My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 46



Setelah dari mansion keluarga Rodrigez, Sam pergi untuk menemui Selena dan Qila. Tentunya tidak berbarengan, mungkin Sam akan menjadwalkan besok untuk mereka bertemu.


Untuk yang pertema Sam menemui Selena terlebih dahulu di sebuah cafe dekat apartment nya dan, sekarang mereka sedang mengobrol.


"Besok kemabaranmu Syaqila ingin bertemu." Ucap Sam.


"Kembaranku? sungguh?" Tanya Selena tidak percaya.


"Iya, Aku harap kalian bisa saling melepas rindu dan, jika memungkinkan ingatan Qila juga akan kembali."


"Dia amnesia?"


"Hemmm sejak pertama kali di temukan, kau tahu apa yang terjadi padanya waktu itu?" Tanya Sam.


"Ttt...tidak, Aku tidak nengungingat apapun. Yang Aku tahu hanya kembaranku yang bernama Syela sudah tidak bermain denganku saat umur 9 tahun."


"Benarkah? berarti kalian dipisahakan?"


"Aku tidak tahu juga karena, Aku dengannya berbeda tempat tinggal."


"Masudmu, kalian sudah di pisahkan sedari kecil dan hanya bertemu di saat waktu-wakt tertentu?"


"Bisa jadi seperti itu." Jawab Selena.


"Jadi selama ini kamu tinggal bersama siapa?"


"Pamanku."


"Orangtua mu?"


"Mereka tinggal bersama di rumah Kakek."


"Sejak kapan?"


"Entahlah Aku lupa, mungkin sudah sejak kecil."


"Astaga Selena, Aku sungguh tidak tahu akan hal ini."Sesal Sam.


" Tak apa, Aku saja yang tidak pernah bercerita apapun tentang keluargaku padamu."Jawab Selena.


"Heumm iya juga...Lena, setuju jika besok kau bertemu dengannya?"


"Tentu, Aku juga panasaran Syela seperti apa."


"Baiklah, kita bertemu lagi besok. Aku akan membawa Qila emmm maksudku Syela."


"Heumm okey, kalau begitu aku pergi dulu. Jam makan siang sudah selesai."


"Iyah silahkan, selamat bekerja." Ucap Sam dan Selena pergi.


Iya, Selena bekerja di perusahaan yang sama dengan Jerry. Jika mereka saling mengenal, mungkin Selena sudah tahu kejadian beberapa hari yang lalu yang mengakibatkan Jerry marah kepadanya dan Gil.


Dan sekarang, Giliran bertemu dengan Qila di sebuah taman kota. Mungkin malam waktu yang tepat untuk bertemu, Sam juga harus pulang dan membersihkan diri.


................


"Heummmm." Alesya menggeliat dalam tidurnya, di lihatnya tangan Gil yang masih setia memeluknya dengan manja, Waktu sudah menunjukan pukul 3.


"Selama itukah Aku tertidur." Gumam Alesya.


"Gil bangun, tanganmu berat sekali." Alesya sambil mengangkat tangan Gil yang berada di atas perutnya.


"Awhh." Rintih pura-pura Alesya dan benar saja, Gil langsung terbangun begitu mendengarnya.


"Sweetheart kamu kenapa, apa aku meyakitimu hemm. Mana yang sakit?" Tanya Gil panik.


"Hahah tidak ada, habisnya Aku suruh bangun tetep aja tidur."


Cup


Satu kecupan medarat di bibir Alesya dan, Dia langsung diam membeku seketika.


"Hukuman untukmu karena sudah mengerjaiku." Ucap Gil.


"Tunggulah, Aku akan memanggilkan Amer untuk membantumu bersiap." Lanjut Gil keluar dari kamar tanpa menunggu jawaban dari Alesya yang masih diam saja.


"Astaga memalukan sekali Aku ini, itu hanya kecupan Alesya." Ucap Alesya sambil menutup muka dengan kedua tangannya.


Tak lama Amer bersama Vio masuk, sesuai yang di perintahkan Gil tadi. Mereka membantuku berisap dan mengganti perban, kemudian Nory masuk dengan sebuah nampan yang berisi makanan.


"Silahkan Nyonya, tuan memerintahkan saya untuk membawa makan malam anda kemari." Ucap Nory sopan.


"Kalian pergilah, biar aku yang membantunya makan." Sahut Gil yang sudah berganti pakaian dan terlihat lebih fresh.


"Baik tuan, nyonya kami permisi." Ucap Amer lalu mereka pergi.


Gil berjalan dan mengambil nampan itu kemudian duduk di samping Alesya untuk menyuapinya.


"Aku bisa sendiri Gil, yang sakit hanya kaki dan kepala bukan tanganku."Protes Alesya.


" Diamlah, jangan banya bicara. Aaaa..."Ucap Gil sambil menyodorkan satu sendok sup tuna dan Alesya memakannya dengan lahap.


"Sweetheart apa Aku boleh bertanya sesuatu padamu mengenai peretemuan kalian kemarin?" Tanya Gil.


"Tanyakanlah." Jawab Alesya acuh.


"Kalian pergi kemana?"


"Mansion tua milik keluarga Selena."


"Hmmm, apa yang kalian bicarakan?"


"Ahah...rasanya seperti sedang di introgasi saja." Ucap Alesya."Emm tidak banyak."Lanjutnya.


"Aku boleh tahu?"


"Selena hanya membahas Kau yang meminta Dia untuk mengugurkan kandungannya."


