
"Author pov"
Keluarga Fatih geram sekaligus khawatir mengetahui Aira kembali diculik Andi, baru empat bulan mereka bisa berkumpul, kini kembali mereka harus berpisah.
Tapi kali ini Fatih bertekad tak akan mau kehilangan Aira lagi seperti dulu, meskipun nyawanya harus di tukar, tak akan masalah baginya.
Lain dengan Fatih Aruna sudah menolak keras ide itu, dia tentu ingin anak dan suaminya selamat dan baik baik saja. Mungkin lapor polisi adalah jalan terbaik, tapi Fatih tau bagaimana sadisnya Andi, dia tadi sudah melarang melaporkan polisi atau nyawa Aira akan berada dalam bahaya.
"Yah,,,,, bunda gak mau terjadi apa apa sama ayah ataupun Aira,,,,,, lapor polisi saja yah,,," mohon Aruna sambil menangis
"Bunda ingatkan bagaimana nekatnya Andi??? " tanya Fatih mengingatkan Aruna " ayah gak mau membahayakan nyawa Aira bund,,,,, tapi ayah juga tak akan mau mati sia sia"
"Tapi gimana caranya yah???"
"Ayah akan pikirkan itu sambil menunggu kabar dari Andi lagi"
"Hikzzz,,,,,, bagaimana keadaan Aira sekarang yah??" ucap Aruna sambil terus menangis
"Bunda berdo'a saja agar anak kita baik baik saja"
Sementara di tempat Aira berada sekarang lagi lagi Andi tertawa puas.
"Sebentar lagi kau akan melihat ayahmu mati sayang,,,,,"ucap Andi pada Aira
"Kau benar benar bren**** apa salah keluargaku padamu??" teriak Aira sambil terus berusaha melepaskan diri
"Ha ha ha ha ha itu salah ayahmu,,,, dia sudah berani merebut sesuatu yang aku sukai, dia juga sudah berani memenjarakan aku, ini hukuman yang pantas untuknya"
"Ini masih tentang bundaku??" tebak Aira tepat sasaran " kau memang gila??? yang kau sukai jelas tak menyukaimu, ayahku tak merebut bunda darimu"
"Kau benar benar jadi anak yang cerewet sekarang??" ucap Andi sambil mencengkram rahang Aira "Tenang saja setelah menyelesaikan ayahmu, aku juga akan mengirimmu bersama ayahmu selamanya " ucap Andi dengan senyum devilnya
Namun itu tak sedikitpun membuat Aira gentar, dia malah semakin benci dan ingin membunuh Andi, jika saja dia belum tahu membunuh itu dosa.
Hari sudah berganti esok,,,, keluarga Fatih masih harap harap cemas menunggu kabar lebih lanjut dari Andi. Tapi kali ini mereka sudah mempersiapkan semuanya untuk menghadapi Andi.
Meski tak melibatkan pihak kepolisian, Fatih mengerahkan semua kenalannya yang ahli dalam bela diri, meretas dan menembak. Fatih mengenal mereka lewat sahabatnya Niko, yang saat dulu meretas ponsel Andi pada masa penculikan Aira yang lalu.
Para orang orang itu akan segera melacak keberadaan Andi saat Andi menghubungi Fatih nanti, nomer yang digunakan Andi kemarin sudah tak bisa dilacak karena sudah tidak aktif lagi.
Setelah menunggu lama akhirnya telepon yang ditunggu tunggu datang
"Halo,,,,,," jawab Fatih cepat setelah mengangkat telepon dengan nomor baru yang diyakini sebagai Andi
"Kau sangat menunggu teleponku rupanya" ucap Andi jumawa
"Di,,,,,," ucapan Fatih terpotong saat Niko memberi kode untuk mengulur waktu agar dia bisa melacak keberadaan Andi.
mengetahui maksut Niko, Fatih langsung mengangguk dan melanjutkan pembicaraannya dengan Andi.
"Bagaimana keadaan anakku" lanjut Fatih
"Kau tenang saja,,,,, selama kau tak melaporkan ini ke polisi atau mencoba berbuat curang,,,, dia akan tetap aman bersamaku. Yang ku inginkan hanya nyawamu"
"Baiklah,,,, aku percaya padamu, tapi jika sedikit saja Aira terluka aku tak akan memaafkanmu"
Niko mengacungkan jempolnya pada Fatih, pertanda sudah menemukan lokasi Andi sekarang.
