My Fat Girl

My Fat Girl
Tempat salah yang menimbulkan masalah



"Author pov"


Setelah memastikan Alfia telah beriistirahat, kemudian Fatih meninggalkan rumah Alfia malam itu.


Hari pun sudah berganti esok, sesuai janjinya kemarin, Fatih mengantarkan makanan untuk sarapan Alfia


"Fi kamu makan dulu ya" sambil menuangkan kuah bubur ayam ke sterofoam tempat bubur


"Iya makasih,,,,,," lalu mulai menyendok bubur dan mennyuapkan ke mulutnya


"Entar siang mau makan apa??biar aku pesankan??"


"Eh gak usah,,, aku pesan sendiri aja" tolak Fia


"Ya udah kalau gitu pas malam aja,,,, nanti pulang kerja aku mampir lagi anterin makanan,,,. dan gak ada penolakan lagi,,, okey,,,,!"


Fia hanya tersenyum kecil dan menjawab dengan anggukan


"Aku berangkat kerja dulu ya,,,, kamu baik baik di rumah,,, kalau ada apa apa cepet hubungi aku,,,, ini nomer aku" ucap Fatih sambil menyerahkan kartu namanya


"okey" jawab Alfia singkat


lantas Fatih beranjak meninggalkan rumah Alfia.


***


Sudah empat hari Fatih bolak balik mengantarkan makanan selama Alfia dalam masa pemulihan ini, Fatih juga tentu tak lupa memberi tahu Aruna tentang hal ini, Fatih tak mau ada hal yang di tutup tutupi, yang nantinya malah akan menyebabkan masalah di kemudian hari, Aruna tak marah sama sekali, ia bahkan sangat mengerti akan tanggung jawab Fatih pada Alfia, malah Aruna juga ikut khawatir dan ia juga sempat menjenguk Alfia sendirian tanpa Fatih.


Sepulang dari kerja Fatih mampir ke warung lalapan khas Lamongan, ia beli empat bungkus lalapan bebek goreng, satu untuk ia antar ke rumah Alfia dan yang tiga untuknya dan orang tuanya, hari ini sudah hari ke lima ia mengantarkan makanan ke rumah Alfia dan Alkhamdulillah Alfia sudah semakin membaik bahkan esok Alfia sudah melarang Fatih mengantarkan makanan ke rumahnya, dia sudah cukup sehat untuk berjalan ke luar rumah, untung saja Alfia memiliki toko bunga sendiri, jadi selama lima hari tak bisa beraktifitas ia tak harus menerima omelan dari atasan, layaknya orang orang yang bekerja di kantoran karena tak bisa masuk kerja. Selama lima hari ini tokonya ia serahkan kepada pegawai kepercayaanya


"Tok tok tok tok ,,,,," ketuk Fatih saat sampai di rumah Alfia dengan membawa satu bungkus bebek goreng, yang tiga ia letakkan di dalam mobil


"Iya sebentar" sahut Alfia dari dalam rumah, kemudian ia segera membuka pintu "Fat,,,,, ayo masuk"


"ok" kemudian Fatih masuk ke rumah Alfia


"Ini aku bawain bebek goreng untuk makan malam" sambil menyodorkan bungkusan yang ia bawa


"Terima kasih,,," sambil menerima bungkusan yang di sodorkan Fatih "Fat aku bikinin teh dulu ya,,,,!" tawar Fia pada Fatih


"Ok,,,,, aku juga lagi haus banget"


Kemudian Alfia langsung menuju dapur dan membuatkan teh untuk Fatih, selesai membuat teh ia lantas menaruh tehnya pada nampan m, namun saat akan membawa tehnya ke depan, Fia mendengar ada benda yang terjatuh di luar pintu dapurnya, karena penasaran ia keluar dan melihat apa yang jatuh, ia tak menyadari ada orang yang menyelinap masuk ke dapurnya dan menaburkan bubuk GHB (Gamma hydroxy butirate) pada teh Fatih. Sedikit penjelasan GHB sebenarnya tak hanya berbentuk bubuk, tapi juga ada yang berbentuk pil dan cairan, Bubuk GHB ini adalah sejenis date drugs yaitu obat yang menyebabkan peningkatan gairah **** dan euforia yang berlebihan, atau biasa kita sebut dengan obat perangsang, obat ini juga menyebabkan amnesia sesaat, pemakainnya akan lupa dengan kejadian kejadian saat ia berada dibawah pengaruh obat ini, obat ini biasanya memang dicampurkan ke dalam minuman, reaksi obat ini sangat cepat sehingga peminunya tak menyadari ia ia sudah mengkonsumsi obat ini.


