
Tepat hari ini pesta pernikahan Marvel dan Adela di laksanakan, kemarin perban di kepala dan kaki Alesya sudah dilepas. Tapi, Alesya masih sedikit sulit untuk berjalan jadi masih mengunakan kursi roda.
Jenny bersama asisten-nya seperti biasa di undang ke mansion untuk mendandani Alesya dan Mom, untuk menghadiri acara tersebut.
Hampir menghabiskan waktu berjam-jam menyelesaikannya, kini Alesya sudah siap dengan gaun gold yang terlihat sangat sederhana namun tetap memberi kesan mewah.
Alesya terlihat seperti princes disandingkan dengan pangeran tampan Gilbert membuat semua orang terkagum-kagum melihatnya.
"Kau memang tidak pernah mengecewakan ku Jenny." Ucap Gil yang sedang berdiri memperhatikan Alesya dari cermin rias dikamarnya.
"Itulah hebatnya Aku." Bangga Jenny.
"Kau bisa pergi sekarang jenny." Ucap Gil.
"Okey, bye sayang." Pamit Jenny.
"Terimaksaih madam Jenny." Ucap Alesya.
"Of course." Setelah itu Jenny benar-benar pergi.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu." Ucap Alesya salah tingkah.
"Cantik, tuhan memang benar-benar mengirimkan bidadarinya untukku." Ucap Gil.
"Kamu bisa saja." Ucap Alesya yang sudah blushing.
"Ayo sweetheart sekarang kita pergi Mom dan Dad sudah menunggu di bawah."
"Hemmm." Singkat Alesya dan sudah berada di gendongan Gil.
Mereka berangkat lebih awal karena, jaraknya yang lumyan jauh. Keluarga Rodrigez selalu saja membawa rombongan bodyguard nya, hanya untuk berjaga-jaga.
Hampir satu jam mereka baru sampai di hotel milik keluarga Darko, sekarang hanya pesta resepsi yang di hadiri oleh berbagai tamu undangan. Alesya di bantu turun oleh Gil untuk duduk di kursi roda miliknya.
Keluarga Rodrigez tentu menjadi sorotan, apalagi di tambah Alesya yang hadir di tengah-tengah mereka. Paparazzi sangat antusias melihatnya, berbagai pertanyaan dilontarkan tidak sabaran. Alesya yang baru pertama kali merasakan ini sangat kaget tentunya dan, Gil melihat ketidaknyamanan Alesya.
"Mr. Gilbert siapa wanita yang bersamamu, apakah dia kekasihmu?" Pertanyaan terdengar bersahutan.
Bodyguard sudah berjaga di hadapan Gilbert dan keluarga, demi kenyaman berantisipasi bila ada sesuatu yang membahayakan.
"Ekhmm..Semuanya mohon diam. Gilbert mungkin akan menjelaskannya." Sahut Gio yang terlihat awet muda dengan tuksedo hitam sangat pas di tubuhnya, sangat serasi sekali dengan Bela yang mengenakan balutan gaun berwarna navy.
Gil maju sambil mendorong kursi roda Ale ke depan supaya mempermudah paparazzi untuk mengambil suara dan gambarnya ketika sedang berbicara.
"Seperti yang kalian lihat, wanita cantik ini adalah tunanganku Alesya Margareta Gaven yang sebentar lagi akan menjadi Mrs.Rodrigez. Terimakasih!" Jelas Gil singkat kemudian membawa Alesya masuk kedalam, di susul dengan yang lainnya.
Diatas sana sudah duduk Marvel dan Adela yang sudah resmi menjadi pasangan suami istri, sepertinya Adela tidak menyesal dijodohkan dengan Marvel. Dapat dilihat dari senyumnya yang tak pernah luntur, sangat cantik.
Didalam Niel yang ternyata datang bersama Audrey dan, Sam yang membawa Qila sebagai pasangannya malam ini sudah menunggu.
"Holla all." Sapa Niel.
"Hi, Niel. Akhirnya kau pergi bersama wanita juga." Ucap Bela.
"Aku terpaksa saja Mom Bela karena, wanita ini begitu cerewet dan pengadu." Sindiri Niel.
"Apa kau bilang, uhhhh...tenang Audrey, berhubung hari ini adalah pesta pernikahan sahabatmu. Kau ku ampuni lihat saja nanti." Ancam Audrey.
"Uhh takut." Ledek Niel.
"Niel, apa orangtua mu juga datang?" Tanya Gio.
"Tentu, mereka sedang memberi selamat untuk pasangan baru disana." Jawab Niel.
