
"Author pov"
Hari ini selain hari membahagiakan untuk Fatih karena telah resmi menjadi kekasih Aruna, juga menjadi hari paling tragis dan menyedihkan, karena melihat orang yang dicintainya harus kehilangan sosok mama yang disayangi dan paling mendukung hubungan Aruna dan Fatih.
Berulang kali Aruna tak sadarkan diri, setiap bangun dia akan ingat lagi dengan mamanya dan dia akan menangis histeris kemudian tak sadarkan diri kembali.
Sementara pak Rudi mengurus jenazah istrinya anak anaknya diminta pulang ke rumah untuk mempersiapkan pemakaman ibunya.
Doni anak pertama pak Rudi pulang bersama istri dan anaknya, sedangkan Yoga memilih menumpang mobil Fatih dengan membawa Aruna yang masih pingsan, dia duduk di kursi belakang sambil memangku kepala Aruna
"Dek ayo cepet bangun kamu harus kuat,,, mas juga sama kehilangannya seperti kamu tapi kita harus ikhlas" ucap Yoga dengan mata yang berkaca kaca,,,,, sedangkan Fatih yang mendengar juga ikut merasakan kesedihan kakak adik tersebut
"mas Yoga yang sabar ya,,,,,!" ucap Fatih menenangkan
"iya Fat aku sedang berusaha untuk sabar dan ikhlas" jawab Yoga
sesampainya di rumah,,,,,, kakak kakak Aruna segera mempersiapkan pemakaman mamanya, karena sumua anak anak dan keluarga sudah berkumpul jadi setelah dilakukan otopsi jenazah mama Aruna akan segera dikebumikan. Jenazah mama Aruna yang sudah di mandikan dan di kafani dari rumah sakit tiba di rumah duka sekitar jam 11 malam, selanjutnya semua warga menyolatkan jenazah beliau di mushola terdekat, setelah selesai disalatkan jenazah segera diberangkatkan menuju tempat pemakaman umum desa. Doni, Yoga , Fatih, Andi dan banyak warga mengantarkan mama Aruna ke pembaringan terakhirnya, sementara pak Rudi tak ikut karena menemani Aruna yang masih terpukul dengan kepergian mamanya.
Hari demi hari telah terlewati dengan cepat, kini sudah sebulan semenjak kepergian mama Aruna tapi hingga kini pihak kepolisian belum juga menemukan titik terang tentang siapa pelaku pembunuhan mama Aruna, tapi yang pasti pembunuhnya adalah seorang psikopat dilihat dari betapa sadisnya pembunuhan itu, mama Aruna mendapat sekitar 29 tusukan di bagian atas tubuhnya mulai leher dada sampai ke perutnya bahkan sampai sekarang belum ada satupun barang bukti yang berhasil di temukan oleh kepolisian,,,,, pembunuhan ini begitu terencana.
Keluarga bahkan beberapa kali dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,,,, mereka kompak menjawab tidak merasa memiliki musuh, apalagi mama Aruna yang dikenal baik dan ramah di lingkungan tetangganya, hanya bude Yanti yang sempat mendengar satu kali suara teriakan saat kejadian itu tapi saat itu beliau tak begitu memperdulikannya karena suaranya hanya sekali dan beliau sedang sibuk membuat kue.
***
Meskipun keluarga Aruna merasa sangat kehilangan, tapi hidup harus tetap berjalan
kini mereka semua mulai menata hidupnya lagi,,,,,,, Pak Rudi ,Yoga dan juga Doni sudah mulai bekerja, sedang Aruna juga melanjutkan online shopnya di rumah, ia masih sering merasa kesepian dan kadang akan mulai menangis bila mengingat mamanya lagi tapi Fatih selalu ada buat Aruna bahkan perhatiannya meningkat semenjak kejadian itu, satu jam sekali Fatih selalu berusaha telepon atau chat sekedar menanyakan keadaan Aruna
"Run gimana udah makan?" chat Fatih pada Aruna siang ini
"belum masih males" balas Aruna
"cepet makan dong kan udah Siang nanti kamu sakit lagi!"
"iya pacarku sayang kebiasaan deh"
Fatih yang membaca balasan Aruna jadi senyum senyum melihat kata "pacarku sayang" lalu ia membalas Aruna lagi
"mau aku bawakan makanan ke sana trus kita makan berdua??"
"emang kamu gak sibuk kan masih jam praktek kamu?"
"Ya kan sebentar lagi istirahat aku bisa kesana sebentar,,,, 15 menit doang , kamu mau makan apa biar aku belikan??"
"ya udah deh,,, emmmm,,,, belikan gado gado aja!"
"ok cantik" jawab Fatih singkat
Dan saat waktu istirahat tiba, Fatih segera keluar dari kliniknya untuk terlebih dahulu membelikan Aruna gado gado, sampai di salah satu kedai gado gado Fatih langsung memesan dua gado gado
"siap mas" kemudian mbak penjual langsung membuatkan pesanan Fatih
tak sampai sepuluh menit pesanannya sudah siap, setelah membayar pesanannya kemudian Fatih bergegas menuju rumah Aruna
"Assalamualaikum,,,,tok tok tok tok" salam Fatih sambil mengetuk pintu rumah Aruna
"Waalaikum salam" sahut Aruna dari dalam, kemudian ia segera membuka pintu
"hei,,,,, ayo masuk" ajak Aruna pada Fatih
Kemudian Fatih mengikuti Aruna masuk, kemudian ia duduk di sofa ruang tamu.
"bentar aku ambil sendok sama minum sekalian, kamu mau minum apa??"
"air putih aja"
"ok" kemudian Aruna berjalan menuju dapur, sebenarnya dia masih enggan masuk ke dapur karena selalu teringat kejadian itu, tapi dipikir kalau ia terus takut traumanya tak akan pernah hilang.
Tak berapa lama Aruna sudah kembali dengan membawa minuman serta sendok, setelah meletakkan minuman dan sendok kemudian ia mulai membuka sterofoam gado gado miliknya dan Fatih, lalu ia menuang saos kacangnya kemudian mereka mulai memakan gado gadonya bersama setelah sebelumnya berdo'a
Setelah menandaskan gado gadonya kemudian mereka mengakhiri ritual makan siang dengan minum air putih,,,,lalu mereka mulai mengobrol santai sebelum Fatih kembali ke kliniknya
"Run gimana perkembangan kasus tante Mita??" tanya Fatih hati hati
"ya gitu lah Fat polisi tetap belum menemukan titik terang siapa pembunuh mama" wajahnya kembali menunjukkan kesedihan
"bahkan kadang kadang aku takut kalau di rumah sendirian seperti Ini, aku takut kalau pembunuh itu kembali ke a
sini" keluh Aruna
"aku sebenarnya juga khawatir kalau kamu di rumah sendiri seperti ini,,,,,," ada jeda sebentar sebelum melanjutkan kata katanya
"gimana kalau kita cepat menikah biar aku bisa selalu jagain kamu?' khawatir sekaligus modus hihihihihihi
Aruna yang mendengar perkataan Fatih hanya menganga
"kenapa??? kamu gak mau nikah sama aku??" tanya Fatih sedikit kecewa karena melihat ekspresi Aruna
"hihihihihi gitu aja ngambek,,,,, bukannya gitu Fat,,, tapi papa aja belum tau kalau kita udah pacaran sebulan ini, trus masak mau langsung nikah? kamu berani gak ngomong sama papa??"
"berani lah" jawab Fatih mantap
"berani apa??" tiba tiba papa Aruna datang dan menyahut perkataan Fatih
"eh om,,,,,," sapa Fatih kaget
to be continue