My True Love Is Mafia

My True Love Is Mafia
chapter 17



Sang surya sudah mengintip dari celah jendela kaca, mengusik sepasang manusia yang sedang asyik menjelajah mimpinya.


"Huemmmm.." Gumam Alesya mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk dari celah gorden, dia belum menyadari seseorang tertidur disampingnya dengan tanang.


"Uhh berat sekali siapa yang menindihku." masih dengan guamaman dan matanya yang sedikit melek Alesya meraba-raba perutnya berat seperti tertimpa sesuatu dan happ. Tangan? Seketika matanya langsung terbuka.


"Tangan? siapa?" Batin Alesya panik, pasalnya ia ingat terakhir kali tidak ada siapapun di kamar ini. Dan saat ia menoleh kesamping alangkah terkejutnya mendapati Gil yang terlelap bersamanya sambil memeluk dengan erat seperti guling.


"Ya tuhan kenapa dia disini." bisikku dan berusaha memindahkan tangannya namun tiba-tiba dia malah menarikku mendekat sangat dekat sampai deru napasnya begitu terasa hangat di pipiku.


"Sebentar saja." gumamnya.


"Apa dia sedang bermimpi, sungguh rasanya aku ingin pergi ke kutub untuk bersembunyi disana."


"Emm Gil lepaskan aku akan mandi." ucap Alesya.


"Diamlah 5 menit lagi." Gumamnya kembali


"Mom Bela akan marah jika aku telat dan tidak membantunya menyiapkan sarapan . jadi tolong lepasakan." ucapnya memohon.


"Mom tidak akan marah percayalah."ucap Gil


" Lepaskan Gil atau ku gelitiki kau."ucap Ale mengancam.


"Tidak takut."


"Baiklah, rasakan ini." Ucap Ale mulai menggelitiki Gil.


"Cukup iya aku lepaskan...ahaahahah..berhenti sweetheart." ucap Gil dan melepaskan pelukannya.


Namun berbeda dengan Alesya yang diam karena mendengar Gil memanggilnya seperti itu. bukannya mereka sedang tidak berpura-pura tapi kenapa harus memanggil sweetheart segala. Saat Ale berbalik menatap Gil dengan cepat menutup mukanya.


"Kau kenapa menutup wajahmu seperti itu?" tanya Gil bingung.


"Pakai bajumu Gil." ucapnya.


"Seharusnya tidak masalah untukmu karena sebelumnya kau sudah melihat semua bukan?" goda Gil.


"Kau.." ucap Alesya dengan masih menutup mata menuju kamar mandi untuk membersihkam diri.


"Menggemaskan." ucap Gil sambil terkekeh.


tiba-tiba pintu kamar Gil di ketuk.


Tok..Tok..Tokk


"Kau sudah membelinya jeny"ucap Gil.


Dia adalah jeny yang sudah ia tugaskan membelikan satu set pakaian untuk Alesya kemarin dan, baru sempat ia berikan pagi ini.


" Seperti yang kau inginkan handsome." Ucap jeny


"Thnaks..akan ku transfer bayaranmu beserta bonus nya karena sudah mengantarkannya tepat waktu."


"Baiklah bye ..." ucap jeny kemudian pergi.


Setelah menutup pintunya Gil meletakan paper bag di depan pintu kamar mandi, karena yakin Alesya pasti akan mencarinya. kemudian pergi menuju balkon.


Dan benar saja Alesya mengambilnya lalu memakainya cepat.


"Kemana perginya pria itu?" tanyanya sambil mencari.


"Masa bodoh aku harus cepat turun dan membantu mom bela menyiapkan sarapan pagi."ucapnya dan pergi ke lantai dasar.


" Morning mom, apa yang harus aku lakukan?" tanya Ale.


"Hai sayang morning, bisa bantu mom untuk memotong sayuran ini." ucap mom


"Bisa, akan ku lakukan."


"Terimakasih sayang." ucap mom berterimakasih.


"Emm mom boleh aku bertanya sesuatu?" Ucapku.


"Apa makanan kesukaan Gil mom?" ucapku malu-malu.


"Gil anak itu suka Beef storganoff, Tuna sandwich, Grilled chicken. Gil tidak suka pedas dan alergi cokelat. Tapi dia suka manis dan pancake stoberi dengan segalas moccacino."


