My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 49



Qila dan Selena sudah duduk di sebuah cafe yang lumyan tidak ramai di datangi pengunjung, Sam hanya memantau di dalam mobil.


Saat pertama kali bertemu keduanya memanpakan reaksi keterkejutan, bayangkan saja Qila yang hilang ingatan lalu mengetahui bahwa dia memiliki kembaran yang sekarang berada di hadapannya. Semuanya nyaris sama tidak bisa di bedakan, mungkin seperti yang di katakan Alesya dan Sam. Cara berpakaiannya yang bisa membedakan mana Qila dan Selena.


"Ekhmm namamu Selena bukan?" Tanya Qila memulai percakapan.


"Yah."


"Apa kau senang bertemu lagi denganku?"


"Luamyan."


"Kenapa kau seperti tidak suka padaku Selena?"


"Tidak, aku memang selalu seperti ini jika kau ingin tahu." Ketus Selena.


"Ohh maafkan aku."


"Ku dengar kau Amnesia?"


"Iya, sejak di temukan oleh orangtua angkatku. Katanya Aku mengalami kecelakaan dan mengakibatkanku amnesia."


"Lama sekali, kau tidak mengingat apapun?"


"Tidak, namaku saja tidak ingat. Dan aku baru tahu saat Mom mengelkan aku dengan temannya, kami di jodohkan. Namun saat itu Gil malah menyebutku dengan Selena dan, dari sana aku tahu Kau adalah kembaranku Selena." Jelas Qila.


"Gilbert dari keluarga Rodrigez, kau di jodohkan dengnnya?" Tanya tidak percaya Selena.


"Iya, tapi tidak jadi. Gil sudah mempunyai kekasih dan akan segera menikah."


"Pasti dengan wanita sialan itu." Cibir Selena.


"Kenapa kau terlihat membencinya, bukankah kau sendiri yang membuat hubungan kalian hancur."


"Jaga bicaramu, kau tidak tahu apapun tentangku. Dan, darimana kau tahu hal ini?"


"Gil yang menceritakannya, emm Selena. Apa aku boleh tahu siapa keluarga kandungku?" Tanya Qila memohon, Dia benar-benar ingin tahu.


"Untuk apa, bukankah kau sudah punya keluarga baru." Ada nada tidak suka yang Selena keluarkan dan, Qila tahu itu.


"Iya aku memang sudah menganggap keluarga angkatku seperti keluargaku sendiri.."


"Yasudah untuk apa kau mengetahuinya " Potong Selena.


"Apa salah, Aku hanya ingin tahu Selena. Selama aku terbangun dan tidak mengingat siapapun bahkan namaku saja aku tidak tahu, Aku kesal dan marah kepada diriku sendiri. Aku berusaha mengingat tetap saja tidak bisa, kau kira hidupku bahagia selama ini hah? Salah, aku prustasi. Setalah orangtua angkatku mengatakan bahwa aku hanyalah anak yang di temukan tergeletak di pinggir trotoar dan hilang ingatan, saat itu juga aku mulai merasa bahwa tuhan tidak adil. Kenapa ingatanku tidak pernah kembali, setiap aku berusaha mengingat yang aku dapatkan hanyalah rasa sakit di kepala." Ucap Qila mengeluarkan segala beban yang Ia pendam selama ini.


"Aku mohon Selena, setidaknya jika aku tidak bisa mengingat kembali. Aku sudah tahu siapa keluarga kandungku, please." Lanjut Qila yang sudah menangis sejak menjalaskannya tadi.


"Okey, berhubung kau kembaranku. Jadi aku masih menghargai keinginanmu, setelah mendengar ceritamu tadi aku jadi kasihan." Ejeknya.


Qila hanya menghiraukan ucapan Selena yang sangat jelas tidak suka dengannya tapi, Ia harus tahu siapa keluarganya.


"Namaku adalah Selena Vaines Maures dan, kau Syela Veines Maures. Kita lahir kembar dari seorang ibu yang aku sangat menyesal karena telah dilahirkan dari rahim yang sama dengamu dan, aku membencinya. Aubrey Maures dan David Maures adalah orangtua kita." Jelas Selena.


"Namaku Syela?" Ulang Qila.


"Kau tidak dengar, aku tidak suka mengulang."


"Kenapa kau membenciku?"


