My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 24



Ternyata setelah makan malam Gil tidak langsung beristirahat, dirinya masih memikirkan perkataan Alesya. Samuel yang bertemu Qila menurut Ale, mereka seperti terlihat sudah saling mengenal.


"Apa mungkin itu Selena?" Tanya Gil pada dirinya sendiri.


Dia harus memastikan ini sebelum mengambil sebuah keputusan. Gil kemudian beralih membuka laptopnya dan mulai mengetikan berbagai program rumit, yang Gil lakukan adalah meretas CCTV cafe itu. Dicarinya hari, tanggal dan jam yang memperlihatkan mereka dan berhasil. Di meja cafe dekat jendela yang memang sedikit jauh dari tempat Alesya duduk bersama teman-temannya namun, masih dapat melihat dengan jelas.


"Ternyata memang benar sam menemui Selena bukan Syaqila dan, kemana selama ini pergina wanita itu." Ucap Gil.


Kemudian Gil mencoba menghubungi Marvel.


"Apa kau belum tidur?" Tanya Gil setelah terhubung dengan Marvel.


"Belum, ada apa kau menelponku malam-malam?" Jawab Marvel.


"Kapan kau akan menjadwalkan pertemuan kita bersama sam?"


"Jika kau mau besok akan ku jadwalkan."


"Baiklah, besok jam 7 malam bagaimana?"


"Tidak masalah, nanti akan ku hubungi Niel dan sam."


"Oke." singkat Gil dan mematikan sambungannya. Diliriknya jam sudah menunjukan pukul 1 pagi, ia pergi kekamarnya untuk beristirahat namun saat melewati pintuk kamar Alesya dia berhenti. Dibukanya perlahan pintu berwarna putih yang ternyata tidak terkunci, Gil masuk dan menghampiri Alesya. Terlihat begitu damai, dengan pencahyaan yang minim Gil masih bisa melihat wajah cantik Alesya.


Diamatinya setiap jengkal yang ada pada wajah Alesya, Gil mengusap lembut bibir merah jambu itu. Ia pernah merasakannya dua kali, manis. Rasanya yang ada pada diri Alesya adalah racun yang bisa membunuh Gil kapan saja.


Tiba-tiba Gil tersadar, kenapa dia harus masuk ke kamar Alesya. Dia seharusnya tidur, dengan cepat Gil pergi dan langsung masuk kemarnya.Entah apa yang ia pikirkan tadi, mungkin karena masalah yang di hadapi hari ini membuat Gil tidak fokus.


Setelah mendapatkan posisi tidurnya Gil terlelap.


..........


Hari ini berjalan seperti biasa dan sekarang Alesya sedang berbincang di kantin kampus bersama samuel.


Rey tidak masuk kuliah hari ini karena harus ikut menjenguk Grandpa nya yang sakit di London sedangkan Adela, ia pulang cepat harus mengantar Mommy-nya arisan karena, semua teman sosialitanya mengundang anak-anaknya untuk ikut serta.


"Setelah kuliah kamu ada acara?" tanya sam


"Sepertinya tidak, memangnya ada apa?" ucap Alesya.


"Apa kau keberatan untuk menemaniku mencari sesuatu untuk hadiah ulang tahun adikku?"


"Kau punya adik, boleh. Aku juga sudah lama tidak main ke luar."


"Baiklah kalau begitu."


"Sam apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Gapapa bertanya saja kok gak boleh." ucap Sam sambil terkekeh.


"Apa kemarin kamu datang ke cafe dekat kampus?"


"Iya, memangnya kenapa?"


"Tidak, hanya saja aku melihatmu datang bersama Qila."


"Qila, siapa?"


"Kenalan baruku, kau bersamanya kemarin bukan?"


"Tidak, kemarin aku bersama teman lamaku selena. dan Qila, aku tidak mengenalnya."


"Selena, kau mengenal selena?"


"Iya, kami sempat dekat saat masih di SHS."


"Aa..apa kau juga mengenal Gilbert dan Danielo?"


"Yahh kami bersahabat saat JHS dan, sekarang sudah tidak karena kesalah pahaman."


"ya tuhan jadi Sam yang dimaksud Gil, sahabat yang mengkhianatinya dengan berselingkuh bersama pacarnya selena, dan kenapa sam bilang hanya berteman dan salah paham. Maksudnya apa." Batin Alesya


"Hey, kau melamun Ale."


"Ahh..hahaha tidak. Aku hanya teringat sesuatu tadi."


"Kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu, Apa kau mengenal mereka?"


"Ttt..tidak, aku hanya tahu saja, sepertinya aku salah lihat. kukira kamu sedang kencan dengan teman baruku ternyata bukan."


"Iya terserah, lebih cepat lebih baik bukan." ucap Alesya dan mereka pergi meninggalkan kantin.


Seseorang sedang mengawasi mereka dari jauh tanpa mereka tahu, dan orang itu menelpon seseorang.


"Hallo tuan, Nyonya Alesya akan pergi bersama Tuan samuel ke sebuah mall."


"shitt.. terus awasi mereka jangan samapi ketahuan."


"Baik tuan." Setelah itu sambungan terputus.


Yah, Gil yang menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Alesya karena dia tahu kedua sahabatnya sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Dan benar saja, samuel mendekatinya di kampus, dan malah mengajaknya pergi, membuat Gil marah.


Sekarang Sam dan Alesya sudah berada di pusat perbelanjaan, Meraka mengunjungi hampir setiap toko.


"Sam adikmu peremuan apa laki-laki?" Tanya Alesya


"Adiku perempuan dia masih SHS, menurutmu aku harus memberikan hadiah seperti apa?"


"Emmm apa yah..Adikmu mungkin pernah bercerita menginginkan sesuatu namun dia belum bisa memilikinya."


"Ada, dia ingin gitar akustik Martin OM-45 Deluxe 11930 yang pernah di pakai oleh The Rolling Stones, Mick Jagger. Namun itu sangat langka."


"Kita cari saja dulu, mungkin jika tidak menemukan yang itu kita bisa ganti dengan gitar akustik yang sama."


"Baiklah, ayo kita cari." Merekapun mulai mencari gitar yang diinginkan oleh adiknya sam, namun setelah beberapa toko yang di kunjungi hasilnya nihil. Mereka menyerah dan memang gitar itu sangat langka, jika ada mungkin di pelelangan.


"Bagaimana sam, kita sudah mengunjungi hampir semua toko musik disini tapi tidak ada."


"Iya sangat susah mendapatkannya, mungkin aku hanya bisa membelikan gitar akustik biasa."


"Tak apa, adikmu pasti akan suka."


"Yasudah ayo kita cari lagi." ucap Alesya.


Setelah mencari akhirnya sam menemukan gitarnya, yaitu gitar akustik Gibson J-160 yang tidak kalah legendarisnya karena gitar milik John Lennon yang merupakan seorang penyanyi legendaris yang berasal dari Inggris. Harganya juga tidak main-main, apakah orang kaya selalu menghamburkan uand dengan mudah.


"Akhirnya selesai juga, ayo kita membeli makan dulu sebelum pulang. Aku juga sudah lapar." Ucap Sam kemudian mereka pergi menuju Starbucks terdekat.


"Huffttt sedikit melahkan." keluh Alesya.


"Maafkan aku membuatmu lelah."


"Hahah santai saja... Aku tidak merasa keberatan malah senang." ucap Ale.


Tingg....Tinggg ... Ponsel Alesya berbunyi menandakan pesan masuk.


Crazy Bastard 🐺


pulang sekarang juga dan jangan membantah. Anak buahku sudah menunggu di lobby.


"Astaga apa-apan ini, memerintah dengan seenaknya." Batin Alesya.


"Ada apa?" Tanya Sam.


"Sam maafkan aku, seseorang menyuruhku pulang sekrang juga."


"Siapa, kenapa temanmu begitu seenaknya menyuruhmu pulang. Kurasa dia tidak berhak mengatur kemana kau akan pergi." ucap Sam


"Emmm dia..." Drrttt....Drtttt tiba-tiba telpon masuk dan ternyata Gil yang menelponya.


"Hallo."


"Apa kau tidak membaca pesanku hah, cepat pergi sekarang atau kau akan tahu akibatnya."


"Iya aku akan pulang sekarang."


"Bagus." Balas Gil lalu mengakhiri panggilannya.


"Sam, maaf.Aku harus benar-benar pergi sekarang. Terimakasih karena telah mengajaku membeli hadiah untuk adikkmu. Salamkan padanya selamat ulang tahun dariku, yasudah aku pamit."


"Iya sama-sama, akan ku antar kau kedapan."


"Ohh tidak usah, tak apa aku bisa sendiri. bye sam." Pamit Alesya kemudian pergi dengan terburu-buru.


"Kenapa tingkahnya aneh sekali, ahh sudahlah." ucap Sam dan bergegas untuk pulang juga.