"Anak siapa?" Tanya Gil heran, masalahnya Selena tidak pernah hamil anak siapapun.


"Anakmu." Singakatnya.


"Anakku? Yang benar saja, bahkan kata Sam dia bukan orang pertama untuk Selena."


"Sam sudah pernah melakukan itu..dengan Selena?"Kaget Alesya, ternyata Sam tidak sepolos kelihatannya.


" Tentu, Dia yang berbicara pada kami waktu itu."


"Hah dasar pembohong."Cibir Alesya.


" Kau percaya?"Tanya Gil ragu karena, takut Alesya terhasut oleh perkataan Selena dan pergi meninggalkannya.


"Tidak." Jawabnya Acuh.


"Kenapa?"


"Thanks sweetheart." Ucap Gil menyimpan nampan lalu memeluk Alesya.


"Oh ya Gil aku baru ingat."


"Kenapa?" Tanya Gil melepaskan pelukannya dan menatap Alesya heran.


"Ternyata paman Jerry yang menolongko itu adalah salah satu orang yang ada di bingkai foto keluarga Selena." Jelas Alesya.


"Apa yang kamu lihat ?"


"Sebuah bingkai foto keluarga hanya ada, Kakek dan Nenek dengan dua anak mereka dan istri-istrinya bersama dua anak kembar yang aku kira itu Selana dan Qila."


"Kedua anak?" Tanya Gil.


"Yahh, mereka sama tampannya. Aku lupa menanyakan tentang itu dan, hubungannya Selena dengan paman Jerry? atau mungkin Paman jerry adalah ayah Selena?" Alesya berasumsi.


"Sudahlah sweetheart jangan berfikir terlalu keras, biar itu jadu urusanku. Sekarang habiskan makananmu dan langsung minum obat." Ucap Gil.


"Kamu yang memulai jika ingin tahu." Sindir Alesya.


"Iya..iya aku minta maaf."


"Hemm, Tidak akan menyuapiku lagi?"


"Ya tuhan, sekarang Kekasihku jadi manja seperti ini hemm." Goda Gil.


"Gil, jangan mengodaku ." Ucap Selena malu.


"Hahah iya sweetheart.." Setelah itu Gil kembali menyuapi Alesya dan membantunya meminum obat.


.................


Sekarang Sam sudah bersiap menemui Qila di taman kota, mungkin Qila sedang menunggunya. Sam terlambat karena ada meeting dadakan saat pulang dari bertemu Selena.


Hampir setengah jam Sam sampai di taman, dilihatnya Qila yang sedang duduk sambil menikmati ice cream, terlihat menyenangkan.


"Hai, sorry membuatmu menunggu." Panggil Sam kemudian duduk di samping Qila.


"It's okey..." Balas Qila.


"Apa kamu marah?"


"Haha untuk apa marah, tidak. Tenang saja, mungkin jika besok kamu baru menemuiku di taman aku akan marah." Candanya.


"Kamu bisa saja."


"Jadi, ada apa ananda memanggilku kemari" Tanya Qila langsung.


"To the point sekali, apakah tidak ingin menawarkan semangkuk ice cream dulu !" Balas Sam.


"Beli lah jika ingin." Ucap Qila


"Berbagilah, Aku malas membelinya." Ucap Sam sambil merebut ice cream miliknya.


"Hey, itu milikku." Teriak Qila.


"Iya aku tahu, berbagi apa salahnya."


"Terserah." Kesal Qila.


"Gil bersama Alesya ingin bertemu denganmu dan, setelah itu Aku akan mengajakmu bertemu Selena." Ucap Gil.


"Kamu serius?" Balas Qila senang.


"Hmmm."


Happp...Qila memeluk Sam tiba-tiba.


"Thank you Sam."


"Iya, jika perlu cium Aku sebagai imbalannya." Ucap Sam masih dalam pelukan Qila.


"Dasar mesum." Cibirnya kemudian melepaskan pelukannya.


"Memangnya kenapa, itu adalah hadiah untukku."


"Jika seperti itu, lebih baik tidak jadi saja sekalian." ketus Qila.


"Serius sekali, Aku hanya bercanda sayang."


"Sayang, sayang jangan menggodaku."


"Siapa yang menggodamu, memangnya tidak boleh aku memanggilmu seperti itu." Ucap Sam.


"Sudahlah Kamu menyebalkan." Kesal Qila.


"Menggemaskan." Gumam Sam melihat tingkah Qila.


"Apa?"


"Aku menyukaimu." Ucap Sam begitu saja.


"Haha bercandamu tidak lucu Sam."


"Aku serius Syaqila." Ucap Sam


"Benarkah? sejak kapan? kita hanya baru bertemu beberapa kali dan, kurasa itu mustahil bagimu menyukaiku." Balas Qila.


"Memang, Aku hanya menyukaimu Qila. Belum mencintai, dengarkan baik-baik." Ucap Sam.


"Oo..ooh yahh, iya aku hanya pura-pura tidak tahu saja." Sangkal Qila.


"Pembohong yang buruk."


"Biarkan."


Cup


Sam mengecup pipi Qila spontan, Qila kaget dan berdiri menjauhi Sam.


"Apa yang kau lakukan Sammy." Ucap Qila salah tingkah.


"Menciummu." Jawab Sam Acuh.


"Mesum."


"it's me baby."


Sam dan Qila menghabiskan waktu bersama sampai larut malam, mereka mengobrol dan bercanda. Tanpa mereka tahu benih cinta sudah mulai tumbuh, biarkan takdir yang berbicara.