"Del, selamat ya. Semoga awet sampe kakek nenek." Ucap Bela.
"Terimakasih Mom Bela." Balas Adela.
"Dude bersiaplah menikmati malam yang panjang." ucap Gio dan Marvel hanya menggeleng mendengarnya. Dia yakin Adela yang mendengarnya sudah blushing.
"Hohoho dude, Dokter kita sudah menikahh juga." Ucap Sam.
"Benar Sam, Adela kau harus berhati-hati dengannya. Dia suka melakulan praktek bedah pada siapapun." Ucap Niel terlihat serius.
"Bb..benarkah?" Adela tidak percaya dan merasa takut mendengarnya.
"Tentu, bukan begitu kawan-kawan?" Balasnya.
"Iyah, nanti saat kau sedang tidur. Marvel diam-diam akan memberikan obat bius kepadamu agar aksinya lancar, setelah itu kau akan terbangun dan ..." Timpal Sam.
"Jangan menakuti istriku seperti itu, cepat pergilah kalian hanya membuat antrian menjadi panjang di belakang." Omel Marvel.
"Hahaha lihatlah wajah bodoh sahabtku ini, Adela. Kau jangan percaya dengan penjilat seperti mereka, sudah jelas mereka berbohong." Sahut Audrey.
"Tapi, benarkan itu hanya lelucon?" Tanya Adela yang sudah di buat tegang karena ulah Sam dan Niel.
"Tidak,tidak,tidak. Itu hanya bercanda saja." Ucap Niel.
"Congratulations for you both, kita nggak nyaka yang laku duluan malah Dokter bedah kita. Doain semoga cepat menyusul , ya nggak Drey?" Ucap Niel.
"Ihh apaan, emang siapa yang mau denganmu." Sewot Audrey namun terlihat salah tingkah.
"Hahah Rey, kok kamu salah tingkah gitu. Mana blushing lagi." Sahut Alesya.
"Enggak, ini mah panas AC nya mati kali." Sangkal Audrey.
"Vel, selamat atas pernikahan kalian. Aku bersyukur Adela bersamamu, aku titip sahabat sekaligus kakaku ya Vel. Jangan sakitin dia, Adela itu orangnya lembut, penyayang, tapi dia suka diem aja kalo lagi ada masalah. Jadi kamu harus bisa ngertiin Adela ya Vel." Ucap Alesya yang sudah berkaca-kaca kemudian mendapat pelukan dari Adela dan, menangislah mereka.
"Pasti, Aku akan menjaga Adela semampuku." Balas Marvel.
"Kenapa kamu ngomong gitu sih Le, kan jadi sedih tau." Sahut Audrey yang ikut memluk mereka.
"Makasih buat kalian semua yang udah selalu ada buat Gue, udah jadi sahabat sekaligus keluarga yang selalu support gue. Gue doain deh semoga kalian nemuin pasangan yang bener-bener tulus cinta kekalian."Ucap Adela di sela-sela tangisnya.
"Mungkin Gue terakhir kali ngomong gini, soalnya kalian tau juga kalo empat serangkai ngomongnya baku banget." Lanjut Adela yang berbisik, sempat-sempatnya memikirkan hal itu. Kemudian melepaskan pelukannya.
"Sweetheart jangan menangis di hadapanku." Ucap Gil sudah berjongkok menghapus jejak air mata yang tersisa di wajah cantik Alesya.
"Aku bahagia Gil." Balas Alesya dan mendapatkan kecupan di kedua matanya.
"Gil, sebaiknya kau cepat menikah. Jangan terus menebarkan kemasraan di hadapan pria lajang seperti ku." Tegur Niel dan hanya di hiraukan oleh Gil.
"Vel, Del selamat ya." Ucap Qila yang baru bersuara, dia hanya diam dari tadi karena merasa canggung berada di tengah-tengah mereka yang baru baginya.
"Terimakasih Qila, cepatlah bilang pada Sam untuk segera melamarmu." Goda Adela.
"Ahahh...Kamu berbicara apa Adela." Ucap Qila.
"Tunggu saja." Sahut Sam.
"Congrats Vel, aku tau. Kau sedang gugup hari ini karena baru pertama untukmu bukan." Ledek Gil.
"Sialan, pergilah kalian." Usir Marvel.
"Santai dude, pastikan kamarmu menggunakan kode keamanan yang sulit. Kita pergi dulu." Ucap Sam kemudian semuanya pergi meninggalkan panggung pelaminan.
"Shit." Umpat Marvel.