
Gilbert pov
"Niel wake up...anak ini benar-benar. Kau ini tidur atau mati hah." Ucap Gil membangunkan Niel yang sangat mengganggu pekerjaannya. Dia mendengkur sangat keras, membuat Gil kehilangan Konsentrasi nya.
Drtt...Drtt....ponsel milik Gil berbunyi, ternyata Momynya yang menelpon.
"Yes Mom.." ucap Gil.
"Sayang pulanglah malam ini mom akan memperkenalkan seseorang kepadamu dan jangan membantah."
"Tapi mom aku sedang ada pekerjaan penting."
"Jangan berbohong, mom sudah menanyakan schedule mu hari ini."
"Aku tidak bisa mom."
"Pulanglah atau besok kau sudah mendapati ibumu di liang kubur."
"Mom ayolah..Mom." Panggilan di tutup dengan sepihak.
"Agggrhhhh sial." Teriak Gil sangat keras sampai Niel terbangun.
"Holly shit..come on man. kenapa kau berisik sekali aku sedang beristirahat, mengganggu saja."ucap Niel kesal
"Diamlah, Mom menintaku untuk pulang ke mansion dia akan mengenalkan seseorang kepadaku. Kurang ajar, ja*ng mana yang bisa menipu mom seperti ini."
"Woww, bagus mom Bela akan mengenalkanmu pada seorang wanita. Pasti dia tidak sembarang memilih calon menantu untuknya."
"Diamlah, beri aku solusi agar mom tidak menjodohkan ku dengan wanita itu."
"Kau ini, belum juga melihat rupanya sudah mengkritik."
"Aku tahu Mereka pasti berpura-pura baik di depan mom karena ingin menjadi menantunya, kau tahu Sabrina, anak dari teman mom yang akan di jodohkan denganku. Sikapnya menjijikan, dia tidak hanya berkencan denganku.
" Memang bit*h karena dia pernah bersamaku."Ucap Niel dengan santai.
"Sialan kau."
"Mintalah gadis itu untuk berpura-pura menjadi kekasihmu."
"Siapa?"
"Alesya, siapa lagi."
"Kau serius, gadis itu. Tidak...tidakk."
"Mau bagaimana lagi, tidak ada cara lain Gil dan kau juga tidak bisa menghindar dari ibumu."
"Ahrggggg...Baiklah." ucap Gil prustasi."Ku pulanglah aku akan pergi ke kampusnya."
"Kau mengusirku setelah memberikan saran yang begitu brillian."
"Ayolah jangan seperti anak kecil."
"Yayayayay aku pulang, Godluck boy dan Thanks untuk tumpangan tidurnya." Ucap Niel kemudian pergi.
Dan setelah mengurus pekerjaanya Gil bergegas menuju ke kampus untuk menjemput Alesya. Sesampainya disana dia keluar dan menunggu Alesya di depan mobil, seketika dia menjadi pusat perhatian, sudah tidak aneh baginya.
"shit lama sekali, kapan ia pulang." umpat Gil.
Namun setelah menunggu beberapa menit Gil melihat Alesya bersama kedua sahabat dan bodyguard nya.
"Kenapa dia malah mematung disana, apa aku harus menggendongnya seperti karung beras." Ucap Gil melangkah menghampiri Alesya yang masih diam.
Gil menuntunya menuju mobil untuk pergi ke butik langganannya.
"Kau tidak akan turun." ucapku
Kemudian aku meinta madam jeny untuk mendandani Alesya.
"Jeny permak dia secantik mungkin, jangan berikan baju yang terlalu terbuka."
"Tenang saja, semuanya akan sesuai dengan apa yang kau mau." Ucapnya dan menghampiri Alesya yang kebingungan.
Setelah menghabiskan waktu yang lumayan memakan waktu terdengar suara deheman keras, aku palingkan muka melihat siapa dan ternyata jeny bersama Alesya?
"Tadaaaa....She look very beautiful right Mr.Rodrigez." Ucap jeny
"Lumyan." ucapnya singkat.
