
Malamnya semua tamu undangan sudah memenuhi Hall, sampai paparazzi hadir karena memang di undang untuk mengabadikan moment penting bagi keluarga Rodirigez.
Sangat mewah, mungkin bisa di katakan pernikahan termegah tahun ini. Semua sudah tidak sabar menunggu pengantinnya hadir di tengah-tengah mereka, terutama Alesya.
Alesya yang memang dari kalangan bawah bisa bersanding dengan billionaire muda terkaya yang sangat di kagumi oleh banyak wanita, sedang menjadi perbincangan hangat. Banyak yang tidak suka dengan Alesya tapi, tidak kalah banyak juga yang mendukung nya.
Riuh tamu undangan seketika menjadi hening, suasana berubah romantis, alunan musik mengalun syahdu sebagai pengiringnya.
Semua mata terjutu pada pasangan pengantin yang sangat serasi, Alesya dan Gilbert melangkah perlahan turun dari tangga berbalut red carpet.
Alesya yang bergaun Gold dan Gilbert dengan tuxedo hitam nya, tidak sedikit dari mereka dengan terang-terangan mengambil gambar kedua pasangan baru itu.
Gil menuntun Alesya yang terlihat gugup ke pelaminan, rasanya kegugupan Alesya bertambah dua kali lipat di bandingkan sebelumnya. Wajar saja kerena, saat pemberkatan hanya orang-orang terdekat dan keluarga yang di undang, berbeda dengan sekarang. Banyak rekan media yang memancarkan kamera, blitz berkilauan memotret mengambil moment mereka.
"Sweetheart." Panggil Gil ketika mereka sudah sampai dan duduk di kursi pelaminan, genggaman Gil yang terasa hangat membuatnya sedikit tenang.
Kemudian Gil berdiri dan memberikan sedikit kata sambutan.
"Hari ini adalah hari spesial bagi kami, akhirnya setelah sekian tahun. Saya menemukan wanita yang benar-benar tulus menerima, mencintai saya. Dia adalah Alesya Margareta Rodrigez istriku." Ucap Gil lalu mencium kening Alesya hangat.
" Untuk semua rekan-rekan sekalian, terimakasih atas kehadiarannya di pesta pernikahan kami, semoga kalian menikmati pestanya."Lanjut Gil dengan di akhiri tepuk tangan.
Tak lama setelah itu, para tamu undangan satu persatu memberikan selamat kepada mereka berdua.
"Selamat atas pernikahan kalian Mr and Mrs. Rodrigez." Ucap Mr. Lee.
"Thank you."
Semua rekan bisnis, keluarga dan teman-teman semua memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.
"Mr. Rodrigez, selamat atas pernikahan kalian. Bagaimana, apakah aku sudah menepati janji untuk datang ke pernikahanmu?" Ucap Mr.Walter.
"Ya, tapi tidak dengan putrimu." Balas Gil.
"Maafkan dia yang tidak bisa hadir karena, harus terbang ke Jerman untuk pemotretan disana."
"Tak apa, sweetheart. Ini adalah ayah dari Jessica yang waktu ikut juga makan malam, bukan begitu Mr. Walter?" Tanya Gil.
"Ya benar Mrs.Rodrigez, semua pemberitaan media itu tidak benar, Mr.Rodrigez tidak pergi berdua tapi saya juga bersama mereka. Maafkan atas kesalah paham ini." Jelas Mr. Walter.
"Haha iya tidak apa." Ucap Alesya.
"Baiklah, sekali lagi selamat atas pernikhan kalian. Permisi." Pamit Mr.Walter.
"Kelihatannya Mr.Walter orang yang baik." Ucap Alesya.
"Memang, tapi terkadang kita tidak tahu siapa mereka sebentatnya." Ucap Gil.
Tiba-tiba suara Audrey terdengar memanggil nama Alesya.
"Ale.." Teriak Audrey.
"Memalukan sekali." Guman Niel.
"You look so gorgeous baby." Puji Audrey.
"Thanks."
"Dia sudah mempelajarinya sedari dulu Niel." Jawab Marvel.
