My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 43



BRAAKKK.....


Sebuah mobil SUV hitam berhenti setelah merasa menabrak sesuatu, pria itu keluar dengan tergesa. Seorang wanita tergeletak disana dengan darah yang mengalir di sekitar kepalanya.


"Tuan sepertinya kita menabrak seorang wanita." Ucapnya panik.


"Kau ini bagaimana hah, ceroboh sekali. Cepat bawa ke rumah sakit." Perintahnya.


"Baik tuan." Balas pria itu yang ternyata seorang supir, dengan cepat dia menggendong dan membawanya kedalam mobil.


Beberapa menit mereka sampai di sebuah rumah sakit terdekat, sekarang Alesya sedang di tangani oleh dokter di dalam.


"Bagaiman Dok keadaan gadis itu?" Tanyanya.


"Tidak ada hal yang serius, hanya pergelangan kaki kanan yang mengalami cedera dan luka-luka kecil yang membuatnya akan sedikit sulit untuk berjalan. Selebihnya hanya luka ringan dan beberapa memar di sekitar wajah dan kakinya." Jelas Dokter.


" Syukurlah, apa saya boleh melihatnya?"


"Silahkan, kalau seperti itu saya pamit dulu." Setelah keperigan Dokter, Pria itu masuk kedalam ruang rawat untuk melihatnya.


Berbarengan dengan masuknya Pria itu, Alesya terbangun merasa pening di kepalanya.


"Aku dimna?" Ucap Alesya lirih.


"Syukurlah, Kamu sudah sadar. Maafkan supirku yang menabrakmu saat di jalan tadi." Ucap Pria itu mendekati Alesya.


"Tidak apa, terimakasih sudah menyelamatkanku tuan..."


"Jerry, panggil saja paman Jerry." Balsnya cepat.


"Paman Jerry terimakasih sudah membantuku keluar dari hutan itu." Ucap Alesya tulus.


"Apa Kamu punya keluraga yang bisa di hubungi untuk menjemput kemari?"


"Astaga, Aku harus menghubunginya. Pasti Dia sangat khawatir sekarang." Ucapnya dan berusaha untuk bangkit namun, kepalanya begitu pusing.


"Arhhhgg.." Rintih Ale.


"Kau tak apa, akan Ku ambilkan." Tawar Jerry.


"Emmmm...tolong ambilkan tasku." Ucap Alesya.


"Ini." Jerry menyodorkan tasnya dan membantu Alesya untuk bersandar.


"Terimakasih." Kemudian Alesya mengambil ponselnya yang untungnya masih menyala dan, langsung menghubungi Gil.


"Hallo.." Ucap Alesya.


"......."


"Iya ini Aku Alesya, bisakah kamu menjemputku di rumah sakit.."


"Brench Saugarties." Ucap Jerry.


"Rumah sakit Brench Saugarties, jika ingin bertanya nanti akan Aku ceritakan."


"......."


"Iya, cepatlah."


"......"


"Hemmm." Gumam Alesya mengakhiri sambungan telponnya. "Dia akan kemari menjemputku Paman." Lanjutnya.


"Syukurlah, siapa?" Tanya Jerry.


"Kekasihku." Balas Alesya senang.


"Baiklah jika seperti itu, Paman harus pergi karena kekasihmu juga akan segera kemari."


"Terimaksih sekali lagi paman jerry."


"It's okey, ini juga karena kesalahan supir ku yang tidak becus berkendara."


"Haha ini adalah sebuah keberuntungan bagiku sekaligus masalah bagi supir paman karena, harus menabrak seseorang bukan begitu ?"


"Kamu bisa saja, yasudah Paman pergi sekarang. Semoga kita bertemu lagi nona."


"Alesya." Sahut Ale memperkenalkan namanya.


"Yahh Alesya, paman pamit dulu. Cepatalh sembuh dan maaf membuatmu berada di tempat ini."


"Tak apa paman, terimakasih dan berhati-hatilah katakan pada supir mu agar lebih berhati-hati lagi." Pesan Alesya.


"Tentu, akan aku sampaikan nanti, sampai jumpa Alesya."


"Sampai jumpa kembali." Balas Alesya dan Jerry sudah keluar dari ruangannya. Alesya kembali merebahkan tubuhnya untuk beristirahat dan, menunggu Gil datang.


...............


Gil sudah sampai di lokasi yang diberitahu Marvel dan, dengan cepat mereka menyebar mencari Alesya. Sudah hampir satu jam melakukan pencarian namun, tidak juga menemukan keberandaannya.


Dengan tergesa Anthony menghampiri Gil terlihat membawa sesuatu di tangannya, sebuah sepatu wanita yang pasti itu adalah milik Alesya.


"Iya ini milik Alesya dan, dimana Dia sekarang ? kenapa kau tidak bersamanya Anthony?" Cecar Gil marah.


"Maaf tuan, kami tidak menemukan Nyonya Alesya dimna pun. Hanya saja, salah satu dari kami menemukan sebuah mansion tua di dalam hutan ini." Jelas Anthony.


