My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 75



Sesuai jadwal, mereka sekarang sedang dalam pesawat menuju Maldives, keindahan di sana sangatlah menawan. Pesona laut yang menyejukan mata, banyak traveling yang nemburu negara ini.


Kini Alesya sedang tertidur di sampingnya, sebenarnya Gil keberatan jika harus pergi honeymoon ke berbagai negara dan hanya tinggal beberapa hari saja. Tapi, Alesya mennginginkannya. Untung saja Dia setuju jika Brazil lain kali untuk di kunjungi. Gil merasa itu terlalu banyak, dan takut berdampak bagi kesehatan Alesya.


Sembilan jam mereka mengudara dan sekarang sudah tiba di airport Hanimaadhoo, tanpa menunggu lama. Alesya sudah tidak sabar ingin segera sampai, Maldives adalah salah satu negara impian yang ingin Ia kunjungji.



"Whoaaa, ternyata lebih indah dari yang aku lihat di majalah." Ucap Anutias Alesya.


Gil hanya memperhatikan istirnya di belakang dengan memasukan kedua tangannya kedalam kantung celanao moacca miliknya.


"Kita akan menginap diamana? " Tanya Alesya sudah menghadap Gil.


"Ayo ikut aku sweetheart." Jawab Gil sambil merangkul pinggang ramping Alesya.



"Benar-benar indah, aku sudah tidak sabar untuk berenang."


"Tidak boleh." Larang Gil.


"Kenapa?" Tanya Alesya tidak suka.


"Pasti kamu akan menggunakan bikini sexy, aku melarangmu. Berenanglah di kolam renang dalam." Ucap Gil.


"Astaga sayang, apa yang ada di pikiranmu. Tentu saja aku akan berenang disni, tidak untuk di pantai sana." Jelas Alesya mrmbuat Gil tersenyum kikuk.


"Baguslah, aku tidak rela jika harus membagi miliku dengan yang lain meski titik."


"Berlebihan."


"Memang itu kenyataannya sweetheart."


"Jadi apa yang akab kita lakukan sekarang?" Tanya Alesya.


"Bersihkan dirimu dan kita akan makan malam, aku mau mengurus sesuatu dulu." Ucap Gil.


"Kemana?"


"Jangan banyak bertanya sweetheart, cepat bersiap dan kita makan malam." Ucap Gil kemudian mencium pucuk kepala Alesya. "Aku pergi dulu." Dan Gil benar-benar pergi, Alesya tidak banyak berfikir dan memilih membersihkan diri.


Setelah selesai Alesya mengecek kopernya, apakah ada pakaian pantai yang sedikit pantas di kenakan. For your information, ternyata Mom membekali banyak lingerie dan pakaian sexy lainnya. Hampir tidak ada yang tertutup, meskipun sudah Gil adalah suaminya tapi Alesya tetap merasa malu.



Pilihannya terjatuh pada dress pantai warna kuning, memang sedikit terbuka tapi di bandingkan dengan yang lain dress ini yang paling sedikit terututup.


Setelah mematut diri di cermin, Gil belum juga kelihatan. Akhirnya Alesya memutuskan keluar dan menikmati senja di balkon kamarnya.


"Huftt, Mom, Dad, Akhirnya aku bisa pergi ke tempat impian ku bersama Gil orang yang ku cintai. Kalian tenang saja, dia adalah pria yang bertanggung jawab yang sangat mencintaiku. Katakan pada tuhan, aku meminta kebahagian selalu menyertai kami." Monolog Ale.


Tak sadar Gil sudah masuk dan memperhatikan Alesya yang terlihat sangat cantik dengan dress pantai kuningnya, rambut panjang indah Ia gerai. Gil bertekad dalam hatinya untuk menjaga mutiara cintanya dengan nyawa sekalipun, Alesya adalah wanita yang baik, polos, dan penyabar. Dia beruntung mendapatkannya.


Gil maju perlahan dan memeluk Alesya dari belakang, di hisapnya dalam-dalam wangi rambutnya.


"Gil, darimana saja?" Tanya Alesya yang kaget saat Gil memeluknya dari belakang.


"Menyiapkan sesuatu untuk kita."



"Aku bersiap di kamar lain." Jawab Gil.


"Kamar lain?" Tanya Alesya menyelidik.


"Jangan berpikiran yang tidak-tidak, aku hanya berganti baju dan membersihkan diri."


"Baiklah Aku percaya."


"Kamu sudah bersiap?"


"Tentu, jangan marah karena aku berpakain terbuka seperti ini. Baju di koper yang sedikit lebih baik hanyalah ini."


"Tidak masalah, karena kali ini tidak akan ada siapapun yang mengganggu kita." Ucap Gil.


"Memangnya kita mau kemana?"


"Ayo, sebaiknya kita pergi agar kamu tak penasaran."


Akhirnya mereka pergi, hanya berjalan kaki. Sambil menikmati angin senja, menyusuri jalan di atas air.


"Sepi sekali." Gumam Alesya.


"Memang." Singkat Gil.


Selebihnya Alesya tidak bertanya, mereka hanya diam dan sesekali berlari kecil mengerjai Alesya.



"Again Gil, kita sudah melakukan dinner di berbagai Negara." Ucap Alesya sambil tertawa.


Gil menarik kursi mempersilahkan Alesya duduk, terkesan sangat romantis.


"Terimakasih." Ucap Ale.


"Apapun untukmu sweetheart." Balas Gil.


"Apa kamu memasak lagi?"


"Kali ini tidak, aku hanya meminta mereka untuk menyiapkan menu dinner kita."


"Ternyata Gilbert orang yang sanagat romantis."Ucap Alesya.


" Untuk orang yang ku cintai."Balas Gil meraih tangan Alesya dan di kecupnya singkat.


"Mari kita makan,aku benar-benar sudah lapar."


"Tentu, selamat makan."


Menyantap makanan dengan suasana ini baru bagi keduanya, hening tidak ada pembicaraan. Hanya denting sendok beradu yang terdengar, angim semilir dan warna langit yang sudah berubah jingga membut suasana semakin romantis.


Setelah selesai mereka tidak kembali ke kamar melainkan duduk di atas pasir melihat hamparan luas dengan deburan ombak yang terdengar berirama syahdu. Menikamati kebersamaan satu sama lain, bebera jam mereka habiskan hanya sekedar menikmati pantai.


Sesampainya di kamar Alesya langsung merebahkan tubuhnya yang terasa lalah, padahal jaraknya sangat dekat. Gil yang melihat itu tidak protes, malah dia melakun hal yang sama. Berbaring di samping Alesya dan memeluknya dari belakang.


"Sweet dreams sayang." Ucap Gil sebelum mimpi membawanya pergi.