"Sepertinya Gil lebih hebat bergulat di bandingakn dengan Marvel." Sahut Sam.
"Tentu, aku yakin akam itu." Ucap Niel.
Alesya yang mendengarnya hanya diam dan, sangat malu ketika Ia teringat akan perkataan Niel barusan. Wajahnya sudah memerah, "Kenapa mereka membicarakan hal konyol di sini." Batin Alesya.
"Diamlah, kalian membuat Alesya malu."Ucap Gil.
" Tenanglah adik, Gil tidak akan menyakitimu nanti. Aku pastikan kau akan memintanya lagi, dia pemain yang baik."Ucap Niel yang membuat Alesya semakin malu.
"Berisik sekali kau Niel." Omel Audrey yang kesa mendengarnya.
"Aku hanya menberitahu adik tersayangku Audrey." Ucap Niel.
"Ale, apa kau sakit ? wajuhmu sangat merah." Ucap Adela.
"Ahh tidak, aku tidak apa-apa del."
"Sweetheart kamu pusing, beristirahatlah. Mungkin kamu lelah karena terus berdiri, ayo aku antar." Ucap Gil khawatir.
"Aki baik-baik saja sungguh."
"Tidak, sebaiknya kamu isrirahat saja. Biarkan aku bicara pada Mom dan Dad nanti, mereka juga pasti akan mengerti."
"Udah Le, turutin aja. Kayanya Gil udah nggak sabar tuh, istirahat aja." Sahut Niel sengaja menekan kata istirahat.
Tanpa menunggu persetujuan Alesya, Gil mengendongnya.
"Aaaa.." Teriak Ale kaget. " Gil, aku bisa jalan sendiri. Turunkan saja, pasti aku berat."
"Diamlah, jangan banyak bergerak." Ucap Gil memninggalkan para sahabatnya tanpa berkata apapun.
"Astaga, tidak sabaran sekali." Ucap Sam sambil terkekeh.
Sampailah di kamar yang sudah di khususkan untuk mereka, Gil menurunkan Alesya di atas sofa panjang.
"Beristirahatlah, aku harus kebawah untuk memberitahumu Mom sebentar."Ucap Gil.
" Pergilah, sampaikan maafku kepada Mom karena aku tidak menghadiri pestanya sampai selesai."
"It's okey sweetheart mereka pasti mengerti, yasudah aku kebawah dulu." Ucap Gil.
Setelah kepergian Gil, Ia berniat mengganti gaunnya dengan piyama tidur yang sudah tergantung rapih di lemari. Sebelum itu, dia membersihkan diri dan beredam sebentar untuk menghilangan lelah.
Butuh perjuangan ekstra melepas gaun yang ia pakai bersama riasan-riasan lainnya, Gil yang katanya hanya sebentar belum juga kembali.
Setelah mengatarkan Alesya, Gil kembali ke bawah untuk memberitahu Bela dan Gio bahwa Alesya harus pergi beristirahat. Tapi, kenyataanya setelah memberitahukan kepada Mom dan Daddnya. Dia harus menyapa beberapa tamu penting, kolega bisnisnya.
Sampai acara selesai, Gil baru bisa menemui Alesya. Setelah masuk, dia panik tidak menemui Alesya di kamarnya. Dan apa yang Gil lihat, sangking lelahnya Alesya tertidur di bathup.
"Astaga sweetheart, kenapa kau tertidur disini." Ucap Gil.
Dengan segera Gil menggendong Alesya yang sangat pulas tertidur dalam keadaan berendam, Gil yang baru pertama kali lagi melihat tubuh Alesya tanpa busana setelah kejadian setahun yang lalu mati-matian menahan gairahnya agar tidak melakukannya sekarang.
Setelah di pakaikannya piyama tidur, Gil langsung membersihkan diri. Beberapa menit berlalu, dia ikut bergabung tidur di samping Alesya, Ia terkekeh dengan kejadian tadi.
Bisa-bisanya Alesya pulas dan tidak terganggu ketika Gil memindahkannya kedalam.
"Maafkan Aku, kamu pasti sangat kelelahan. I Love You sweetheart." Ucap Gil kemudian memeluk Alesya dari belakang.