"Jadi dimana aku harus menemuimu??" lanjut Fatih
Tanpa menunggu jawaban Fatih,,, Andi mematikan teleponnya.
"Lokasi Andi sekarang berjarak 2 km dari gedung tua Veteran" ucap Niko pada semua orang
Lantas mereka bergerak masing masing dan menempati posisi yang sudah disepakati semalam.
Fatihpun juga berangkat ke gedung tua Veteran itu sendirian, Aruna sudah menangis ingin ikut, tapi Fatih meyakinkan bahwa dia dan Aira akan baik baik saja
Sementara di tempat Andi, mereka juga bersiap berangkat ke gedung tua Veteran.
"Dim kau sudah mempersiapkan orang kita disekitar tempat itu???" tanya Andi
"Tentu tuan" jawab Dimitri singkat
"Aku yakin Fatih tak akan datang dengan tangan kosong" Andi diam sesaat "O ya nanti kau jaga anak itu di atas, setelah aku menyelesaikan ayahnya,,,, habisi juga dia"
Dimitri kaget dengan perintah tuannya kali ini, bukankah kesepakatannya kemarin tidak begitu dan lagi dia tidak mungkin membunuh gadis yang ia cintai.
"Bukankah kita akan melepaskan nona Ai setelah ayahnya menyerahkan diri tuan??" tanya Dimitri memastikan
"Aku berubah fikiran,,,, anak itu sangat berbahaya, kemampuan bela diri dan menembaknya bahkan diatas kau Dim, bahkan kemarin kita tidak akan bisa menangkapnya kalau tidak dengan membiusnya"
"Baik tuan" hanya kata itu yang sementara ini bisa Dimitri katakan
Karena selama ini memang Dimitrilah yang sebenarnya melatih Aira, itu ia lakukan semata agar Aira bisa melindungi diri ketika Andi memukulnya. Tapi selama ini tak sekalipun Aira membantah apalagi membalas pukulan Andi.
Kini posisi Andi sudah berada dibawah gedung tua Veteran, menunggu Fatih yang sudah terlihat datang dengan mobilnya.
Tak lama Fatih turun dari mobilnya dan berjalan mendekat ke arah Andi. Kini mereka berdua berdiri berhadap hadapan.
"Dimana Aira???" tanya Fatih tanpa basa basi
"Plok plok" Andi menepukkan tangannya dan Dimitri menampakkan Aira dari lantai atas "Lihat anakmu baik baik saja,,, meskipun kau mencoba berbuat curang padaku"
Tak lama setelah perkataan Andi, orang orang Fatih tertangkap dan dibawa keluar oleh bawahan Andi.
"See,,,, orang orangmu tertangkap kini kau tinggal sendirian ha ha ha ha ha kau kira aku bodoh???"
Mengetahui hal itu kini Fatih cukup merasa terdesak, kini dia harus benar benar menghadapi Andi sendirian.
Tanpa aba aba Andi maju mendekati Fatih dan
Buuuggggg,,,,,,,,, Andi melayangkan pukulan tepat di wajah Fatih tanpa perlawanan. Dan pukulan berikutnya terus di daratkan Andi di tubuh Fatih berulang ulang
Bruuukkk,,,, kini Fatih tersungkur dengan muka yang babak belur.
Aira yang menyaksikan ayahnya terus dipukuli jadi tak tahan, dia terus meronta mencoba melepaskan dirinya dari ikatan tapi itu sangat sulit karena dia ditali dengan kuat.
Namun tiba tiba tanpa disangka tangannya bisa terbebas dari tali, segera Aira membuka juga ikatan di kakinya, setelah itu dia menoleh ke belakang melihat siapa yang sudah membantunya terlepas dari ikatan.
"Kau ,,,,,???" ucap Aira terkejut
To be continue
Uwuuuuwwww,,,,, udah hampir di penghujung kisah gezz,,,,rencana sih mau bikin judul baru,,,, tapi masih bingung ,,,, 😁😁 apa enaknya istirahat dulu aja ya??? menurut reader gimana??? komen dongg,,,,,,!!