My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 8



Gilbert pov


Setelah mendapatkan kabar bahwa musuhnya sudah mulai kemabali mengusiknya Gil langsung pergi kemarkas meninggalkan Alesya dengan banyaknya bodyguard yang menjaga.


Kini mereka sedang berada di sebuah ruangan yang memang dikhususkan untuk berkumpul, termasuk salah satu sahabatnya Niel.


"Keparat itu sudah mulai mangusik kita lagi, aku sudah tidak sabar untuk menjemputnya ke neraka" ucap Niel


"Tenanglah Niel, kita harus mempersiapkan rencana jangan gegabah. Kali ini aku yang akan mengbahisinya." Ucap Gil


"Maaf tuan, saya mendapatkan informasi bahwa sebelum Nyonya Alesya kemari, seseorang terlihat mengintainya." lapor Anthony tangan kanan dari Niel.


"Sial, cari tahu siapa orang itu dan segera laporkan kepadaku." Ucap Gil


"Baik tuan." Ucap Anthony


"Dua bulan lagi RASER'Z Corps akan mengadakan pesta pengangkatan CEO baru, aku ingin beberapa dari kalian bersamaku untuk menjalankan sebuah rencana." Ucap Gil menyeringai.


"Rencana apa Gil, Kau membuat rencana saat pesta whoaahh...memang pemberani. aku sudah tidak sabar apa yang akan terjadi." ucap Niel antusias.


"Tunggu dan bersabarlah sebentar lagi kawan, sepertinya kita akan sedikit bermain-main disana."Ucap Gil


Setelah perbincangan itu mereka pergi, hanya mesnyisakan Gil dan Niel.


" Aku dengar dari Marvel kau sudah menemukannya."ucap Niel


"hmmm."singkat Gil


"Kenapa apartment? Kau bisa membawanya ke tempat biasa hanya sekeder untuk menyiksa."


"Aku tidak akan membunuhnya dengan mudah, akan ku tunjukan bahwa dia salah mencari lawan."


"Hah, aku berfikir kau yang mencari masalah Gil."


"Why?"


"Gadis itu, dia baik. Seharuanya kau yang disalahkan. Hanya karena kau tidak terima bahwa dia pergi sebelum kau membuka mata dan, merasa di rendahkan."


"Kenapa kau membelanya brengsek."


"Aku hanya merasa aneh jika kau bisa membawa seorang wanita ke apartment mewah milikmu yang tidak sembarang orang tahu dan keluar masuk dengan mudah, kecuali orang tuamu dan kami sahabatmu." Ucap Niel


"Jangan bicarakan omong kosong Niel."


"Terserah kau mau mendegarkan atau tidak, aku mengenalmu sudah sangat lama Gil dan bagaimana keadaanya sekarang ?" Tanya Niel.


"Tahu darimana kau? "


"Marvel menceritakan semuanya kepadaku."


"Pengadu."gumanku." Pulanglah, aku bosan melihat mu ."usirku


"Sialan kau, baiklah aku pergi dan jangan merindukanku sayang." Jahil Niel


"Menjijikan." Setelah itu Niel pergi dan kini hanya ada Gil di ruangan itu.


Dia memikirkan apa yang Anthony laporkan, siapa yang sedang mengawasi Ale, jika dia berniat merebutnya dariku, akan dipastikan nyawa seluruh keluargannya akan lenyap saat itu juga.


.......


Dilain tempat seorang pria paruh baya sedang duduk tenang sambil menyesap rokoknya. Dia sedang mendengarkan laporan yanh baru saja anak buahnya sampaikan.


"Sepertinya Mr.Rodrigez tahu kita mulai bergerak, dan yang aku dengar dia membawa seorang mahasiswanya. Yang aku tahu tidak sembarang orang yang bisa masuk kedalam wilayah privasi miliknya, dan baru kali ini juga ia membawa seorang gadis untuk tinggal bersamanya."


"Menarik, biarakan mereka tahu. Untuk gadis itu, kau selediki dan laporkan segera kepadaku." ucapnya.


"Baik sir." lalu pergi meninggalkan pria itu sendiri.


"Kita lihat, seberapa kuat anak ingusan itu mengahadapiku. Tunggulah Gio keluargamu akan hancur, Hahah....hahaha..."


.........


Alesya merasakan pening saat ia terbangun dari tidurnya, kemarin yang dia ingat bahunya yang sengaja ia tusuk dengan belati kecil mikik Gil. Dan, wait..aku dimana, atau inikah yang dinamakan surga. Tapi tidak, karena seorang pelayan yang aku tahu dia adalah Amer, telah masuk membawakan nampan berisi makanan dan seorang dokter. Dokter?, apa aku di rumah sakit, tapi kenapa ada Amer disini.


"Bagaimana keadaanmu apakah sudah merasakan baikkan?" tanya dokter tampan itu.


"Uhhhh dia memang tampan, jika dokternya seperti ini aku rela sakit setiap hari agar bisa di rawat olehnya." Batinku, sambil memandang dia tanpa berkedip.


"Permisi nona." ucapnya mrmbuyarkan lamunan ku.


"Hah bbaa...bagaimna , eeemmm aku haus." ucapku gelapan. Amer kemudian memberikan air putih kepadaku.


"Apa kamu sudah merasa baikan?" tanyanya.


"Hanya sedikit merasa pusing dan bahuku sedkit sakit." ucapku


"It's okey, itu hal biasa. Lain kali jangan lakukan hal bodoh, Gil memang sangat." ucapnya.


"Gil?" tanyaku bingung.


"Pria yang menghubungiku kemarin."


"Hem Baj"ngan gila itu ternyata." gumamku


"Hah."


