My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 27



Sesuai yang di katan Gil kemarin Alesya sudah siap pergi dan sekarang sedang menunggu di ruang tengah. Sepertinya Alesya bangun terlalu pagi, sudah 20 menit Gil masih belum keluar dari kamar.


"Bodohnya aku tidak bertanya tepat jam berapa kita akan pergi."Ucap Alesya.


" Uhh sekarang sudah jam 9 dia belum juga datang...Arghhh apa aku yang tertinggal."Lanjut Ale sebal.


"Kau kenapa, ku kira kau masih di dalam." ucap Gil tiba-tiba dan, Ale kaget karena tidak menyadarinya.


"Aku.." ucapan Alesya terhenti karena melihat Gil yang begitu berbeda, terlihat lebih manusiawi dan tampan.


"Aku?" ulang Gil.


"Kau tampan." ucap Alesya tak sadar.


"Apa?" Ucap Gil pura-pura tidak mendengar.


"Hah...**...ttidak. Emm Gil apa akan pergi sekarang?" ucap Alesya mengalihkan pembicaraan karena malu.


"Iya." ucap Gil kemudian menggandeng Alesya berjalan keluar bersama.


"Mimpi apa aku semalam, kenapa dia berubah manis seperti ini." Batin Alesya heran.


Saat sudah sampai di lobby, seperti biasa mobil kesayangan milik Gil sudah terparkir tapi, kali ini tidak ada supir menemani.


Kemudian Gil membukakan Alesya pintu penumpang, sungguh romantis. Alesya makin terheran-heran sebenarnya kenapa Gil berubah.


Di perjalanan Alesya memberanikan diri untuk membuka pembicaraan, rasanya sangat canggung jika harus saling diam seperti ini.


"Emm Gil, apa kau masih marah denganku?" tanya Alesya hati-hati dan, Gil hayan diam saja fokus menatap jalanan.


"Sepertinya masih." Gumam Alesya.


"Aku tidak marah, hanya kesal kau melupakanku." Balas Gil.


"Hah, kau.. serius kau bicara seperti itu. Ini kau Gilbert, bukan orang lain kan?" Tanya Alesya.


"Memangnya siapa lagi." balas Gil.


"Aku tidak percaya kau berubah manis seperti ini, sungguh bukan dirimu Gil." Ucap Alesya.


"Terserah." singkat Gil.


"Kau tahu Gil, ternyata kau punya baju berwarna lain selain hitam dan abu-abu. Aku sampai bosan melihatmu selalu berpakaian dengan warna yang sama setiap harinya."


"Tutup matalah jika tidak ingin melihat." balas Gil


"Aku punya dua mata yang dapat berfungsi dengan baik, jadi mana bisa aku tidak melihatmu."


"Mudah, jangan pernah kau berada di sekitarku dan menjauhlah."Ucap Gil.


" Aku ingin, tapi kau terus saja menarikku untuk mendekat. kau tahu kurasa ini hanya rencanamu suapaya aku menjadi pelayan di rumah mu benarkan?" Tanya Alesya.


"Jika iya dan tidak bagaimana?"


"Jika iya berarti kau...kau ada niat jahat kepadaku, dan jika tidak berarti kau hanya kasihan." ucap Alesya..


"Pemikiranmu jelek sekali." Cemooh Gil.


"Jadi apa yang membuatmu berubah seperti ini tuan Gilbert?" tanya Alesya.


"Hanya ingin." balas Gil.


"Pembohong." Ucapnya.


"Apa terlihat seperti itu?"


"Mungkin." balas Alesya.


"Kau saja ragu dengan ucapanmu sendiri." Balas Gil.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk ternyata sahabatnya.


A Triplets 🐁


AudreyVB : kok nggak masuk le kenapa?


AdelaFH : Iya nih, lo sakit?


AlesyaMG : Nggak kok, Gil ngajak pergi kemarin jadi


nggak ngampus.


AudreyVB : Enak bener ya lo, nggak ngajak😔


AlesyaMG : Yaudah sini sama Adel, biar rame nggak


AdelaFH : Nggak usah ntar di usir...😪


AlesyaMG : Yaudah jangan deh.


