My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 39



Malam ini langit terlihat sangat indah dengan banyaknya kerlip bintang, semilir angin malam berhembus menerpa wajah Alesya yang kini sudah sampai di tempat tujuan.


Dirinya hanya diam mematung sambil berpegangan pada salah satu bodyguard yang menemaninya tadi.


"Kita dimana, kenapa anginnya kencang sekali?" tanya Alesya namun, yang di tanya hanya diam saja.


"Hey kenapa kau melepaskan pegangannya, tolong jangan tinggalkan aku. Baiklah jika seperti itu aku akan membuka penutup matanya...hey, kau dimana?" Panik Alesya.


"Jangan di buka Ale." Seseorang mencegahnya.


"Adela? kau kah itu?"


"Tentu, ayo sekarang berjalanlah perlahan." Ucap Adela menuntunnya.


"Pasir, apa kita di pantai?"


"Nanti lo akan tahu sendiri dan, sekarang berjalanlah 6 langkah ke depan pelan-pelan jangan berbelok." Intrupsi Adela.


"Kamu serius, aku harus berjalan sendiri dengan mata di tutup seperti ini? ohh yang benar saja."


"Jangan membantah Alesya, kau cerewet sekali. Cepatlah atau lo akan nyesel."


"satu...dua...tiga...empat..lima...kenapa aku seperti berjalan menuju pantai...enam. Apa aku boleh membukanya? Adela, aku boleh membukannya bukan. Ini sudah enam langkah tanpa berbelok. Del?"Teriak Alesya, merasa tidak ada respon ia membuka penutupnya. Alesya mengerejapkan matanya beberpa kali untuk menyesuaikan pencahayaan yang masuk, setelah terlihat jelas ia kaget.



" Ya tuhan."Alesya terkejut dan mendengar seseorang memainkan gitar akustik sambil bernyanyi. Gil, dia sedang duduk sambil memetik senar gitar dengan sangat romantis dan, dia bernyanyi?


Dengan suara yang merdu Gil menanyikan sebuah lagu let's get married × yellow claw


  


*When I met you, you came with a vision (Vision)


You made me wanna make some tough decisions


And usually you ain't the one to give in, but now I do


I so icy, how could I resist it?


When you look at me like you already miss it (Mm)


I ain't been too long but I'ma risk it, yeah, I do (Yeah)


I might be losing my mind


But you got me feeling it's right


And I look so good in all white (All white, all white, mm)


'Cause when you look at me like that


I'm thinking, "**** it, let's get married" (**** it)


Rolly blankin' on your wrist, we're riding in my Chevy (Chevy)


Maybe you're too young and maybe I'm not even ready, yeah, yeah (Yeah, yeah)


'Cause when you look at me like that


I'm thinking, "**** it, let's get married" (**** it)


Rolly blankin' on your wrist, we're riding in my Chevy (Chevy)


Maybe you're too young and maybe I'm not even ready, yeah, yeah (Oh-oh)


Get on your knees, I'll say "Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah"


(Yeah, yeah)


Get on your knees, I'll say "Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah"


(Yeah, yeah, yeah, yeah)


I wasn't so ready (Hey)


Don't be so petty (Petty)


I know I keep feelin' (Phew)


Made your heart too heavy (Hey)


Hop on the jet, let me change the scenes (Phew)


Your prison's a blessin' (Prison)


I know you're tired, you feelin' the pressure (Tired)


Well, let me caress you (Caress you)


You gotta be wild (Wild)


Then put the cap with the lies


They tryna rise (Rise)


Climb at a all time high (Climb)


Lambo, the truck with surprise


We gotta survive (Survive)


I see the plot and the yachts


I might be losing my mind (Oh-oh)


But you got me feeling it's right (Oh-oh)


And I look so good in all white (All white, all white, oh-oh, oh-oh*)


Setalah selesai Gil menghampiri Alesya yang sudah berkaca-kaca, dia terharu karena Gil bernyanyi untuknya.


"Sweetheart I'm sorry, I didn't mean to make you leave me... Happy birthday." Ucap Gil, kemudian ia berlutut dan mengambil kotak buludru berwarna navy. yang ternyata adalah cincin yang di pesan Gil waktu itu, ia sengaja memesannya untuk melamar Alesya namun, belum ada waktu yang tepat menyampaikanya dan, sekarang adalah waktu terbaik untuk Gil menyatakan perasaannya ini.