"Kenapa kamu bertanya seperti itu sayang?"


"Agar aku bisa membuatkan untuknya suatu hari, atau di saat dia sedang marah akan ku bujuk dia dengan masakan kesukannnya." ucapku dan kami pun tertawa.


" Kau mau tahu saja, tunggulah di meja makan kami akan segera memghidangkannya."ucap Mom


"Bersabarlah." ucapku.


"Baiklah kalian sengaja mengusirku ternyata." kekeh Gio.


"Ayo mom cepet selesaikan, sepertinya mereka sudah kelaparan hanya dengan mencium masakan mu." ucap Ale


"Kamu bisa saja, baiklah tinggal menunggu sup mu dan selesai."ucap mom


Selang beberapa menit masakan kami sudah siap dan aku membantu mom membawakan beberapa hidangan di meja makan.


" Terlihat enak."ucap Dad sudah siap dengan alat makannya.


"Dimana Gil, sayang?"Tanya mom kepeda Alesya.


" Aku tidak tahu mom, mungkin sedang membersihkan diri dan bersiap."ucap Alesya.


"I'm here sweetheart." ucap Gil yang baru saja turun dan mengecupi pipi Mom dan Alesya.


"Kau curang boy, kenapa mereka mendapat morning kiss dan aku tidak." ucap dad kesal.


"Ayolah dad, masa aku harus mengecup pipimu tidak mau." ucap Gil


"Memang anak durhaka." balasnya.


"Kenapa, aku hanya tidak mau ." ucap Gil.


"Selalu saja terjadi keributan saat pagi, kalian diamlah dan jangan bertengkar. Jika seperti ini rasanya aku mempunyai dua anak laki-laki." kesal Mom


"Dad kau dengar, mom menggapmu seperti bayi tua." Ucap Gil.


"Tutup mulutmu dan makanlah."ucap dad kesal.


"Honey kau mau makan apa?" ucap mom pada dad


"Apapun semua masakanmu selalu aku makan honey." balas Dad.


"Kau bisa saja honey, okey kau haru banyak makan makanan yang berserat. Akan ku ambilkan sup ini untuk suamiku tercinta" ucap Mom.


"Thank honey." ucap Dad


Melihat keluarga Gil yang hangat seperti ini menhingatkanku pada Mom and Dad, dulu kami selalu bercanda di atas meja makan dan mengobrol dengan semua lelucon yang dad lontarkan.


"Sweetheart kenapa melamun, makanlah." ucap Gil


"Ahhh...heheh iya. Kamu mau apa, akan ku ambilkan." ucap Alesya kemudian mengbilkan beberpa lauk untuk Gil ke atas piring.


"Thanks sweetheart." ucap Gil


Setelah selasai Alesya dan Gil pamit.


"Mom, Dad kita pergi dulu." pamit Gil.


"Iya sayang, berhati-hatilah dan mom harap kalian bisa tinggal di sini bersama mom." ucap mom berkaca-kaca.


"Honey sudahlah, jika mereka ingin. Meraka akan tinggal tanpa diminta."ucap dad


" Akan aku ushakan mom."ucap Gil


"Mom,Dad kami pergi dulu. Byeee." ucap Alesya dan mereka pergi dengan satu mobil yang berisi bodyguard di belakangnya.


Saat di perjalanan Gil maupun Alesya sama-sama diam, mereka terlihat canggung dan bingung. Apa yang harus mereka lakukan setelah kepura-puran ini berakhir, terutama Alesya.


Tak terasa meraka sudah sampai di depan kampus Alesya.


"Aku turun, emm dan terimakasih untuk bajunya." ucap Alesya sudah akan turun namun Gil cekal.


"Ale." panggil Gil.


Cup..


Gil mencium bibir Alesya begitu saja. Alesya kaget dan hanya diam mengumpulkan kesadarannya.


"Akan ku jemput, jangan pulang dengan siapapun." Ucap Gil setelah melepaskan ciuman singkat tadi Alesya buru-buru keluar dan dia yakin wajahnya sudah semerah tomat.


"Ya tuhan, apa tadi dia menciumku." gumam Alesya masih tak percya sambil berjalan menuju kelasnya.