My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 54



Niel dan Gil sudah sampai di markas bersama yang lainnya, Gio juga hadir di tengah-tengah mereka.


"Huftt anggota kita kurang satu sekarang." Ucap Niel.


"Dad Gio yang menggantikannya Niel." Timpal Sam


"Biarlah, jangan ganggu pasangan baru itu." Balas Niel.


"Baiklah secepatnya katakan apa yang kau tahu Anthony?" Sahut Gio.


Anthony menekan meja yang menampilkan sebuah hologram di depannya, kemudian terlihat salah satu data mengenai seseorang.


"Bisa dilihat, Dia adalah Jerry Vaio. Tapi setelah Tuan Gil meminta saya untuk menyelidikinya lebih dalam, Saya menemukan Jerry Vaio Maures. Anak kedua dari keluarga Maures yang di sebunyikan karena, Victor lebih menyayangi David anak pertamanya. Bisa dibilang saat itu Jerry bukanlah anak yang diinginkan lahir oleh Victor karena istrinya harus meninggal setelah melahirkan Jerry. Dia di asingkan dari keluarganya sendiri namun ketika David meninggal, Victor mulai memperhatikan Jarry untuk mengurus semua aset-aset miliknya." Jeda Anthony kemudian menggeser hologram itu, menanpilkan seorang gadis.


"Selena Vaines Maures adalah anak kandung dari David Maures dan Aubrey Collin Maures, kembaranya Syela Veines Maures selalu mengalami kekerasan fisik yang dilakukan kembaranya karena merasa iri. Selena yang jauh lebih unggul di bandingkan Syela selalu saja di salahkan, hingga akhirnya dia dipindahkan bersama Jerry. Keluarga Maures sedikit semrawaut setelah kepergian David, di tambah setelah itu Selena meminta bantuan pamannya untuk menyingkirkan Syela. Gadis kecil berumur 9 tahun itu sangat berambisi, Dia ingin diakui oleh kakeknya lagi. Alhasil Jerry berhasil menyingkirkan Syela, semuanya sudah direncanakan. Jerry dan Selena mengaku kehilangan Syela, saat pergi bersama ke perkebunan anggur milik keluarganya. Aubrey menjadi sangat prustasi dan hilang akal, akhirnya dia bunuh diri." Jelas Anthony, semuanya sedikit terkejut karena beberapa hal yang dikatannya mereka sudah tahu sebagian.


"Jerry Vaio adalah anak kandung Victor?" Tanya Gio.


"Ya Mr.Rodrigez."


"Pintar sekali dia menyimpan rahasia ini, sungguh malang nasib mereka Gil. Selena dan Jerry hanya dijadikan alat oleh ayah dan Kakeknya sendiri. Baiklah Aku rasa semuanya sudah sangat jelas." Ucap Gio.


"Jadi apa yang akan kita lakukan Dad?" Tanya Gil.


"Tunggu sebentar lagi semuanya akan selesai Boy." jawab Gio.


"Aku ingin segera Dad, pernikahanku dan Alesya dua minggu lagi."


"Dad mengerti, tapi kita tidak boleh gegabah."


"Benar Gil, apa yang dikatakan Dad Gio. Jangan betindak gegabah, kita tidak tahu apa yang sedang mereka rencanakan." Sahut Sam.


"Yahh, lagipula Victor tidak melakukan penyerangan apapun akhir-akhir ini. Jerry dan Selena juga tidak terlihat dan mengganggu kita." Ucap Niel.


"Dan yang Aku rasa, mereka sedang merencanakan hal besar." Ucap Sam.


Drrrtttt....Drrrrtttt....Drrrrttttt.....


Dering ponsel Niel bergetar, setelah dilihat nomer asing tertera disana.


"Hallo."


"Selamat siang, apakah benar ini dengan tuan Danielo?" Jawab di seberang sana dan kembali bertanya.


"Iya betul, ada apa dan ini siapa?"


"Mohon maaf, kami dari kepolisian mengabarkan bahwa mobil BMW M4 milik anda yang ber-plat nomor K***-***6 mengalami kecelakaan. Korban sudah kami tangai dan di bawa ke rumah sakit terdekat."


