
Sekarang Niel dan Marvel sedang berkumpul di ruangan kantor Gil.
"Ada apa kau memintaku untuk datang kemari Gil, waktu ku tidak banyak." ucap Marvel.
"Lihatlah dokter so sibuk ini Gil, kau jarang berkumpul dan hanya mengurusi semua pasien-pasien mu. Tidak ada waktu berlibur kah Dokter Marvelino." Ledek Niel.
"Jangan mulai Niel, aku ingin menanyakan tentang samuel kepada kalian." ucap Gil. "Aku tahu kalian mengetahui sesuatu, terutama kau Niel."Lanjutnya.
" Kenapa kau tiba-tiba membahasnya Gil."ucap Marvel.
"Kalian tahu, ternyata selena punya kembaran dan yang terakhir tahu keberadaannya hanya sam. Dan kurasa, Niel tahu mengenai kesalah pahaman yang kau maksud tentang sam." ucap Gil.
"what selena punya kemabaran tidak mungkin, kalian tahu bukan kita sudah dari JHS mengenal selena." Ucap Niel
"Seharusnya kau melihatnya sendiri saat Mom akan menjodohkannnya denganku, mereka sangat mirip." ucap Gil.
"Ouhh jadi karena ini kau meminta Alesya untuk menjadi kekasih pura-puramu." Ucap Niel tidak sadar bahwa dirinyalah yang merekomendasikan Alsya kepada Gil.
"Bodoh, kau sendiri yang menyuruhku menjadikan Alesya kekasih bohongan di depan orangtuaku." ucap Gil kesal.
"Benarkah, kenapa aku bisa lupa ." ucap Niel sambil memperlihatkan senyumnya yang bodoh itu.
"Jadi ?" Ucap Marvel serius.
"Apa kalian tahu yang aku tidak tahu?" Ucap Gi.
"Ya kami menyembunyikan suatu hal karena kau tidak mau mendengar penjelasanya ataupun kami." Ucap Mavel.
"Apa maksumu vel?" tanya Gil.
"Bicara dan mari kita berkumpul di tempat biasa saat kita masih SHS kurasa dengan penjelasan yang samuel katakan nanti akan membuat mu sadar akan suatu hal. Waktuku sudah habis, akan ku kabari lagi perihal ini." Ucap Marvel kemudian bangkit.
"Vel, tolong carikan data mengenai kecelakan 9 tahun lalu di seluruh rumah sakit yang ada di manhattan, mengenai seorang gadis dari kelurga Jhonson. Aku butuh bantuanmu."Ucap Gil.
" Akan ku kurimkan itu segera, aku pamit."balas Marvel dan sudah benar-benar pergi meninggalkan ruangan itu.
Marvelino adalah seorang dokter bedah di rumah sakit milik keluarganya sendiri, namun tidak ada yang tahu Marvel seorang hacker genius. Dia bisa meretas semua yang ada di dunia ini mungkin satelit di luar angaksa bisa ia pindahkan melalui program-program rumitnya. Jangan dikira Marvel tidak pernah menyentuh dunia gelap, bisnis kotornya masih sangat aktif berjalan. sebuah perusahaan Agent rahasia ilegal, Marvel yang memperkerjakan hampir seluruh anggotanya adalah mantan militer, narapidana, pembunh bayaran dan masih banyak lagi.
Tak sedikit anggota parlemen dan pejabat-pejabat tinggi meminta bantuan padanya. Meskipun mereka tahu seorang Marvelino Darko mempunyai bisnis gelap di tengah ke suksesannya menjadi seorang dokter dan penyumbang terbesar di berbagai acara amal.
" Bagaimana perkembangan mengenai bukti yang membuat sam menuduhku?" tanys Gil.
"Seseorang yang bernama Jerry vaio, informanku mengatakan bahwa saat meeting berakhir ,dia bersama investor cina terlihat di sebuah restoran makan malam bersama, entah apa yang mereka bicarakan karena tidak begitu terdengar jelas namun, sedikit bisa tertangkap dia berbicara mengenai perusahaan sam yang sedang terjadi masalah."
"Jerry vaio, bukankah di CEO yang baru di RASER'Z Corp's. Perusahaan milik tua bangka itu." Ucap Gil.
"Sepertinya dia sengaja melakukan ini atas perintahnya."
"Menarik, rupanya dia sudah mulai bermain denganku."
"Sepertinya begitu, tapi apa maksudnya dengan kau dan sam. Kurasa dia tidak pernah tahu tentang sam." ucap Niel
"Kurasa ada seorang lagi di balik semua ini." Ucap Gil.
"Akan ku cari tahu mengenai itu dan, bagaimana dengan seseorang yang mengawasi Alesya sudah ada kabar?" Tanya Niel.
"Anthony belum memberikan informasi apapun, ku rasa untuk yang satu ini kan sulit mencarinya."
"Begitu yah, rasanya masalah kali ini sangat rumit Gil."
"Yahh mungkin, kurasa juga begitu. Terutama dengan kehadiran Qila membuatku merasa ada sesuatu yang berkaitan dengan semua ini."
"Maksudmu?"
"Entahlah, semuanya masih aku pikirkan. Yang jelas suatu saat semuanya akan terbuka."
"Merinding sekali mendengarmu berbicara seperti itu, seolah kau sudah menerima gambaran masa depan saja."
"Lupakanlah, sebentar lagi akan ada meeting yang harus ku hadiri. Kau pergilah "
"Lagi-lagi kau mengusriku seperti ini Gil, tega sekali kau. Baiklah aku pergi jangan rindu." ucap Gil kemudian bangkit dan pergi meninggalkan kantor.
"Syaqila dan selena, jerry, sam, Victor kemudian Alesya. Aku yakin mereka semua saling berhubungan, entah itu sebagai partner, korban ataupun seseorang yang harus dijaga. Biarkan waktu yang mengungkapnya." Ucap Gil kemudian beralih mempersiapkan berkas-berkas untuk bahan meetingnya.