"Tidak, emm...terimakash dokter..?"


"Marvel, panggil aku marvel. Gil juga sahabatku."


"Ma..mmarvel, terimakasih sudah mengobatiku."


"Sudah sepantasnya seorang dokter melakukan itu." ucapnya sambil tersenyum.


"Permisi Tuan, Nyonya harus sarapan terlebih dahulu." Ucap Amer.


"Biar aku saja, aku bisa sendiri." ucapku.


"Tapi tangan kanan Nyonya sedang tidak baik." Ucapnya, hah aku lupa.


"Baiklah, emm apa Baj..ehh Gil ada di sini ?" Tanyaku.


"Tuan sejak semalak pergi, dan pagi ini dia belum kembali." ucapnya sambil menyuapi ku.


"Aku harus cepat-cepat pergi dari sini, Rey dan Adel pasti mencariku." batinku


"Ohhh.. apa bibi mau menemaniku jalan-jalan di luar, aku sedikit bosan disini." ucapku.


"Tapi kondisi anda.."


"Tidak masalah, aku sudah baik-baik saja. Apa bibi tidak mau menemaniku."


"Bukan sepertu itu Nyonya, baiklah apa tidak apa-apa anda bersama Nory. Saya harus melakukan beberapa pekerjaan terlebih dahulu."


"Tidak masalah dengan siapapun asal aku bisa keluar ."


"Baiklah, saya akan panggilkan Nory agar menemani anda." ucapnya setelah sarapan selesai, akhirnya aku bisa keluar dari tempat Iblis itu, aku baru tahu ternyata dia tinggal di sebuah apartment mewah. Untunglah aku tahu tempat ini dan memudahkanku untuk kabur.


Aku dan Nory sudah berada di taman, sialnya aku tidak hanya berdua dengan Nory tapi, beberapa bodyguard menani.


"Emm Nory, aku ingin ice cream yang di ujung jalan sana dan Burger yang di sana." tunjukku ke sebrang jalan.


"Tapi Nyonya makanan itu tidak tidak sehat untuk anda, apalagi ini masih pagi." ucap Nory.


"Yasudah aku beli sendiri saja."


"Tidak biar saya saja yang membelinya."ucapnya langsung.


" Okey. kau pergilah bersama dia membelikan aku Burger dan kau." tunjuknya pada salah satu bodyguard yang satunya." Pergilah bersama teman mu, membelikannku ice cream."


"Tapi, siapa yang akan menjaga anda disini." ucap bodyguard itu.


"Aku tidak perlu di jaga, ouhh atau kalian takut aku kabur. Aku tidak akan kabur, kalian tidak lihat aku sedang sakit sepertini ini. pergilah atau aku akan adukan pada Gil."tuturku.


" Jjja...jangan Nyonya, baik. Kami akan pergi sekarang."


kemudian mereka pergi, dasar bodoh. Setelah dikira aman untuk kabur, Alesya berlali ke jalan dan memberhentikan taksi menuju rumah Audrey. Karena dia tidak membawa apapun untuk mebayar taksi nantinya.


Tibanya di rumah Audrey aku langsung masuk ke dalam dan menemuinya.


"REYY...OM..TANTE PERMISI." teriakku, memang sudah seperti keluarga sendiri jadi sudah tidak aneh lagi jika aku tidak sopan seperti ini.


"REYY...RE.."


"Ya tuhan, Le. Lo kemana aja gue hubungin Lo kok gk di angkat angkat, gue sama Adela ke rumah Lo juga sepi. Lo abis darimana, ini bahu lo kok di perban. Le lo abisa kecelakaan, Seb.."Ucap Audrey tepotong.


"Aduhh Rey, nannyanya nanti aja. sekarang cepet bayarin taksi di depan, aku nggak bawa uang." ucapku


"Hah.. yaudah Lo duduk aja dulu." lalu Audrey pergi membayar taksi.


Setelah kembali dari membayar taksi Audrey membawaku ke kamarnya.


"Jadi gimna?" tanya Audrey.


"Mending telpon Adela dulu biar dia kesini, aku males ngejelasinnya kalo dua kali." ucapku


"Ck dasar Lo, yaudah tunggu. gue chet si Adela siapa tau nggak sibuk."


A Triplets🐁


AudreyVB : "Dimana nyet?"


AdelaFH : " Rumah, kenapa ?"


AudreyVB : " Ke rumah gue sekarang, Alesya ada disini."


AdelaFH :" SERIUS..GUE OTW SKNG."


AudreyVB : Read.


"Dia mau OTW, Tungguin aja." ucap Auderey.


"Om sama tante kemana kok sepi?" tanyaku


"Lagi bisnis trip, bulan depan baru balik."


"Ouhh."


Tak lama seseorang membuka pintu dengan brutal, siapa lagi kalo bukan Adela.


"Alesya Margareta lo kemana aja bikin khawatir tau." ucap Adela langsung menghambur ke pelukan Ale.


"Aww." rintihku.


"Lo kenapa?" tanya Adela panik.


"Bahu aku sakit."


"Sorry gue gak tau kalo bahu lo luka." ucapnya kemudian menyibakan sedikit bajunya "Kenapa bisa gini?"


"Di tusuk." ucapku tenang.


"WHAT..." ucap mereka kaget.


"Lo di tusuk siapa, Lo abis kena begal ?" ucap Audrey.


"Bukan, ini ulahku."


"Maksudnya?" tanya Audrey bingung. mengalir lah cerita saat pertama kali aku di paksa dan di bius lalu di bawa ke sebuah apartment mewah, dan sampai terjadinya insiden ini lalu sekarang berada di rumah Audrey.