Setelah Fia mengecek keluar dapur dan tidak menemukan apapun, lantas ia kembali ke dalam dan menutup pintu, kemudian ia membawa minuman Fatih ke depan


"Maaf ya Fat lama,,,,, tadi kayak denger sesuatu yang jatuh di belakang rumah, tapi setelah aku periksa kok gak ada apa apa ya di luar" jelas Alfia


" It's ok gak masalah,,,, mungkin tetangga kamu"


"Emmhh,,,, atau mungkin kucing lagi kejar tikus terus jatoh"


"Bisa jadi sih,,,, eh cepet diminum keburu dingin tehnya"


"ok" lalu Fatih mengangkat cangkir tehnya dan mulai meminumnya


Setengah cangkir sudah ia minum, kemudian ia berbincang bincang menanyakan kondisi kaki Fia, tak berapa lama ia merasakan ada yang aneh dalam tubuhnya, ia merasakan tubuhnya semakin memanas dan kepalanya mulai pusing, pandangannya mulai mengabur dan Fatih mulai memegangi kepalanya, Fia yang melihat hal itu merasa ada yang tak beres dengan Fatih


"Fat kamu kenapa???"


"Ah gak apa apa kok" jawab Fatih sambil memegangi kepalanya


Semakin lama ada dorongan aneh pada tubunya, ia merasakan bagian intinya seperti menegang dan ia merasakan hasratnya semakin meningkat, akhirnya ia memutuskan pulang dan berpamitan saja pada Alfia, tapi saat akan berpamitan ia malah melihat wajah Aruna pada diri Fia


"Run,,,,," kata Fatih pada Fia dengan muka yang sudah memerah


"Fat kamu kenapa?? muka kamu merah banget kamu sakit??" tanya Fia sambil mendekatkan diri ke Fatih dan memegang dahi Fatih, karena dirasa tak apa ia menurukan tangannya, namun tak disangka Fatih malah mencekal tangan Alfia


"Run aku menginginkan kamu" kata Fatih yang sudah ada di puncak gairahnya


"Apa mak,,,,," belum selesai Alfia bicara Fatih tiba tiba menarik kepala Fia dan langsung menci** dan melum*** bibir Fia dengan kasar


Fia yang kaget dengan perlakuan Fatih lantas mendorong Fatih cepat, namun Fatih yang sudah tak sadar dan menganggap Fia adalah Aruna terus saja menyerang Fia tanpa Ampun


"Fat please sadar Fat,,,, aku Fia Fat" mohon Fia pada Fatih


Tapi Fatih terus saja menyerang Fia dengan mencumbuinya dan mulai merobek baju Fia, Fia yang semakin takut berusaha untuk kabur, tapi aneh,,,, pintu depan yang tadinya terbuka tiba tiba tertutup seperti ada yang menguncinya dari luar, lantas ia berlari ke pintu dapur dan hasilnya sama saja, pintu dapur juga tak bisa di buka


Dalam kepanikannya,,,, Fatih terlihat semakin mendekatinya dan saat mendapatkan Fia kemudian Fatih menyeret Fia masuk ke kamar, dan melemparkan Fia ke ranjang


"Run,,,, ayo jangan lari,,, aku mencintaimu aku menginginkanmu" racau Fat


"Fat please,,,, aku bukan Aruna aku Fia fat hikz" mohon Fia sambil menangis


Namun Fatih sudah tak lagi sadar dengan apa yang ia lakukan, ia mulai melucuti bajunya sendiri dan merobek baju Fia


"Tolong,,,,, tolong,,,,, tolong,,,,,,,," teriak Fia meminta tolong tapi karena di sekitar rumahnya sepi dan tetangga terdekatnya sedang tidak ada,,,, tak seorangpun yang bisa menolong Fia


Fatih sudah dalam posisi siap menerkam Fia, sedangkan Fia hanya menangis merasa tak berdaya dengan keadaannya, mungkin jika Fatih melakukan ini dengan cinta, ia akan merasa lebih baik dan tidak sesakit ini, tapi Fatih melakukan ini karena mengira Fia adalah Aruna,,,,,,kini Fia hanya bisa menangis pasrah dengan apa yang dilakukan Fatih padanya.


Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi,,,,,,,,,


To be continue


Sementara di luar rumah Alfia, ada yang tertawa puas,,,,,,,hahahahahahahaha,,,,,,,,,