"APA...Anda jangan membuat lelucon gila seperti ini sialan." Ucap Niel tidak percaya, langsung saja Ia tutup pangilan telponnya.


"Ada apa Niel?" Tanya Gil.


"Aku harus pergi, kepolisian menelponku tadi. Mobil yang Audrey dan Alesya tumpangi mengalami kecelakaan Gil." Jelas Niel.


"Apa, dimana mereka?" Tanya Gil dengan nanda suara yang sudah berubah datar dan dingin.


"Mereka membawanya ke rumah sakit terdekat ." Jawab Niel.


Gil langsung saja pergi meninggalkan mereka di susul yang lainnya, kecuali Anthony yang sudah tahu tugasnya pergi bersama beberapa anggota yang lain untuk mengecek ke tempat kejadian. Sam dan Gio sangat terkejut mendengarnya dan, mereka juga sangat khawatir. Apalagi Alesya akan segera menikah.


Tanpa memparkirkan mobilnya, Gil langsung menerobos masuk dan bertanya pada resepsionis.


"Dimana korban yang harus saja mengalami kecelakan mobil." Ucap Gil tidak sabaran.


"Mr.Ridrigez. Emmn..." Resepsionis itu malah gugup karena keget seorang billionaire tampan berada di hadapannya.


Brakk...


"Cepat katakan, atau aku akan menembakmu nona." Ucap Gil marah.


"Bba..bbailklah tunggu sebentar Sir." Ucapnya takut.


"Cepat."


"Korban masih di ruangan emergency sir." Tanpa berucap Gil langsung menuju kesana.


Dari arah jauh dlihatnya brangkar seorang wanita yang sudah penuh dengan darah di beberapa bagian, sedang diberaihkan oleh bebera suster. Segera Gil menabah langkahnya menjadi cepat dan sedikit berlari.


Setelah sampainya disana, Gil tidak menemukan Alesya. Itu adalah Audrey sahabatnya.


"Dimana Alesya tunangan ku hah, kenapa hanya Audrey yang ada di sini." Teriak Gil.


Suster yang ada disana merasa takut dengan aura Gil, dia murka tidak mendapati Alesya disana.


"Sir, mohon kerja samanya. Silahkan anda keluar, kami sedang nenangani pasien." Ucap salah satu suster disana.


"Katakan dimana Alesya, dia juga korban kecelakaan disini." Ucap Gil.


"Mohon maaf sir, korban kecelakaan yang kami terima hanya satu orang. Mungkin anda salah sir."


"Beraninya kau, jelas-jelas aku mengenali dia. Mana mungkin aku salah, jangan berani mempermainkanku bodoh."


Tiba-tiba Gio datang meneangkan Gil yang sedang mengamk di rumah sakit.


"Gil tenanglah, sebaiknya kita keluar dulu. Biarkan suster menangani Audrey, ayo." Ucap Gio memuntun Gil keluar.


"Why dad, dimana Alesya. Kenapa suster bodoh itu mengatakan jika Alesya tidak ada Dad." Gil sudah mulai menangis, dia sangat takut Alesya pergi meninggalkannya.


"Tenanglah, Anthony dan beberapa anak buahmu sedang disana untuk memeriksa semuanya." Balas Gio.


Sam yang baru saja datang terakhir karena harus menganggkat telponya.


"Anthony mengabariku bahwa Alesya dibawa pergi oleh seseorang pria misterius dan yang ia lihat dari camera yang masih menyala di mobil Niel....Menurutku ini sanggat janggal Gil, lihat." Jelas Sam dan memperlihatkan rekaman camera CCTV mobil kepada Gil yang Anthony kirimkan tadi.


"Sialan, aku yakin Victor yang melukan semua ini."


"Kita harus mencari Alesya secepatnya Gil." Ucap Niel.


"Kuharap Alesya menekan mutiara yang ada pada cincinnya. Itu akan memudahkan kita untuk melacaknya." Ucap Gil.


"Niel, kau hubungi orang tua Audrey kemari dan tunggulah. Kami akan kemarkas sekarang, kau tak apa?" Ucap Sam.


"It's okey Sam, kabari aku jika terjadi sesuatu."


"Tentu." Balas Sam.


Setelah itu Sam, Gio dan, Gil pergi meinggalkan Niel yang menunggu Audrey didalam.