
Gil terlihat fokus mendengarkan penuturan seorang investor yang menawarakan berbagai keuntungan agar bisa bekerja sama dengan perusahaan raksasa Rodrigez. Kali ini Gil mengadakan meeting di resort karena, memang perjanjiannya seperti itu.
"Seperti yang saya jelaskan tadi, keuntungan yang akan di peroleh adalah 65%-35%. Dan akan bertambah setiap tahunnya." Tuturnya.
"80%-20%, deal?" Singkat Gil.
"75%-25%?" tawarnya.
"70%-30% jika Anda menyetujuinya Mr.Lee, Sekertarisku akan mengurus berkas-berkasnya." ucap Gil.
"Baiklah deal, Terimakasih Mr.Rodrigez semoga kerja sama kita berjalan lancar, kalau begitu kami juga akan segera mengatur laporan untuk di serahkan kepada Anda."
"Mungkin meeting kali ini cukup sampai disini. Jika ada hal yang perlu ditanyakan, hubungi saja sekertarisku."
"Baik kalau seperti itu." balasnya.
"Saya harap dengan berjalannya kerja sama ini bisa menguntungkan bagi masing-masing perusahaan. Mari saya pamit terlebih dahulu." Ucap Gil kemudian pergi meninggalkan mereka dengan sekertarisnya yang mengekor di belakang.
Namun baru saja Gil akan masuk kedalam mobilnya seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Semua yang ada disana termasuk bodyguard dan sekertarisnya yang juga akan masuk kedalam terkejut.
Gil dengan kasar menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar.
"Lepas bit*h." Ucap Gil datar
"Gil, Aku merindukanmu." Ucapnya.
"Bermimpilah selena, Aku tak sudi melihat wajahmu lagi. Rasanya menghirup udara yang sama dengan mu pun aku tak mau, enyah-lah dari pandanganku." Tutur Gil yang ternyata wanita itu adalah selena.
"Kenapa kau seperti ini Gil, Aku yakin kamu masih mencintaiku." Ucap Selena.
"Tidak tahu malu." Ucap Gil kemudian masuk kedalam mobilnya dan dia masih mendengar samar selena berkata.
"Lihat saja Gil, jika Aku tidak bisa memilikimu. Wanita sialan itu juga tidak bisa merebutmu dariku." Teriak Selena yang di hiraukan Gil karena sudah pergi bersama dua mobil lainnya di belakang.
........
Giovano bersana Samuel sedang berbincang di kantor milik keluarga Rodrigez, Sam datang dengan sengaja karena dirinya ingin melaporkan sesuatu.
"Dad Gio kenapa kau tidak memberitahukan Aku mengenai Alesya yang bersama dengan Gil?" Tanya Sam.
"Kurasa itu tidak penting untukmu." Balasnya acuh.
"Setidaknya Aku tahu Dad, apa Kau tahu Alesya yang di rawat di rumah sakit karena tertembak?"
"Hmmm, bahkan sniffer dan pengkhianat yang berada di dekat putra-ku sudah lenyap."
"Benar-benar serba tahu, tadi saat di kampus kembaran Selena datang untuk menanyakan keberadaanya."Ucap Sam.
" Lalu?"
"Apa Dad Gio tahu, berasal dari keluarga mana sebenarnya Selena dan, saat aku meretas cctv kejadian tahun itu, seseorang berpakaian misterius menaruhnya begitu saja seperti...dibuang?"
"Memang, Aku bersama Gil masih mencari siapa dalang dari semua ini. Sepertinya Selena bukan berasal dari keluarga biasa saja, terbukti dari sulitnya mencari informasi mengenai dirinya."
"Aku ingin kau tetap mengawasi Alesya karena, kurasa setelah bersama Gilbert bahaya pasti akan mengancam dirinya dari musuh-musuhku."
Namun tiba-tiba pintu ruang kantor yang memang tidak terkunci itu terbuka, menampilkan Gil yang masuk dengan heran melihat Samuel berada di kantor Daddynya.
"Sam, ada urusan apa kau kemari?" Tanya Gil yang sudah benar-benar masuk.
"Hanya membicarakan masalah pekerjaan."Jawab Sam.
" Benarkah, Aku tidak percaya. Kalian menyembunyikan sesuatu dariku bukan?"Tanya Gil menyenlidik.
"Tidak ada Boy, tumben sekali kau berkunjung ke perusahaanku." Balas Gio.
"Jangan berani membohongiku Dad, kau tahu bukan Aku sangat membenci itu. Dan Aku dengar, kau menyebut nama Alesya."
"Duduklah boy akan ku jelaskan semuanya."
"Tapi Dad." Cegah Sam.
"It's okay Sam."
"Sam sudah lama membantuku, semenjak kejadian yang membuatmu berubah. Aku langsung menyelidikinya dan bertanya pada Sam, apa yang terjadi pada kalian." Ucap Gio sambil membetulkan cara duduknya.
