.
"Yuk." Mereka berjalan beriingan menuju kelas dengan seorang bodyguard yang mengekorinya di belakang.
"Ehh om.. emm jangan masuk yah tunggu di depan atau ke kantin aja. Aku nggak akan kemana-mana kok." Ucap Alesya
"Tapi.."Balasnya.
" Tak apa, nggak akan ada yang jahatin aku kok tenang aja."Potong Ale.
"Heem, lagian ada kita-kita ini yang jagain." Ucap Audrey.
"Baiklah, saya akan menunggu di sini. Jika Nyonya perlu sesuatu atau ada yang mengganggu anda hubungi saya." Tuturnya.
"Yaudah yu guys, bye om." Ucap Audrey
"Ehhh buset, Si Ale di panggilnya Nyonya udah kaya majiakannya aja." Ucap Adela.
"Iya Le, lo sebenernya di anggep apa sih sama dia tahanan atau istrinya bingung gue." timpal Audrey.
"Hahaha aku juga udah bilang sama mereka jangan panggil kaya gitu, aku bukan nyonya disana, tapi mereka kekeh buat panggil." Ucapku.
"Gapapalah siapa tahu jadi nyonya beneran kan." Ucap Adela asal.
"Apaan sih, halu nya ke tinggian kamu."Ucap Alesya.
Pembicaraan mereka terpotong karena Mr. jemes sudah masuk dan memulai mata kuliah.
..........
Di GIAR company Gil kesal dengan sahabatnya itu, Niel benar-benar menggunakan ruangan Gil untuk beristirahat.
Kemudian dia teringat dengan Alesya, segera Gil menghubungi bodyguard yang di tugaskan untuk menjaga Alesya.
" Dimana?"
"Saya sedang berada di kampus Nyonya Alesya tuan."
"Diamana dia?"
"Nyonya sedang mengikuti kelasnya, dan saya menunggu di luar."
"Awasi dia jangan sampai kabur." ucap Gil kemudian menutup panggilannya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.