AudreyVB : Jahad tau nggak😫


AlesyaMG : Minta kak Niel dong rey kan katanya udah


jadian.


AudreyVB : Idihhh kata siapa lo, nggak. Jangan nuduh


sembarangan, Lo kali yang udah jadian sama Gil. iyakan ngaku aja lo, kita udah pada tau ko. Iya kan Del?


AudreyVB : Del..


AudreyVB : Del, bales napa?


AdelaFH : Apaansih, orang sebelahan gini.


Kemudian Alesya tertawa karena balasan chet Adela.


"Mereka ada-ada aja deh." Batin Alesya.


"Seru banget." Ucap Gil.


"Heumm... iya Adela sama Rey nanyain kenapa aku nggak ngampus." balas Ale


"Oh." singkat Gil dan sekarang mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan, Alesya bingung kenapa Gil mengajaknya kesini.


Kemudian Gil turun terlebih dahulu dan membukakan Alesya pintu.


"Terimakasih." Ucap Alesya sambil kaluar dan kaget, tangan Gil merangkul pinggangnya.


"Sorry Gil, lepaskan." Ucap Alesya sambil mencoba melepaskan rangkulan Gil.


"Diamlah, jadilah seperti sepasang kekasih pada umumya." ucap Gil.


Mereka, tidak lebih tepatnya Gil dia berjalan tak tentu arah, tidak mengunjungi toko atau sekedar melihat-lihat dia hanya jalan, seperti tidak ada tujuan.


"Sebenarnya kita akan kemana Gil?" Tanya Alesya.


"Diamlah sweetheart." balas Gil setelah itu kami masuk ke sebuah toko perhiasan.


Gil langsung menuju pramuniaga untuk menanyakan apakah pesananannya siap.


"Atas nama Gilbert Alejandro Rodrigez." Ucap Gil menyebut namanya dan pramuniaga itu langsung menyodorkan satu paper bag.


"Silahkan tuan, jika ingin dilihat terlebih dahulu." Ucapnya.


"Tidak perlu dan ambil ini untuk membayar." Ucap Gil menyodorkan credit cardnya dan setelah proses pembayaran selesai kami keluar. Sepertinya Gil kesini hanya akan mengambil pesanannnya.


Saat kami sedang berjalan menuju basement tiba-tiba Alesya melihat Qila dan memanggilnya.


"Lihat Gil itu Qila, Qilaa hey.." ucap Alesya sedikit berteriak dan orang yang Ale panggil Qila itu menoleh dan terlihat kaget.


"Gil ayo kesana, aku ingin menyapa Qila." ucap Alesya namun, Gil. Dia terlihat senang karena telah menemukan Selena, yah dia adalah selena cinta pertama sekaligus yang membuatnya seperti ini.


Tanpa Alesya tahu dia adalah orang yang berbeda tapi. Gil dapat dengan mudah mengenalinya karena memang sangat terlihat perbedaannya. Qila wanita yang baik dan berpakaian sopan sedangkan Selena, bisa dilihat sekarang pakaian yang minim kurang bahan.


"Hey Qila kau disini juga?" tanya Alesya.


Selena terlihat gelagapan dan terkejut karena melihat Gil bersamanya.


"Kkau..siapa?" tanya nya.


"Ahaha kau lucu sekali, kita sudah bertemu dua kali. Saat di mansion Gil dan di restoran waktu lalu. Masa kau sudah lupa atau, kau pura-pura tidak mengenalku karena marah Gil adalah kekasihku." Ucap Alesya.


"Heumm ahaha..ouhh sorry aku sungguh lupa, aku harus pergi sekarang ada urusan mendesak. bye." Ucapnya kemudian pergi meninggalkan mereka.


"Dia kenapa, wajahnya sangat pucat dan terlihat gugup. Seperti sedang melihat hantu saja." Gumam Alesya.


"Sweetheart thank you.." ucap Gil sambil mengecup dahi Alesya.


"Untuk?"


"Mempertemukan ku dengan musuh lamaku. Ayo kita harus pergi dari sini sweetheart." ucap Gil.


"Aku tidak mengerti." ucap Alesya.


"Jangan di pikirkan, ayo." ucap Gil menggandeng tangan Alesya dan pergi meninggalkan tempat itu menuju parkiran.