"Kemudian kejadian satu tahun yang lalu, membuatku harus meminta Sam untuk terus mengawasi Alesya. Karena Aku tahu kejadian itu membuatnya trauma, Sam selalu mengawasi Alesya dan, melaporkan apapun yang terjadi padanya." Lanjutnya.
"Tunggu, apa kau yang mengawasi Alesya saat di tamana Sam?" Tanya Gil.
"Iya, itu Aku." Jawab Sam.
"Heh...Sepertinya menjadi dosen magang di kampus-ku juga itu ulahmu Dad " Kekeh Gil yang baru menyadari sesuatu.
"Tentu." Singkat Gio.
"Kenapa Kau melakukan ini?" Tanya Gil.
"Hanya merasa kasihan, hidupnya hancur karena kesalahanmu yang tidak di sengaja itu."
"Dad, Aku sudah bilang padamu itu bukan salahku."
"Dimana letak ketidak salahamu Boy katakan, Aku ingin tahu?"
"Karena sahabat sialanku, hal ini terjadi." Ucap Gil.
"Kau saja yang bodoh dan hanya mementingkan Egomu yang tinggi." Balas Gio.
"Kenapa Kau selalu menyudutkan-ku Dad."
"Hanya ingin menyadarkanmu karena, Aku ingin kau segera menikah."
"Bahas ini lain kali saja, kau memang pintar mengalihkan pembicaraan Dad."
"Lalu, apalagi yang ingin Kau tahu sekarang?"
Belum sempat melanjutkan obrolannya, sekertaris Gio sudah memberitahukan dirinya untuk bersiap karena akan mengadakan rapat direksi di perusahannya.
"Sepertinya Aku harus meninggalkan kalian disini, Boy maafkan Dad tentang ini. Kuharap Kau bisa mengerti apa yang Dad lakukan, jangan buat keributan. Aku pergi dulu." Ucap Gio kemudian bergegas pergi meningglkan mereka berdua.
"Aku juga akan pergi." ucap Sam namun di tahan oleh Gil dengan pertanyaan yang membuat Sam terdiam.
"Kau menyukai Alesya?" Tanya Gil.
"Iya, jika Aku menyukainya Kau mau apa?"
"Mungkin menjadi musuhku lebih menyenangkan daripada sebagai sahabatku."
"Haha... lakukanlah sesukamu Gil karena, Aku memang benar-benar..." Sam menjeda perkataannya dan Gil hanya menaikan sebelah Alisnya menunggu.
"Menyayanginya sebagai Adikku sendiri."Lanjut Sam.
" Sialan kau."Umpat Gil.
"Hahaha...Jangan salah paham dengan semua sikap-Ku kepada Alesya selami ini, Dia Ku anggap hanya sebagai Adikku. Kau tahu Gil, selama Aku di tugaskan untuk mengawasi Alesya oleh Dad Gio. Membuatku ingin melindunginya, Dia berjuang sendirian tanpa siapapun dan, mungkin hanya kedua sahabatnya yang selalu ada."
"Kenapa Kau mau melakukan itu Sam dan, menjadi dosen meninggalkan perusahaanmu yang akan hancur itu kurasa tidak mudah."
"Dulu, saat Dad Gio datang kepadaku pertama kali. Dia seperti sedang prustasi mungkin karena perubahanmu yang sangat cepat, Dia bertanya semua hal tanpa terlewatkan." Ucap Sam menerawang kejadian beberapa tahun yang lalu.
"Aku kira dia tidak akan berhubungan denganku lagi karena kita sudah tidak seperti dulu. Tapi, setahun yang lalu Dia datang untuk meminta bantuan di saat yang tepat, salah satu staff keuanganku terlibat penggelapan uang yang berimabas pada perusahaan. Kau pasti tahu itu, akhirnya aku menggunakan kesempatan itu untuk berbisnis."Ucap Sam
" Memang mencari keuntungan."Gumam Gil.
"Yahh seperti itulah, Dia meminta bantuanku dan Aku meminta bantuan darinya. Saling menguntungkan bukan."Kekeh Sam." Aku meminta agar Dad Gio membantu perusahaanku dan membersihkan citra buruk yang menyebar, terbukti sampai saat ini perusahaanku bersih sebelum, seseorang yang membongkar kembali masalah perusahaan untuk menggagalkan kerja sama penting itu"Ucapnya kesal.
"Tenang saja, besok kita akan tahu siapa yang sudah berani menuduhku."
"Kau tahu?" Tanya sam.
"Bodoh, sudah dapat di pastikan."
"Terserah, yang ku inginkan adalah perusahaanku kembali bersih dan investor itu tidak jadi menggagalkan kerja sama-nya."
"Bersabalah Sammy dan, mari kita pulang. Aku harus menemani Alesya di rumah sakit."Ucap Gil dan hanya di angguki oleh Sam, kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan Gio.