My Fat Girl

My Fat Girl
Menghindar



"Fatih *pov"


"aku mau kasih tau kamu kabar hot" jelas aruna padaku


"apa emangnya" lantas aku keluar kamar lalu menuju sofa ruang keluarga dan aruna mengikutiku kemudian kami duduk bersampingan


"nikahanku dipercepat fat,,, jadi 2 bulan lagi acaranya,,,, kamu harus bantuin aku Qiya masih repot ngurusin perusahaan papanya"


jleeeeebbbbb,,,,,,,,,,, aku membeku*,,,, walaupun jelas aku telah tau cepat atau lambat saat seperti ini pasti akan terjadi tapi mengapa menerimanya begitu sulit ku lakukan


"Kenapa di percepat??" tanyaku kaku


"Kenapa???? kau seperti tak suka aku cepat menikah??" dengan wajahnya yang cemberut


"Kenapa berfikir begitu?? aku hanya menanyakan alasannya,,, seharusnya kan 6 bulan lagi?" agak ku keraskan suaraku aku frustasi mendengar berita pernikahannya sekaligus melihatnya merajuk


"*Iya aku jelasin jangan marah marah dong ,,,,,!! sebenarnya papa Qiya menilai bahwa Qiya cukup tangkas memegang perusahaannya dan papanya puas karena itu makannya kami disarankan untuk mempercepat pernikahan kami,,,,, setelah mendiskusikan ini dengan mama papa ku mereka sangat setuju,,, jadilah pernikahan kami dipercepat,,,,, sekarang ayuuuk anterin aku cari undangan pernikahanku Qiya gak bisa hari ini di saat libur seperti ini dia masih saja bekerja"


"Hhmmsss*" jawabku malas,,,,, bagaimana lagi sejujurnya hatiku sudah amat sakit bahkan bila lelaki tak harus terlihat tegar aku akan menangis sekarang juga,,,, aku ingin menghindarinya tapi ia malah melibatkanku dalam proses persiapannya


"ayoooo,,,, cepetan,,,,," paksa dia padaku


Saat ini hati dan ragaku sangat capek tapi mungkin ini bisa jadi persembahan terakhir cinta ku pada aruna entahlah meski tau ia akan segera menjadi milik Qiya seutuhnya aku tetap saja mencintainya, "kenap aku jadi pria yang amat bodoh" pekikku dalam hati, lantas aku bergegas mengambil jaket hodie dan topiku kemudian kami berangkat, setelah melakukan perjalanan sekitar 35 menit kami sampai di depan salah satu toko pemesanan undangan, setelah ku parkirkan mobil dengan aman kami turun dari mobil dan berjalan menuju toko tersebut


memasuki toko kami disambut dengan pajangan berbagai jenis desain undangan yang tertempel di dinding yang dilindungi kaca layaknya sebuah mading, disana juga terlihat beberapa pasangan yang sedang memilih undangan mereka terlihat sangat bahagia, mungkin jika hari ini aku yang jadi mempelai pria aruna aku akan sama bahagianya dengan pasangan pasangan itu


Aruna mulai sibuk memilih milih undangannya aku hanya mengikuti kemana iya bejalan, sampai seorang pelayan toko menghampiri kami dan menanyakan jenis undangan yang aruna mau


"Selamat pagi mbak dan mas,,, mau undangan yang kayak gimana??" tanya pelayan itu


"Pagi mbak saya mau lihat yang itu, itu, itu dan itu dong!" jawab aruna sambil menunjukan beberapa undangan


"o iya mbk,,,, mbak langsung ikut ke meja belakang saja di sana juga ada contohnya saya akan ambilkan" sambil menggiring kami ke salah satu meja, kami pun mengikutinya kemudian duduk di meja yang ditunjuk, ku lihat mbak pelayan toko itu mengambil beberapa jenis undangan di laci dan aruna mulai melihat dan memfotonya sepertinya ia mengirimkan pada Qiya,,, aruna terlihat bingung memilih antara dua kartu undangan yang sudah ia pilih kemudian iya memfotonya lagi dan mengirimkan pada qiya lagi


"*Gimana mbak mau pilih yang mana??"


