My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 53



One months later


Hari bahagia bagi Marvel dan Adela sudah berlalu, kini giliran Gilbert yang mendapat moment paling dinantinya seumur hidup. Pernikahan, Dia akan melangsungkan pernikahan yang sangat Alesya inginkan. Semua dekorasi, dan tema apapun itu Ale yang tentukan.


Sekarang, Alesya bersama Gil sedang di butik langganannya tentu saja siapa lagi kalau bukan madan Jenny. Mom Bela bersana Audrey ikut menemani dan, jangan lupakan Niel yang selalu saja terlihat. Sepertinya mereka tidak hanya sekedar teman karena, mobil Audrey yang sudah selesai diperbaiki tapi Niel masih mengantar jemputnya.


"Jenny apakah rancangan gaunnnya sudah selesai?" Tanya Bela.


"Tentu saja, mari kau harus mencobanya dulu Alesya." Jawab jenny.


Alesya di bantu jenny dan para asistennya memabantu memakaikan gaun indah itu padanya, sangat pas sekali. Bela meminta jenny untuk merancang dua gaun untuk acara pernikahan dan resepsi.


"Astaga kau cantik sekali, gaunnya sangat pas di tubuh indahmu ini sayang." Puji Bela padanya.


"Benar Mom Bela, Alesya pasti akan menjadi pengantin paling cantik." Sahut Audrey.


"Kalian melebih-lebihkan, gaunnya saja yang sangat indah." Balas Alesya.


"Apa kau ingin Gil melihatnya?" Tanya Jenny.


"Tidak, nanti saja. Aku ingin Gil melihatnya saat pesta pernikahan kami saja." Ucap Alesya.


"Yayaya...terserah anda saja tuan puteri. Aku yakin Gil pasti menurut saja padamu Ale." Ucap Audrey.


"Tak apa Rey, mungkin Alesya ingin membuat anakku terpesona padanya." Sahut Mom.


"Haha benar." Balas Alesya.


Disaat para wanita sibuk mencoba gaun, Gil dan Niel terlihat mengobrol dengan serius.


"Anthony mendapatkan informasi yang kurasa kita sudah menunggunya sejak lama." Ucap Niel.


"Katakan." Singkat Gil.


"Sebelum.berbicara kesana, aku masih bingung kenapa Jerry diangakat menjadi CEO baru di perusahaan Victor tanpa pesta. Dan bukankah kita akan melancarkan rencana pada saat pesta pengangkatan CEO baru?"


"Memang ini sangat jauh di luar prediksi, tidak masalah. Kita bisa melancarkan rencana kita di waktu yang tepat."


"Hmmm, terserah kau saja."


"Jadi apa?"


"Mengenai Victor dan Jerry, sebaiknya kita harus membicarakannya bersama yang lain."


"Oke, setelah pulang dari sini. Aku ingin cepat selesai sebelum pernikahanku."


"Hemmm."


"Sayang, Kita sudah selesai mencoba gaun yang akan di pakai Alesya." Panggil Mom Bela yang baru saja datang bersama Ale dan Rey.


"Kenapa Mom tidak memberitahuku, Aku ingin melihat Alesya memakainya." Protes Gil.


"Aku yang meminta untuk tidak di perlihatakan kepadamu Gil, jangan salahkan Mom." Sahut Alesya menghampiri Gil dan mendapat rangkulan darinya.


"Kenapa, Aku ingin melihatnya sweetheart?"


"Nanti juga kamu akan melihatnya saat pesta perinkahan kita." Jawab Alesya.


"Kamu ingin membuatku penasaran rupanya." Ucap Gil sambil mencoleh hidung Alesya.


"Biarkan." Balas Ale.


"Nakal sekali wanitaku ini."


"Terserah Aku saja."


"Stop it, kenapa kalian malah bermesraan disini. Sungguh tidak menghargaiku saka sekali." Protes Niel.


"Berisik sekali, sebaiknya Aku akan Mom dan Alesya pulang. Ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan, tak apa kan?" Ucap Gil.


"Tidak Apa sayang, maafkan Mom. Sebaiknya kau antarkan Alesya saja, Mom harus bertemu Marina."Balas Mom Bela.


" Baiklah, becareful Mom."Ucap Ale.


"Thanks sayang , Mom pergi dulu. Sampai jumpa semua." Pamit Bela.


"Emm Gil, jika kau ada urusan penting biarkan Alesya pulang bersamaku saja." Tawar Audrey.


"Mau pakai mobil siapa bodoh, kau kan pergi bersamaku." Sahut Neil.


"Hell, tidak." Tolak Niel.