"Shit, cari Alesya sampai ketemu. Aku tidak perduli, temukan Dia dengan cepat atau kalian tahu akibatnya." Murka Gil.


"Baik tuan, Saya permisi untuk melanjutkan pencarian." Pamit Anthony.


"Gil, sepertinya Alesya sudah tidak ada di hutan ini. Sebaiknya kita pergi menemui Marvel dan Sammy, biarkan anak buahmu mengawasi tempat ini. Aku dengar ada sebuah mansion dalam hutan, pastikan semuanya terawasi. Aku curiga mansion itu tidak sengaja di buat kosong." Ucap Niel.


"Baiklah, perintahkan mereka untuk mengawasi tempat ini dan, laporkan apapun yang kalian curigai kepadaku." Perintahnya pada salah satu kepala bodyguard yang sedari tadi berada di dekatnya.


"Baik sir."


"Aku dan Niel akan pergi menemui Marvel." Ucap Gil kemudian pergi bersama Niel dan beberapa bodyguard yang mengikuti di belakang.


Tengah malam Gil dan Niel baru sampai di markas, disana Sam dan Marvel terlihat sedang fokus memperhatikan layar di depannya.


"Marvel apa yang kau temukan?" Tanya Gil yang baru saja datang.


"Selena, Dia bertemu Alesya dan membawanya pergi."Jelas Marvel.


" Kemana?"


"Entahlah, dari GPS yang ku lacak dari plat mobilnya. Memang sebuah hutan dan, berada di tengah hutan tepatnya."


"Apa.ada hubungannya dengan sebuah mansion yang di temukan anak buahmu Gil." Ucap Niel.


"Mansion?" Sahut Sam bertanya.


"Yah, mansion tua yang terlihat kosong." Balas Niel.


"Sialan, Apa bisa meretas ponsel milik Alesya?" Tanya Gil.


"Akan ku coba." Jawan Marvel.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Marvel melakukannya, Dia sudah berhasil meretas ponsel milik Alesya.


"Gotcha.."Teriak Marvel.


" Bagaimana?"Tanya Gil.


"Rumah sakit Brench Saugarties, Apa kita akan kesana sekarang juga?" Tanya Sam.


"Kurasa, Aku, Sam dan Niel akan pergi sekarang dan, Kau terus pantau pergerakan Alesya melalui GPS ponselnya." Ucap Gil kemudian mereka pergi meninggalkan Marvel yang setia dengan layar tipis di depannya.


Hanya membutuhkan waktu satu jam lebih untuk sampai di Saugarties, tiba-tiba ponsel Gil berdering.


"Hallo.." Ucap Alesya di seberang sana.


"Alesya? Kamu dimana sweetheart. Aku sedang di perjalanan menjemputmu, apa yang terjadi? Aku ingin semua jelas Alesya. Kau membuatku khawatir." Gil berucap dengan perasaan campu aduk.


"Iya ini Aku Alesya, bisakah kamu menjemputku di rumah sakit.."


Terdengar suara pria di sana menyebutkan alamat rumah sakitn. Gil menaikan sebelah alisnya ketika mendengar seorang lelaki sedang bersama Alesya sekarang.


"Rumah sakit Brench Saugarties, jika ingin bertanya nanti akan Aku ceritakan."


"Iya Aku sudah tahu, tunggulah sebentar lagi sampai."


"Iya, cepatlah."


"Yausudah, terus nyalakan ponsel mu. Sepuluh menit lagi Aku sampai.


"Hemmm." Sambungan diakhiri oleh Alesya sepihak


"Cepatlah Alesya sudah menunggu disana." Kesal Gil tidak sabaran.


Niel hanya diam tidak banyak berbicara karena, Dia tahu jika Gil sedang di kuasai amarah akan berubah seperti vampir yang haus akan darah, menakutkan.


Sepuluh menit berlalu, rombongan Gil datang menjadi pusat perhatian disana.


"Apakah ada pasien yang baru saja masuk, seorang wanita masih muda?" Tanya Niel setelah berinisiatif mengahampiri meja resepsionis rumah sakit.


"Atas nama jerry berada di ruangan Flower lantai 2C." Ucap nya.


"Jerry? Apa Kau tidak salah. Aku menanyakan seorang perempuan bukan laki-laki." Kesal Niel.


"Tapi..." Ucapn Niel terpotong begitu Gil berjalan melewatinya.


"Hei Gil, kau mau kemana?" Teriak Niel sambil mengikutinya di belakang.


"Bertemu kekasihku, apalagi."


"Tahu darimana?"


"Marvel memberi tahu ku."


"Niel bodoh." Sahut Sam.


Rombongan Gil berjalan dengan tergesa menaiki lift menuju lantai dua, begitu mencolok. Beberapa bodyguard mengekorinya berjalan dengan pakaian serba hitamnya, semua yang ada disana sudah tahu bahwa itu adalah Gilbert Alejandro Rodrigez billionaire muda.