
"Author pov"
"Maaf tuan,,,,,," ucap Laika saat merasa menabrak seorang laki laki
Kemudian Laika mengangkat pandangannya, terlihat lelaki bertubuh gempal dengan kepala botak menatapnya tajam.
Menyadari tatapan tak bersahabat dari pria tersebut, Laika mengamati keadaan disekitar, di belakang pria tersebut nampak seorang pemuda sedang diapit dua pria yang sama sangarnya dengan pria di depan Laika.
Salah satu dari pria tersebut menodongkan pisau di perut pemuda itu, Laika yang melihat hal itu, berfikir tak mau ikut campur dengan urusan mereka
"Ma maaf tuan aku tadi salah jalan,,,, aku tak melihat apa apa aku akan segera pergi dari sini" ucap Laika sambil berbalik berencana meninggalkan tempat itu
Namun saat dirinya mulai melangkahkan kaki, pria di belakangnya tiba tiba menarik rambut Laika yang terikat
"Kau tidak akan bisa pergi dari sini hidup hidup setelah menyaksikan ini nona" ucap pria di belakang Laika dingin
"Tuan ,,, biarkan saya pergi,,,, jangan buat diri anda menyesal" ucap Laika santai meski merasa tarikan pada rambutnya makin keras
"Hahahahahhahaha" tawa menggelegar pria di belakang Laika
Laika yang mendengar tawa pria itu hanya bisa tersenyum memiring bibirinya. Pria itu makin menarik rambut Laika sehingga badan belakang Laika menempel pada tubuh pria itu, kemudian pria itu mendekatkan bibirnya ke telinga Laika
"Sebelum kau ikut mati,,,, nampaknya menikmati tubuhmu adalah hal yang menyenangkan nona manis" bisik pria itu
Laika yang mendengar perkataan pria itu seketika murka,tanpa banyak kata kata lagi Laika menjauhkan sedikit tubuhnya dan menarik kuat tangan pria tersebut dan.
Bruuuuukkkk Laika membanting pria bertubuh kekar itu
"Bukannya aku tadi sudah katakan padamu tuan jangan buat dirimu menyesal, tadinya aku tak mau ikut campur dengan urusanmu tapi kau memaksaku"
Dua pria yang sedang mengapit pemuda yang ketakutan itu kaget melihat bosnya di banting seorang perempuan, tanpa aba aba pria yang tengah membawa pisau langsung menghunuskan pisau ke arah Laika, Laika yang menyadari gerakan pria itu langsung menangkis tangannya .
Kegagalan di kesempatan pertama tak membuat pria itu menyerah, dia terus berusaha mengarahkan pisau tersebut pada Laika, berulang kali Laika tetap bisa menangkisnya, sampai akhirnya pria itu harus terpaksa berhenti saat Laika menendang kuat perutnya.
Braaaakkkkkk pria kedua juga tumbang dengan teriakan di mulutnya
Pria ke tiga yang melihat kedua temannya tumbang, akhirnya melepas pemuda yang ia cekal. Dia langsung maju menyerang Laika dengan mengandalkan ilmu bela dirinya, bak filem laga Laika dan pria ketiga saling memukul dan menendang, cukup lama mereka saling berlaga sampai Laika memlintir tangan pria itu sampai sura teriakan terdengar dari bibir pria itu.
Tapi tiba tiba ada pergerakan dari arah belakang posisi Laika, pria pertama berusaha memukul Laika dari belakang, tapi naas kaki Laika lebih dulu Laika tendangkan kebelakang dan tepat mengenai pusat inti pria tersebut.
Pria tersebut langsung berteriak keras sambil membukuk dan memegangi keperkasaanya yang babak belur karena tendangan Laika (Haduh Laika ,,, masa depan orang itu,,,,,, main di tendang hihihihihihihi).
Melihat ketiga pria itu telah tumbang, akhirnya Laika segera menarik pemuda yang tengah ketakutan itu untuk Lari persamanya dari tempat itu.
Mereka berdua Lari tanpa tau arah tujuan mereka, yang terpenting sekarang Laika harus membawa pemuda itu pergi dari tempat itu. Setelah dirasa mereka telah berlari jauh mereka berhenti dengan nafas yang ngos ngosan.