"Iya benar yang di katakan Audrey, tak apa aku bisa pulang naik taksi ke apartment. Audrey yang akan menemaniku, ada beberapa hal yang akan kami bicarakan juga." Ucap Ale.


"Tidak sweetheart, kamu akan pulang bersama ku."


"Gil, ayolah sekali ini saja. Aku ingin menikmati waktu bersama sahabatku yah..yahh..yahh, bolehkan Gil?" Mohon Alesya dan tentu Gil tidak bisa menolak, apalagi Ale sudah memohon seperti ini.


"Baiklah, pakai mobil Niel. Kau bisa menyetir Rey?" Tanya Gil.


"Tentu." Jawab Audrey senang.


"Gil, apa-apan kau ini. Tidak, mobil mu saja." Sahut Niel.


"Aku tak yakin Audrey bisa menggunakan mobil super canggihku."


"Benar, aku tidak bisa. Kau pelit sekali Niel, bukankah kalian akan ada urusan bersama. Apa susahnya jika pergi berbarengan." Omel Audrey.


"Yasudah, awas saja kau. Jaga Whity, jangan sampai terkena lecet sedikitpun."


"Tenang saja, mobilmu akan akan aman bersamaku." Ucap Audrey.


"Oke, berangkat sekarang saja." Sahut Ale.


"Sweetheart maaf aku tidak bisa mengantarkmu pulang, hubungi aku jika sudah sampai." Ucap Gil.


"Tentu." Balas Alesya dan mendapat kecupan singkat dari Gil.


Setelah itu, mereka pergi ke tempat tujuan masing-masing. Hari ini Gil tidak membawa bodyguard nya, jadi mereka pergi tanpa penjagaan.


Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya bukan, kebahagian yang baru saja kita dapat mungkin tidak akan selamanya. Dan tergantikan oleh tangis dan kesedihan, yang mereka tidak tahu kapan akan terjadi.


Audrey dan Alesya merasa senang karena bisa pergi berdua tanpa pengawasan bodyguard ataupun gangguan Neil dan Gil yang selalu protective.


"Huftt... Akhirnya kita bisa terbebas dari para lelaki penguntit itu." Ucap Audrey.


"Hush...Kamu jangan gitu. Mereka itu melakukan yang terbaik buat ngejain kita, meskipun agak risih sih." Balas Alesya.


"Iya, udahlah nggak usah bicarain mereka."


"Andai aja ada Adela pasti seru."


"Iya Le, Si Adel kan udah married. Kita nggak bisa bebas kemana aja dan kenapa juga Mervel harus bawa Adela ke jepang."


"Rey, kan Adela istrinya Marvel. Ya wajarlah, Aku juga kalo.udah nikah nanti bakal nurutin apa kata suami ku."


"Iya iya deh, Adela udah sold out.Sebentar lagi kamu juga Le, Aku kapan yah. Males kuliah kalo nggak ada kalian di kampus."


"Tenang aja Le, aku masih ngelanjutin kuliah kok."


"Yang bener, emang Gil izinin."


"Yah kita udah ngobrol masalah ini, dan dia setuju."


"Baguslah kalo gitu."


"Rey, maafin aku yah kalo udah jarang ngabarin kamu."


"Santai aja kali Le, kaya kesiapa aja. Kita kan sahabat, Aku ngerti kok. Apalagi sekarang kamu sibuk persiapin pesta kalian."


"Hehe iya makasih ya Rey."


"Udah aku bilangkan nggak ada kata terimaksih dan maaf di persahabatan kita Alesya."


"Iya iya deh."


Mereka menlajutkan perjalanan namun, saat Rey akan membelokan mobilnya ke arah kiri di perematan jalan. Sebuah truk besar melaju dengan kecapatan penuh dari arah berlawanan.


"Reyyy, awass." Teriak Alesya.


"AAAAAAAAAA...." mereka menjerit di saat truk itu sudah berada dekat di depan mobilnya.


BRAKKK


Audrey tidak sampat membanting stir untuk menghindar, alhasil tabrakan mobil itu terjadi. Mobil yang Alesya tumpangi terbanting jauh dan menabrak pembatas jalan, Audrey dan Ale sudah tidak sadarkan diri di dalam dengan bersimbah darah. Sebelum ada orang yang melihat ,anehnya pengemudi truk itu keluar terburu-buru tanpa terluka sediktpun.


Beberapa menit pengendara lain melihat kecelakaan ini dan segera menghubungi ambulance, memang jalan yang di lewati sedikit sepi. Setelah datang segeralah para medis membawanya kerumah sakit yang jaraknya lumayan agak jauh dari lokasi kecelakan.