My Fat Girl

My Fat Girl
Kesalahan



"Author pov"


Pagi ini saat Fatih tiba di rumah wajahnya tampak kacau, ibunya yang khawatir sejak semalam, langsung menggampirinya


"Le kamu itu dari mana sih?? dari semalam ibu telepon gak di angkat angkat"


Fatih yang fikirannya sama kacau dengan wajahnya, sama sekali tak mendengar pertanyaan ibunya, ia terus saja berjalan menuju kamarnya.


Sedang ibunya merasa makin aneh dengan sikap Fatih, tak biasanya Fatih bersikap tak sopan seperti ini


"Le,,,,,,, " sambil menepuk pundak Fatih, dan yang di tepuk jadi kaget


"Enggih buk,,,,," jawab Fatih gelagapan


"kamu ini kenapa to le,,,,, ibu ajak ngomong dari tadi gak ditanggapi"


"Fatih ndak apa apa"


"kamu dari mana semalaman? ibu telpon kamu bolak balik gak diangkat,,, paginya pulang pulang malah kayang orang ling lung?"


"Fatih nginep di klinik bu,,,, ada masalah sedikit" jawab Fatih bohong


"Ow,,,, ya ndak apa apa kalau gitu,,,, ibu semalam cuma khawatir sama kamu,,, tapi sekarang kamu kelihatan ndak sehat lo le,,,, kamu sakit??


"Gak apa apa bu,,,, Fatih cuma capek saja"


"Jaga kesehatanmu baik baik,,,, seminggu lagi sudah mau tunangan kok malah sakit"


Fatih yang mendengar kata tunangan kembali merasa buruk, dia takut pertunangannya akan gagal, tapi kesalahan yang ia buat kali ini benar benar fatal


"Enggih buk,,,, Fatih masuk kamar dulu mau istirahat"


"Ya sudah,,,. "


Lantas Fatih langsung masuk ke kamarnya dan menuju ke kamar mandi, iya segera mengguyur kepalanya yang berat dengan air dingin, tiba tiba sekelebat bayangan Fia tadi pagi memenuhi otaknya


Flashback on


Fatih mengerjapnya ngerjapkan matanya, ia bingung saat mendengar ada suara tangis perempuan yang menyayat di sampingnya, awalnya iya berfikir itu hanya sebuah mimpi tapi semakin lama suara nya semakin nyata, ia akhirnya membuka matanya sempurna dan menoleh ke sumber suara di sampingnya.


Alangkah kagetnya Fatih saat melihat di sampingnya, terbaring seorang Alfia yang polos tanpa mengenakan busana, ia hanya ditutupi selimut sebatas dadanya, wajah dan tubuhnya tampak penuh lebam, seketika Fatih bangkit dari posisi baringnya, tapi ia kembali terkejut karena melihat tubuhnya juga polos tanpa busana


Melihat reaksi Alfia yang seperti itu Fatih sudah menduga apa yang terjadi, tapi ia juga tak ingat sama sekali apa yang ia lakukan pada Alfia semalam


"Ti,,,, tidak mungkin,,, tidak mungkin aku melakukan itu,,,,,, akkkhhhhh,,,,,. "


Flashback end


"Aaaakkkhhhh,,,,,,," teriak Fatih sambil meninjukan tangannya berulang kali ke dinding


"Aku pasti sudah gila,,,,,, kenapa aku melakukan itu??? bagaimana kalau Aruna tau aaakkkkhhhhh,,,,,,,,"


Hampir satu jam Fatih meluapkan kekalutannya dengan menangis, berteriak serta meninjukan tangannya hingga luka di dinding kamar mandi.


***


Sudah seminggu sejak kejadian itu, tapi Fatih maupun Alfia tak saling menghubungi, mereka berdua diam bagaikan tak terjadi apa apa, Fatihpun memilih menjadi egois dan tetap melanjutkan pertunangannya dengan Aruna malam ini.


Bagi Fatih sudah 14 tahun ia memperjuangkan cintanya untuk Aruna, jadi dia tak mau jika harus diminta menyerah sekarang, Aruna adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhir bagi Fatih, katakanlah ia egois karena telah mengorbankan Fia, tapi ia juga tak pernah tahu kenapa malam itu ia bisa melakukan hal itu pada Fia, bahkan ia juga tak mengingat detail kejadiannya.


Tetap seperti rencana semula malam ini Fatih dan Aruna bertunangan, dan acara juga berjalan dengan lancar, dalam acara tersebut disepakati pernikahan Fatih dan Aruna dilangsungkan tiga bulan lagi, dan sejak saat itu persiapan untuk pernikahan mereka sudah dimulai, dari poto prewed, undangan, hunting baju penganntin, hunting tempat beserta catering, souvenir dan lain lain. Tepat sebulan sebelum hari H semuanya sudah siap sekitar 80%, tinggal finishingny saja.


Fatih semakin sibuk menyelesaikan pekerjaannya agar saat cuti nikahannya nanti dia dapat libur dengan tenang, sedangkan Aruna sendiri sibuk menyiapkan pernikahan karena kini mamanya sudah tak ada, jadi sgala persiapannya hanya ia urus dengan Fatih dan kakak iparnya, untung saja kakak iparnya pengertian jadi Aruna tak begitu kesulitan menghadapi pernikahannya ini.


Siang itu ketika Fatih sedang mencari sesuatu di mall, tanpa sengaja ia bertemu dengan Alfia, ketika mereka tanpa sengaja sudah berhadap hadapan suasana menjadi semakin canggung, dulu Fatih mati matian berusaha menghindari Fia, tapi jika begini keadaannya Fatih tak bisa apa apa, sekarang jika Fatih berniat mengabaikan Fia pun juga tak bisa, ia melihat sekali perbedaan pada tubuh Fia, badan Fia kini semakin mengurus, wajahnya juga tampak pucat. Tiba tiba perasaan bersalah memenuhi rongga dada Fatih


"Apa kabar Fi" sapa Fatih terlebih dulu


Fia hanya memalingkan wajahnya dari Fatih, dan tanpa ia sadari air mata sudah membasahi pipinya, Fatih yang melihat hal itu semakin merasa bersalah, lantas ia menarik Fia mengikutinya kembali ke parkiran dan masuk ke mobilnya, setelah sama sama lama terdiam akhirnya Fatih mulai buka suara


"Fi maaf kan aku,,,,," kata Fatih pada Fia. namun Fia tetap tak bergeming


"Kamu tau kan aku suka Aruna sudah sejak dulu, aku tak bisa jika harus melepaskannya lagi"


Dan Fia yang mendengar hal itu langsung menangis tersedu sedu, Fatih mencoba menenangkan dengan memeluknya tapi tetap saja tidak ada yang bisa menghentikan luapan kesedihan Fia. Setelah lama menangis akhirnya Fia sudah tenang dan mereka berdua memulai lagi pembicaraan dari hati ke hati, hingga akhirnya mencapai sebuah kesepakatan


"Biarkan semua tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan aku juga akan bertanggung jawab padamu, jadi aku minta kamu untuk bersabar" ucap Fatih penuh keseriusan pada Fia dan Fia hanya mengangguk menyetujui semua keputusan Fatih.


To be continue


Huft,,,,, ujian cinta Fatih dan Aruna masih berlanjut di part part berikutnya ya,,,,. dan untuk para reader kalau mampir kesini Author minta like dan comennya dong,,,, biar novelnya makin rame,,,,,,,😁😁