My Fat Girl

My Fat Girl
Bahagiaku bahagiamu



"Aruna pov"


Hari dimana aku tak sengaja melihat Qiya menciumi pacarnya penuh nafsu memang menjadi hari buruk untukku, saat iku aku benar benar menangis dan entah apa yang aku tangisi, aku bahkan bukan siapa siapa Qiya,, berhak kah aku untuk menangis??? tapi untung sahabat terbaikku Fatih selalu ada untukku,,, aku bahkan menangis sesenggukan di dadanya,,, baju seragamnya sampai basah dengan air mata dan ingusku, sungguh memalukan bila mengingat itu,,,,,,


Tapi entah keajaiban apa yang terjadi setelah hari itu hari hariku semakin membaik,,, tiba tiba ku dengar Qiya memutuskan pacarnya,,,, mungkin aku picik dan jahat,,,,,, tapi aku mengucapkan syukur karena hal itu hehehehe,,,,, dan entah kebaikan apa yang ku lakukan hingga Tuhan memberikan kebahagiaan yang lebih besar,,,, tiba tiba Qiya juga sering menghampiriku, kami semakin dekat bolehkah aku sesenang ini???? semoga Tuhan tak mengambil kebahagiaanku ini, Dan lagi sekarang aku juga memiliki teman wanita di kelas,,, namanya Alfia sara dia gadis yang pintar, cantin, energik, dan baik sungguh Tuhan sangat baik padaku kan,,,,,??


Aku dan Fia sering belajar dan ke kantin bersama, beberapa minggu berteman dengannya aku menyadari kalau Fia sepertinya tertarik pada Fatih, ku lihat dia sering memperhatikan Fatih, seperti saat ini kami sedang makan di kantin dan ada Fatih di meja seberang kami,,,,,mata Fia tak henti hentinya memandang Fatih, dan itupun dia sambil senyum senyum, apakah aku juga seperti itu saat memandang Qiya?? membayangkannya saja sudah membuatku malu,,,, tapi itulah cinta tak lagi ada kata malu


"Fi,,,,,, Fi,,,,, Fiii,,,,," dia tetap tak bergeming lalu ku goyang goyangkan tangannya "Fiaaaaa,,,,,"


"eh,,, ehh,,,, ada apa ada apa Run??" terlihat wajah kagetnya


"Nglamun mulu dari tadi kamu??"


"He he he he"


"Malah cengengesan,,,, kamu suka ya sama Fatih???"


"Eh,,,,apa?" terlihat mukanya langsung memerah


"Udah gak usah dijawab,,,,itu mukamu udah jawab sendiri,,,,,,,, kayak udang rebus ha ha ha ha"


"he he he iya sih Run,,,,, tau kenapa dari pertama lihat dia di kelas dulu aku udah suka banget sama dia"


"Kenapa gak coba ungkapin perasaanmu sama dia?? dia lagi jomblo lo,,,,hihihihi"


"eh kamu kok tau???"


"eh itu,,,,,, sebenarnya aku sahabat deket sama dia*" aku nyengiiirrrr,,,,karena membuka rahasiaku sendiri


"kok bisa??? bukannya di kelas kalian kayak biasa aja??malah kayak orang gak kenal" Fia terlihat terkejut atas penuturanku


"Hehehehe itu aku yang minta supaya dia pura pura gak deket sama aku,,,,,kamu tau sendirikan anak anak pada ngefans sama dia, kalau sampai tau aku deket sama dia pasti deh aku kena bully lagi"


"iya juga sih,,, anak anak kan bar bar banget kalau berhubungan sama Fatih"


"emmh gimana mau coba ungkapin perasaanmu sama dia? aku bantuin deh,,,," tawarku padanya


"eh beneran???"


"iya beneran,,,,, besok temui dia di belakang gudang sekolah,,,entar malem aku chat dia biar dia juga kesana"


"terima kasih ya Run,,, kamu baik banget terima kasih terima kasih*" sambil memeluki aku Fia kelihatan bahagia


" ok bos" sambil melingkarkan jari jempol dan telunjuk.


Waktupun berjalan cepat kini sudah waktunya pulang sekolah,,,,lagi lagi Qiya menghampiri ku dan mengajakku untuk pulang bersama, aku menikmati hari hariku saat dekat dengannya, sungguh rasanya kebahagiaanku amat besar. saat hari sudah malam aku mencoba untuk mengechat Fatih, aku memberitahu dia untuk kebelakang gudang sekolah untuk membicarakan sesuatu yg penting,ya sesungguhnya tujuanku adalah membantu Fia


"Fat ada yang mau aku omongin besok ketemuan ya di belakang gudang"


" Ok manis*"


setelah balasan Fatih itu aku tak lagi membalas chatnya,,,,aku sedang asyik chat dengan Qiya.


Dan tak terasa hari sudah berganti menjadi esok, aku berangkat sekolah seperti biasanya , aku penasaran apakah Fatih mau terima Fia, aku menunggu Fia di kelas aku pengen dengar ceritanya ,,,,, tak berapa lama aku duduk di kelas Fia terlihat memasuki kelas, aku langsung melambaikan tanganku, tapi belum sampai kami bercerita bel sudah berbunyi, dan guru sudah masuk ke kelas akhirnya ku tunggu sampai jam istirahat untuk melanjutkan cerita kami,, tapi lagi lagi saat istirahat aku tak bisa bercerita karena tiba tiba Qiya menghampiriku dan mengajakku ke belakang gudang untuk membicarakan sesuatu, tenyata dia nembak aku, rasanya sungguh seperti mimpi, tapi ini kenyataan, Tuhan memang baik padaku.


Saat kembali ke kelas bel sudah berbunyi, lagi lagi aku tak bisa bercerita dengan Fia, hingga pulang sekolahpun kami tetap tak bisa bercerita karena dia harus segera pulang, dan akhirnya saat aku beranjak akan pulang tiba tiba Fatih memanggilku


"Run,,,,, ikut aku sebentar" Fatih menarik tanganku untuk mengikutinya, aku malu karena teman teman lain langsung melihat kami


"Fat,, lepaskan aku dulu aku malu,,,,,"


"Baiklah*,,,,,," lantas fatih melepaskanku dan aku berjalan mengikutinya


"*apa yang ingi kau sampaikan,,,,???,aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu,,,,,ow,,, biar aku tebak saja, kau pasti sudah jadian kan dengan Alfia kan,,,, ???aku turut senang Fat,,,,,,,"


"Bu,,,bukan itu"


"o ya??ah tapi biar aku yang menyampaikan dulu aku sudah tak sabar,,,,,,"


"baiklah,,, sampaikan beritamu dulu*"


"Fat,,,,,, kamu tau gak? aku seneng banget,,,,,, Qiya,,,,, dia nembak aku,, tadi,,,," aku sangat bahagia saat menceritakannya pada Fatih


"oh e ,, ya??? selamat ya Run" Fatih mengulurkan tangannya padaku


"terima kasih Fat,,," ku peluk dia saking merasakan bahagia "*jadi gima tadi kamu sama Fia? kalian jadian juga kan??'


"ah iya tadi aku mau bicara tentang itu"


"selamat buat kamu juga ya Fat, bahagiaku dan bahagiamu datangnya barengan gini ya hihihihihi"


to be continue*