Bisa di lihat raut mukanya yang kesal, sebenarnya dia sangat cantik dengan dress merah selututnya, apalagi dengan bahunya yang terekspos begitu saja membuatku sedikit panas.
"Okey kerja bagus Jen, akan ku transfer kan sisanya." ucapku kemudian pergi meninggalkannya, sungguh berada di dekatnya membuatku sesak.
Saat di perjalanan tiba-tiba dia bertanya akan kemana kita pergi.
"Kita akan kemana?" tanyanya
"Mansion keluargaku dan berpura-puralah menjadi keksihku nanti."
"Maksud tuan?"
"Ohh dan jangan panggil aku taun, Gil kau boleh memanggil namaku dengan bebas aku bukan tuanmu."
Dia selalu saja memanggilku seperti itu, padahal aku tidak memintanya memanggilku dengan sebutan tuan karena aku bukan majikannya.
"Tapi saya harus bagaimana?"
"Bersikaplah seperti sepasang kekasih lainnya."
"Aku..Akuu tidak tahu." cicit Alesya.
Sungguh dia tidak tahu sangat lucu, ku kira wanita secantik dia berpengalaman dalam kisah asamara, ternyata tidak.
"Kau...Hahaaahah tidak tahu mana bisa. Aku tidak percaya." Ucapku tak bisa menahan tawa.
"Baiklah akan ku beri tahu, bersikap mesralah seperti bergandeng tangan, memanggil sayang mungkin kau bisa lakukan yang di lakukan pasangan kekasih di luar sana." tuturku
"Baiklah." Gumamnya.
.........
Tibalah kami di mansion keluarga Rodrigez, seketika aku terperangah besar dan mewah sekali, benar-benar seperti istana. Beruntungnya Aku bisa menhinjakan kaki di sini, "mansion sangat nyaman kenapa Gil memilih tinggal di apartment di bandingkan di sini bersama orang tuanya." Batinku bertanya.
Kemudian Gil turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuku sambil mengulurkan tangannya.
Aku meraih tangannya dan berjalan beriringan, di depan sudah terlihat dua penjaga.
"Benar-benar seperti istana" Batinku.
Seketika aku sangat gugup karena bingung harus bersikap layaknya kekasih Gil, aku tidak pernah jatuh cinta dan mempunyai kekasih. Tiba-tiba Gil melepaskan rangkulannya di pingganku dan menghampiri wanita paruh baya yang kurasa ibunya Mrs. Rodrigez.
"Welcome home honey..." sambutnya sambil memeluk Gil dan ku lihat di sana seorang wanita sangat cantik duduk dengan manis, siapa dia.
"Thanks mom." ucal Gil membalas pelukan mom nya."Mom perkenalkan dia Alesya Margareta Gaven kekasihku."ucap Gil dan dapat di lihat raut terkejut mom nya.
"Kkke...kkekasih?" Tanyanya memastikan.
"Yes, dia kekasih ku dan sudah lama tinggak bersamaku di apartment. iyakan sweetheart." ucap Gil sambil mengecup pipi Alesya.
"ya tuhan barusan dia mengecup pipiku." batinku, seketika jantungku berdegup kencang."Kenapa aku deg-degan begini, mungkin aku takut ketahuan menjadi kekasih pura-puranya."Alesya meyakinkan.
"Ii..iiiya Mrs.Rodrigez, maafkan aku karena sudah tinggal bersama Gil beberpa waktu ini." Ucapku mencoba tenang.
"Tante, apa-apaan ini." Ucap wanita itu nyalang.
Dan tiba-tiba rangkulan Gil menegang di pinggangku, kenapa dia.
"Kk...kkau." ucap Gil terbata.
"Ada apa ini, kenapa Gil seperti sudah mengenal wanita itu." Batinku.
"Kau sudah mengelnya sayang, dia Syaqila Jhonson yang akan mom kenalkan kepadamu."
"Selena." ucap Gil Dingin dengan penuh kebencian.
"Selena, siap selena. apa Gil tuli. jelas Mrs.Rodrigez memperkenalkan wanita itu sebagai syaqila bukan selena." Batinku