"Apa aku berkata seperti itu tadi?" Selena balik bertanya.


"Tidak, hanya kelihatannya kau sangat tidak suka padaku."


"Hemm mungkin saja."Ucap Selena acuh.


"Terserah."


"Kenapa?"


"Karena kau, aku harus tinggal bersama paman."


"Maksudmu?"


"Aku bersyukur kau lupa ingatan dan, tidak ditemukan, setidaknya aku jadi anak satu-satunya di keluarga Maures dan mendapatkan kasih sayang grandpa lagi."


"Hanya grandpa?"


"Ya karena aku benci wanita itu." Jawab Selena.


"Dia Mom kita Selena."


"Aku tak perduli, dia jadi gila hanya karena kehilanganmu. Sudah dapat dilihat bukan, mungkin jika aku yang pergi dia tidak akan mati."


"Mom...Mommy sudah meninggal?" Tanya Qila terkejut ternyata kedua orangtuanya sudah tidak ada.


"Hmm, bodoh.Dia selalu menyakiti dirinya sendiri karena depresi kau tidak ada di sisinya. Padahal aku sudah berusaha ada untuknya tapi, yang selalu ditanyakan " Lena, mana Ela. Apa dia sudah pulang, Mom sangat merindukannya."Jelas Selena.


"Kau memang tidak berperasaan Selena, Mom adalah ibumu."Qila tidak menyangka Selena setega itu.


"Apa peduliku, dia saja selalu menanyakanmu tanpa pernah melihat aku yang selalu ada disampingnya. Dia tidak pernah perduli padaku Syela."


"Jadi mom pergi karena menyakiti dirinya sendiri?"


"Mungkin." Jawab Selena singakat.


"Semua ini karenamu Selena, jika kau tidak iri padaku mungkin Mom masih ada." Ucap Qila sambil terisak.


"Tunggu, apa kau yang.."Lanjut Qila.


"Iya itu aku, yang meminta paman kesayangku menyiksa dan membuangmu ke jalanan agar kau tidak pernah kembali lagi menjadi pengganggu dalam hidupku."


"Aa....apa, kenapa kau tega sekali?" Tanya Qila yang sudah menagis karena, tidak menyangka kembarannya akan berbuat seperti itu.


"Hah, karenamu aku selalu saja di salahkan, tidak diperhatikan oleh Mom sejak Dad meninggal. Syela, Syela, Syela dan Syela, aku muak mendengarnya. Kau tahu, semua orang lebih menyayangimu padahal, kita sama. Apa masih ingat, ahh tidak kau kan amnesia. Biar aku beri tahu, saat kau tidak sengaja memecahkan guci kesayangan grandpa lalu kabur dan, sialnya aku yang berada disana menjadi bahan amukannya. Aku ditampar dan kau melihat itu semua tidak membelaku sama sekali." Ucap Selena emosi.


Qila merasakan pusing sedari tadi Selena menjelaskan, ingatannya mulai kembali secara acak.


"Arghhhh..." Rintih Qila.


Sam yang mendengar itu, langsung datang menghampiri mereka berdua. Kenapa Sam bisa mendengar? karena tadi sebelum Qila masuk, dia diam-diam menyimpan Chip record tipis, sangat tipis sehingga tidak terlihat. Dan, ia pasang di punggung Qila saat Sam pura-pura memluknya di dalam mobil.


"Qila." Teriak Sam menghampirinya.


"Sam." Selena terkejut karena Sam berada disini dan, Ia tidak suka melihat orang yang sudah dekat denganya bersama Qila.


"Sakit Sam, kepalaku...Arghhhh." Ucap Qila.


"Sebaiknya kita kerumah sakit." Insiatif Sam dan membantunya berdiri.


"Sam, kepana kamu harus membantunya. Dia pasti berpura-pura, Sam." Selena mencoba mengambil perhatian Sam.


"Diamlah, apa kau tidak melihatnya hah. Ayo Qila.."Ucap Sam menghiraukan Selena dan buru-buru menggendong Qila.


" Sial, dia selalu saja menjadi penghalang bagiku."Rutuk Selena.


Selena tidak tahu karena, amarahnya pada Qila. Dia sudah membocorkan siapa keluarganya dengan jelas, Sam yang mendengarnya tadi pun sangat terkejut.