My Fat Girl

My Fat Girl
Masih Yang Sesungguhnya



"Author pov"


"Lalu bagaimana papa bisa ikut terlibat dalam rencana ini??"


"Ah itu,,,, ???tadi papa kan sudah bilang, jauh sebelum foto itu sampai ke tanganmu, Fatih dan Fia menemui papa secara pribadi" jawab papa Aruna


"Biar Fatih yang jelaskan pada Aruna om" kata Fatih pada om Rudi


"Baiklah jelaskan pada nona ini agar dia tak bingung" kata papa Aruna sambil tersenyum


Flashback on


"Fatih pov"


Pagi saat aku terbangun di ranjang Fia, aku sangat syock,,,, kufikir aku benar benar sudah menidurinya, karena fikiran yang kalut, aku langsung meninggalkannya dengan panik, ada rasa takut dan tak percaya dalam diriku saat itu,


Dua bulan lebih aku tak menghubungi dan menghindari Fia, tapi siang itu tanpa sengaja aku bertemu dengan Fia di mall, saat aku sedang mencari suatu barang, aku melihatnya tampak kurus dan menyedihkan, seketika rasa bersalah menyeruak dalam diriku, saat itu aku berfikir keadaan Fia yang seperti itu adalah karena aku.


Lantas aku meliatnya menangis, karena rasa tak tegaku saat itu aku langsung menarik Fia ke parkiran, dan kemudian bicara dari hati ke hati di mobil, aku tulus meminta maaf padanya tapi ia hanya terus menangis tersedu, aku merasa semakin bersalah. Saat tangisnya telah surut, akhirnya dia menceritakan semua kenyataan tentang malam itu, awalnya aku emosi karrna merasa ditipu Fia, tapi lama mendengar ceritanya aku jadi kasian, anak dan ibu yang ia sayangi sekarang menjadi sandera Andi dan sedang terancam nyawanya.


"Biarkan semua tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan aku juga akan bertanggung jawab padamu, jadi aku minta kamu untuk bersabar" hanya kata itu yang ku ucapkan pada Fia saat itu untuk menenangkannya.


Lantas Fia mengutarakan rencananya menjebak Andi, agar kita semua bisa terbebas dari kejahatan Andi, dan saat itu kami mulai menyusun rencana yang akan kami gunakan untuk menjebak Andi. Untuk awal dari rencana kami memutuskan mengikut sertakan om Rudi di dalamnya.


Keesokan harinya aku dan Fia menemui om Rudi untuk meyakinkan om Rudi agar terlibat dalam rencana Kami, awalnya om Rudi tak mempercayai kami tapi Fia menunjukkan rekaman yang ia ambil malam itu, tentu saja syock ekspresi awal om Rudi pada saat menonton rekaman itu, tapi rekaman itu juga yang meyakinkan om Rudi mau terlibat dalam rencana kami.


Hari hari berikutnya Fia mencoba mencuri video pembunuhan mama Aruna dari Andi, kami mulai mengumpulkan bukti bukti untuk nantinya dapat kami pergunakan sebagai bukti melaporkan Andi ke polisi.


Prediksi Fia tentang foto foto syur kami saat malam itu benar adanya, tepat 15 hari sebelum hari H andi melulai rencananya dengan mengirimkan foto itu pada Aruna, ku ikuti saja alur yang di buat Andi, dan om Rudi juga menjalankan rencana kami untuk meminta Andi menggantikanku menikahi Aruna, dan itu memang yang diharapkan Andi dari mengirim foto foto itu.


Dalam waktu lima belas hari itu aku masih berusaha meminta maaf pada Aruna, aku tau dia merasa terpukul dengan foto itu, tapi mengikuti alur Andi adalah satu satunya cara untuk menjebaknya agar tak bisa lagi mengelak dari kesalahannya. Disamping itu aku, Fia, dan om Rudi juga sudah sibuk mempersiapkan pembekukan Andi, dengan menyerahkan semua bukti bukti kesalahan Andi pada pihak kepolisian.


Di hari kesepuluh pengintaian,,,,,,,, pihak kepolisian menemukan tempat penyekapan ibu dan anak Fia, tapi pembebasan baru bisa dilakukan saat Andi berangkat ke lokasi akad nikah tadi pagi


Setelah kami berhasil membebaskan anak dan ibu Fia barulah kami menuju ke acara akad nikah dan terjadilah seperti kejadian tadi.


Flashback off


" Begitu ceritanya,,,,, tapi aku tak menyangka kalau Andi tadi sempat menjadikan kamu sandera,,,, maaf kan aku telah membahayakan keselamatanmu" Fatih menggenggam tangan Aruna sambil menatapnya penuh sesal


"Jangan seperti itu,,,,, melihatmu selamat saja sudah membuatku senang" balas Aruna dengan mata berkaca kaca


"Terima kasih papa sudah mengizinkan aku dan Fatih menikah" ucap Aruna dengan sendu


"Apapun yang terbaik untukmu, semoga putri papa selalu bahagia,,,, mamamu pasti senang melihatmu bersatu dengan Fatih, itu harapannya semasa ia masih hidup" ucap papa Aruna penuh haru dan berlanjut memeluk putri kesayangannya.


Semua orang yang melihat pemandangan itu juga ikut menangis haru


"Aku tak akan memaafkan Andi karena sudah membunuh mama pa,,, aku benci Andi" ucap Aruna sambil menangis tergugu mengingat mamanya


"Iya sayang,,, kau berhak membenci Andi" jawab papa Aruna sambil melerai pelukannya. Aruna hanya menjawab dengan anggukan sambil menghapus Air matanya, kemudian ia melihat Fia dan menghampirinya


"Terima kasih Fi untuk bantuannya,,,, aku ikut prihatin dengan nasibmu selama ini saat bersama Andi" ucap Aruna sambil memegang tangan Fia untuk menyalurkan kehangatan


"Iya Run,,,,,yang penting sekarang kita semua sudah bisa terbebas dari Andi, dan tentunya aku bisa mendapatkan kembali anak dan ibuku,,,,, ini sudah membuat aku sangat bahagia" mereka berdua saling tersenyum penuh rasa syukur, kemudian Aruna mengalihkan pandangan pada gadis kecil di samping Fia


"Anak cantik siapa namanya?" tanya Aruna sambil berjongkok mensejajarkan diri dengan gadis kecil itu


"Amalia tante,,,,," jawab gadis kecil itu malu malu


"Pinter banget,,,,, Amalia mau kan di sini dulu lihat pernikahan tante?"


Gadis kecil itu hanya mengangguk anggukan kepala sambil tersenyum malu pada Aruna.


"Run kamu balik kedalam gih,,,,!, mau dimake up lagi biar fresh pas ijab qobul" panggil mas Yoga pada Aruna


"Iya mas,,,,,"


Lalu Aruna beranjak ke dalam untuk mulai di make up kembali, tapi sebelum itu ia menghampiri Fatih dulu


" Kamu beneran gak apa apa kan???" tanya Aruna khawatir


Fatih mendekatkan wajahnya ke telinga Aruna dan berkata lirih "Kamu tenang aja aku gak apa apa,,,,, habisin kamu nanti malam aja aku masih sanggup"


Eeeeaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


To be continue


Author seneng banget udah banyak viewer banyank yang like dan komen yang membangun,,,,, hanya ucapan terima kasih yang bisa Author persembahkan untuk kalian,,,,, apalagi kalau Author di kasih vote makin seneng deh hati Author tuh😁😁😄😄