"bentar ya mbk masih nunggu balesan*" jelas aruna kepada mbk pelayan toko


"loh la kenapa gak tanya sama calonnya saja mbak kan ikut masnya??" mbak pelayan toko itu melihat ke arahku


"Oh ini teman saya mbak bukan calon saya hihihihi" jelas aruna lagi


"Iya mbk gak apa apa " jawab aruna


kemudian smartphone aruna berbunyi seperti ya Qiya sudah membalas pesannya dan benar saja kemudian aruna langsung memilih salah satu undangan tadi,,, kemudian mbak pelayan menanyakan hari,tanggal, jam nama pasangan, tempat acara dan jumlah pemesanannya,, setelah pesanan selesai dicatat kami pergi dari toko tersebut


Kini aku sedang menyetir mobil menuju arah pulang,tadi aruna sempat ngajak aku makan tapi rasanya jika aku semakin lama bersamanya aku tidak akan bisa menahan perasaanku lagi, ku antarkan dulu ia ke rumahnya aku mampir sebentar untuk berbasa basi dengan mama papa aruna kemudian aku pamit pulang


sesampainya di rumah aku segera ingin masuk ke kamar tapi di depan kamar aku berpapasan dengan ibuku,,, beliau paling tau gimana perasaanku pada aruna selama ini,,,, aku selalu bercerita pada beliau


"Le,,,, udah ngantar arunanya?" tanya ibuku halus


"sampun buk,,,,," (sudah bu) jawabku lemas


"*Ibu mau bicara sebentar"


"enggih*" (iya) kemudian aku mengikuti ibu ke ruang tengah dan duduk di sampingnya, beliau terlihat menghela nafasnya


"*Le dari awal kan ibu minta kamu jujur sama nak aruna,,,, tapi kamu tetep saja keras kepala jika sekarang nak aruna sudah akan menikah kamu wajib melupakannya. cobalah cari wanita lain,,,,, ada banyak wanita yang baik wong anak ibuk gantengnya kayak gini mosok gak ada yang mau"


"enggih buk mas maunya juga gitu tapi gimana lagi kula masih belum bisa membuang perasaan ini" aku tertunduk malu dan* lagi lagi ibuku menghela nafas


"*Ya sudah ,,,,, tapi ibu berharap kamu cepet mup oh apa itu kata kata anak jaman sekarang?"


"Move on buk"


"iya iya bener itu sing ibuk maksud ya maklum ibu wes sepuh gak ngerti bahasa anak muda, tapi ingat le kamu berdosa kalau nanti sampai nak aruna sudah menikah kamu tetap menyimpan perasaanmu itu mulailah belajar melupakannya ibu dan bapak selalu ada buat kamu"


"enggih buk fatih mengerti*" ibu memang sosok wanita jawa yang halus dan selalu bisa menenangkan anak anaknya,,, aku beruntung dikelilingi keluarga yang selalu mendukungku


"*ya udah buk fatih istirahat di kamar dulu gih"


"Ya udah istirahat sana,,,eh kamu gak makan dulu???"


"Nanti saja buk,,,, fatih mau istirahat dulu*" lalu aku beranjak dari hadapan ibu dan menuju kamar, di kamar sebenarnya aku juga tak bisa tidur, aku masih memikirkan perasaan ku kenapa aku sangat susah melupakan aruna sepertinya aku harus menghindar jauh dari aruna agar aku bisa benar benar melupakannya dan aku sudah memutuskannya,,,,,,,,,


to be continue


terima kasih untuk like dan komennya kakak kakak semua semoga aku bisa lebih memperbaiki karya ku agar enak dibacanya🙏🙏