"Kak Airi sejak kapan bisa ilmu bela diri,,,, kau membuatku terkejut" ucap pemuda itu yang malah membuat Laika bingung
"Apa maksutmu???" jawab Laika bingung
Pemuda itu melihat Laika dengan tawa jenaka beda dengan ekspresinya saat pemuda itu dalam keadaan terdesak tadi.
"Kakak kenapa kau seperti orang bingung??"
"Apa aku mengenalmu??" ucap Laika lagi
"Kak Airi jangan bercanda" ucap pemuda itu yang mulai merasa jengkel
"Siapa Airi?? aku????" ucap Laika sambil menunjuk dirinya "Namaku Laika boy bukan Airi" ucap Laika lagi pada pemuda itu
"Benar juga gaya pakaian perempuan ini bukan seperti gaya berpakaian kak Airi rambutnya coklat dan cara memandangnya tak selembut kak Airi dan lagi kak Airi tak menguasai ilmu bela diri tapi kenapa wajahnya sangat mirip dengan kak Airi" batin pemuda itu berkata
"Perkenalkan nama saya Alan al azzam" ucap pemuda itu sambil mengulurkan tangannya
Laika yang biasanya acuh tiba tiba menyambut uluran tangan Alan "Laika kusuma" jawab Laika singkat
"Terima kasih atas bantuan kak Laika dan maaf telah salah mengira kalau kak Laika adalah kak Airi"
"Tak masalah,,,,, panggil saja aku Ai" ucap Laika pada Alan "Ngomong ngomong kenapa para pria tadi menyerangmu, jangan jangan kamu sindikat penjual obat terlarang??"
"Ow bukan bukan kak,,,,,,aku adalah seorang mahasiswa dan aku gak tahu kenapa pria pria tadi menyerangku" diam sebentar "Tadi tiba tiba pria pria itu menarikku dan membawaku ke gang sempit nan sepi tadi"penjelasan Alan pada Laika
"Kak Ai biarkan aku berterima kasih padamu dengan segelas kopi di kafe depan itu" ucap Alan sambil menunjuk ke arah kedai kopi
"Baiklah,,,, "
Kemudian mereka berdua berjalan bersama menuju kedai tersebut. Sampai di kedai kopi tersebut mereka berdua segera memanggil waiters dan memesan kopi yang mereka inginkan.
"Kak Ai tinggal dimana?" Alan memulai pembicaraannya saat waiters meninggalkan mereka
"Aku tinggal di perum dekat dekat sini. baru kemarin aku pindah" jawab Laika
"Sekali lagi aku minta maaf karrna sempat mengira kak Ai adalah kak Airi, kakak benar benar mirip dengan kak Airi"
"O ya siapa itu Airi??" tanya Laia penasaran
"Kak Airi adalah kakakku kak"
"Ow,,,,,,,"
Kemudian kopi pesanan mereka datang, dan mereka melanjutkan perbincangan mereka sambil menikmati kopi di kedai tersebut
Sementara di lain tempat ketiga pria yang telah dibuat babak belur oleh Laika tadi, tampak menelepon seseorang
"Bos maafkan kami, kami gagal menghabisi pemuda itu"
"Dasar bodoh,,,,," ucap pria di seberang telepon
"Ada seorang gadis yang mahir bela diri menyelatkannya" jelas pria korban kekerasan Laika
Pria di seberang telepon tanpa mau mendengar penjelasan lagi segera menutup teleponnya.
tut tut tut tit,,,,,,,
"Bos besar sepertinya marah pada kita" ucap pria dengan kepala botaknya"
"Kita biarkan saja sementara bos,,,, kita juga sudah cukup babak belur karena ulah gadis kuat tadi" ucap pria yang satunya lagi
"kau benar"
Akhirnya hari itu dihabiskan dengan mengaduh kesakitan oleh ketiga pria tersebut"
To be continue
Jangan lupa votenya kakak biar Author makin semangat nulisnya, terima kasih ya,,,,,,,,,,