"Alesya Margareta Gaven, do you want to be my life partner, be my last love. will you merry me?"


"Terima Le." Teriak Audrey.


"Iya terima aja, biar bisa jadi Nyonya Rodrigez selanjutnya." Kini Niel yang berteriak.


"Terima...terimaa...terima.." Teriak semuanya.


"Gil bangunlah, kau tidak perlu seperti ini." ucap Alesya tidak enak.


"Setelah kamu menjawabnya aku akan berdiri." Balas Gil.


"Apa aku tidak bermimpi? baru beberapa jam lalu kamu mengusriku dan bersikap kasar dan, sekarang kamu melamarku?"


"Aku sungguh minta maaf, ini rencana mereka semua dan Alesya apa jawabanmu?"


"Aku tidak tahu harus menjawab apa karena, jujur ini adalah hal tak terpikirkan olehku. Dilamar olehmu? seorang yang kolot dan datar, yang selalu bersikap kasar padaku namun perduli, yang dingin namun hangat. Mungkin aku tak tahu seberapa bahayanya jika aku bersamamu tapi, aku yakin kamu akan selalu menjagaku. Kurasa aku...aku.."


"Aku?"


"Tidak bisa.." Ucapan Ale terpotong begitu saja.


"Serius kau menolakku?"


"Iya, aku tidak bisa menolakmu Gil."


"Maksudmu?"


"Yes i will." Ucap Alesya sambil tersnyum bahagia kemudiam Gil menyematkan cicin yang sudah tertera namanya dan begitupun sebaliknya.


"Thank you." Ucap Gil lalu mencium Alesya lembut. Sorak sorai sahabat mereka sekaligus orang tua Gil terdengar sangat heboh.


"Akhirnya." Ucap Sam.


Kemudian mereka menghampiri Alesya untuk mengucapkan selamat ulang tahun.


"Happy birthday Aleku, maaf gue cuekin lo dua hari ini." Ucap Audrey sambil memeluk Alesya.


"Thanks rey." Balas Alesya.


"Selamat ya le, semonga kedapannya makin lebih baik lagi dan sekarang lo udah jadi ibu negara kedua nih di keluarga Rodrigez." Ucap Adela.


"Haha bisa aja kamu."


"Mom, Dad kalian di sini juga?" Tanya Ale yang baru menyadari kehadiran mereka.


"Kami harus datang, akhirnya putraku akan segera menikah. Beruntungnya aku mendapat calon menantu sepertimu sayang." ucap Bela.


"Mom bisa saja, terimakasih mom." Balas Alesya memeluknya.


"Alesya, seharusnya kamu tidak usah menerima anak kurang ajar itu. Kau tahu dia menggangguku saat malam-malam saat sedang bersama Bela, hanya untuk memberitahu tentang acara malam ini, sungguh menyebalkam bukan." Protes Gio


"Tidak tahu malu, mana aku tahu Dad sedang beraktifitas. Lain kali beritahu dulu, biar tidak menyalahkanku." Bela Gil.


"Sudah-sudah, kalian berdua kenapa membuatku malu hah." Kesal Bela.


"Mom, dia yang memulai duluan bukan aku." ucao Gil.


"Sayang, kau mau menyalahkanku begitu?" Sekarang Gio yang memprtotes.


"Lihatlah drama keluarga ini dude, memang tontonan yang sangat menghibur." ucap Niel.


"Benar, kapan lagi kita bisa menonton Live seperti ini." Timpal Sam


"Dasar Gila." Ucap Marvel.


"Emm permisi, apa acara BBQ nya bisa di mulai?" Tanya Adela dengan cengiran tidak tahu malunya itu.


"Ahhhh...Adela Kau merusak suasan." tegur Audrey.


"Aku sudah lapar." Balas Adela.


"Ohh ayo lebih baik kita mulai daripada melihat anak dan ayahnya sedang beradu mulut, biarkan saja mereka aku pusing." Ucap Bela kesal kemudian mengajak mereka untuk pesta BBQ di pinggir panti.


"Lihat Dad, karena ulahmu Alesya dan Mom marah padaku." kesal Gil dan menyusul yang lainnya meninggalkan Gio sendirian.


"Arggghhh...awas saja kau Gilbert." teriak Gio pada putranya.


Sisanya mereka hanya merayakan pesta dengan penuh kebahagian, namun di sisi lain tanpa diketahui. Seseorang telah mengawasi mereka dalam gelap.