
Kini Alesya dan Gil sedang ada di sebuah restoran ternama, mereka tidak jadi pulang karena tiba-tiba Mom mengabari untuk datang menghadiri pertemuan dengan keluarga Jhonson dan sebelum berangkat ke sini Gil membawanya ke butik jeny.
Sekrang sudah berkumpul keluarga Gil dan Qila, dapat terlihat Qila yang mencari perhatian Gil namun tidak di gubrisnya. Gil hanya diam tanpa ekspresi, apalagi tatapan kebencian yang jelas saat melihat Qila.
"Ekhemm... karena semuanya sudah berkumpul, aku akan mulai saja agar tidak banyak membuang waktu." intrupsi Gio.
"Dad.." ucap Gil tiba-tiba " Biar aku saja."lanjut Gil.
"Baiklah boy." balas Gio.
"Seperti yang kalian lihat aku sudah mempunyai kekasih jadi sudah sepantasnya perjodohan ini di batalkan. Aku tidak mau menyakiti kekasihku lebih dari ini." ucap Gil.
" Tapi Gil aku sudah menyukai mu sejak dulu dan kau bisa putuskan wanita itu."Ucap Qila dan semua orang tercengang mendengarnya.
"Apa kau tidak menyimak ucapanku, dia kekasihku dan tidak akan tetap seperti itu. jika kau mau carilah pria lain jangan ganggu hidupku."
"Gil... tenanglah." Ucap bela menenangkan.
"Mom, kau tahu bukan aku sangat mencintai kekasihku dan menghargainya, dengan pertemuan sialan ini kalian memintaku untuk menghadirinya itu sudah membuat hatinya sakit." Ucap Gil.
"Kenapa kau terlihat sangat membenciku Gil, sebenarnya apa yang aku lakukan sehingga kau sampai seperti ini?" Tanya Qila.
"Apa salahmu? masih bertanya, berkacalah maka kau akan tahu jawaban mengapa aku begitu membencimu." ucap Gil.
"Jika kau tak mengatakannya mana aku tahu, seharusnya aku yang bertanya seperti itu, bahakan aku baru bertemu dua kali dengan mu. Dan kurasa perlakuanku tidak sampai membuatmu membenciku." tutur Qila
"Kau mau tahu, baiklah. Selena..kau selena bukan dan hanya berpura-pura menjadi Syaqila." Tuduh Gil.
"Selena, aku tidak tahu siapa dia dan tidak pernah berteman dengan yang namanya selena, kau pasti salah paham Gil " ucapnya
"Sudah, biar Mom yang bicara sekarang." ucap Bela.
"Jeng, apa boleh aku bertanya mengenai syaqila?" Tanya Bela kepada marina.
"Apa yang akan kau tanyakan Bel, jika aku tahu jawabannya mungkin aku bisa." ucap Marina ibu Syaqila.
"Apa kau punya anak kembar?"
"Tidak, Qila anak tunggal kami. Memangnya kenapa?"
"Maksud tante?" Kini giliran Gil yang bertanya.
"Syaqila adalah anak satu-satu di keluarga kami dan sebenarnya Qila hanyalah anak angkat. Dulu kami menukannya di trotoar sedang terbaring dengan banyak luka di sektitar tubuhnya. Berhubung kami belum punya anak, dengan senang hati kami merawatnya." tutur Marina "Dan kami juga baru pindah setahun yang lalu ke New York."lanjutnyan
"Apa... jangan coba menutupinya dariku." ucap Gil
"Boy, Selena dan Qila memanglah orang yang berbeda." Ucap Gio.
"Apa Dad tahu?" tanya Gil.
"Lihatlah." ucap Gio sambil menyodorkan Map.
"Informanku tidak pernah melakukan kesalahan Gil." balasnya.
"Apa kembar?" tanya Qila" Aku ingin lihat."lanjutnya.
Alesya yang tidak mengerti hanya diam mendengarkan, sebenarnya Ale sudah tahu sedikit tentang ini karena pembicaraan Gil tempo lalu saat di mansion, tapi kali ini dia juga ikut terkejut karena ternyata mereka buka orang yang sama. Jadi dimana Selena yang asli.
"Tidak mungkin Mom aku punya kembaran... dan dimana dia sekarang. Apa saat kalian menemukanku tidak melihat orang lain disana ?" ucap Qila sudah berkca-kaca.
"Maafkan kami sayang, kami hanya menemukanmu seorang diri ." ucap Tio ayahnya Qila.
"Diamana kau menemukan Qila?" tanya Bela.
"Manhattan, kau masih ingat Bel saat acara pembukaan resort milik Gio dan di hari itulah aku menemukam Qila, kami langsung membawanya ke rumah sakit dan sungguh naas Qila mengalami amnesia yang parah. Dia tidak mengingat semuanya saat terbangun, pada saat itu usia Qila baru 9 tahun." Jelas Marina sudah menangis karena harus mengingat kejadian itu dan membuka luka lama bagi Qila yang hanya anak angkat keluarga Jhonson.
"Manhattan.." Gumam Gil" Aku harus memastikan sesuatu."lanjut Gil.
"Ada apa boy?" tanya Gio.
"Sebaiknya kita bicarakan ini lain waktu dad." ucap Gil.
"Baiklah boy, memang harusnya seperti itu." ucap Gio.
"Kalau seperti itu, akan ku hubungi lagi nanti untuk membicarakan masalah ini. Kita pamit pulang saja kalau begitu." ucap Tio.
"Emm aku minta maaf atas kejadian tadi, mau kah kau membantuku mencari selena kembaranku?" tanya Qila sambil meminta maaf kepada semuanya atas perlakuannya tadi.
"Akan ku usahakan." ucap Gil.
"Baiklah kami pergi, bye semuanya." ucap Marina kemudian pergi.
"Sayang maafkan kami atas kejadian ini, kau pasti marah karena aku sudah menjodohkan Gil dengan wanita lain." Ucap Bela kepada Alesya.
"Tak apa Mom, kau tidak salah jangan meminta maaf. Mom juga tidak tahu bukan sebelumnya bahwa sudah punya kelasih." ucap Alesya.
"Terimakasih sayang karena kamu tidak marah pada kami." Ucap Bela.
" Sebaiknya kita pulang juga, biarkan kita bahas masalah ini lain waktu."ucap Gio.
"Iya Dad, ayo sweetheart kita pulang. Kamu pasti lelah." ucap Gil pada Alesya.
"Menginaplah kembali Gil." ucap Bela.
"Maafkan kami mom, mungkin nanti kita akan menginap, tapi tidak untuk hari ini."
"Baiklah asal kau janji untuk menginap bersama Alesya okey." ucap Bela.
"Yes mom i promise." janji Gil.
Setelah pamit mereka pun kemabali pulang ke rumah masing-masing.