My Fat Girl

My Fat Girl
Pulang,,,,,,



"Fatih pov"


Membayangkan perjuangan Aruna untuk menghadirkan dua putri cantik kami kemarin masih membuatku nyeri, apalagi saat putri kedua kami dinyatakan mengalami aspirasi mekonium, duniaku saat itu seperti runtuh, harus kehilangan anak dan melihat istriku meraung raung.


Namun Allah memberikan keajaiban pada kami, saat Aruna menggendong putri kedua kami, ia bernafas kembali dan mengeluarkan tangisan yang kencang, mungkin putri kami memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan Aruna, sampai ia merasakan kesedihan ibunya saat sedang digendong.


Kini aku kembali senang dan bersyukur kepada Allah, saat melihat dua putri kami menyusu untuk yang pertama kali pada Aruna, sungguh kebahagiaan kami sudah sangat sempurna sekarang.


Memasuki hari ketiga Aruna dirawat, dokter Iman sudah memperbolehkan Aruna dan putri pertama kami pulang, namun putri kedua kami masih harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani pemulihan. Awalnya Aruna menolak untuk pulang duluan, dia ingin kami pulang bersama sama kedua putri kami, tapi aku meyakinkan dia, kalau putri pertama kami memang harus pulang karena lingkungan rumah sakit tak baik untuk bayi.


Setelah perdebatan panjang akhirnya Aruna setuju untuk pulang ke rumah terlebih dulu, sambutan bahagia mengiringi kedatangan Aruna dan putri pertama kami. Banyak tetangga yang menjenguk dan memberi selamat pada kami.


Kini setiap pagi rutinitasku adalah mengunjungi rumah sakit di pagi dan sore hari, untuk mengantarkan ASI Aruna pada putri kedua kami.


Tak terasa kini sudah hampir tiga minggu Aruna melahirkan, dan putri kami masih belum diperbolehkan pulang juga. sore ini aku kembali mengantarkan ASI ke rumah sakit, dan aku menemui dokter Jenny yaitu dokter Anak yang menangani putri kedua kami.


"Gimana dok keadaan putri saya, adakah kemungkinan pulang beberapa hari ini??" tanyaku pada dokter Jenny


"Iya pak Fatih perkembangan putri bapak beberapa hari ini sangat bagus, kalau besok semakin bagus, kemungkinan lusa bapak sudah bisa membawa putri bapak pulang"


"Ah,,,,, terima kasih dok,,,, istri saya pasti senang mendapat kabar ini"


"Sama sama pak"


Setelah menerima penjelasan dari dokter Jenny, kemudian aku langsung pulang menuju rumahnya. Sesampainya di rumah aku langsung memberitahukan kabar gembira tersebut pada Aruna


"Assalamualaiku" ucapku saat memasuki rumah


"Waalaikumsalam" jawab bapak dan ibu


"Sudah pulang le,,,, gimana keadaan cucu ibu?" tanya ibu padaku


"Alkhamdulillah buk,, keadaannya semakin membaik,, jika terus membaik lusa Insya Allah bisa dibawa pulang"


"Wah ,,, alkhamdulillah ibu ikut senang cucu ibu sudah bisa dibawa pulang"


"Alkhamdulillah,,,,,,," sahut bapak Fatih juga


"Buk Aruna di kamar ya?"


"Iya le,,,, sana cepat kamu kasih tau pasti dia juga sangat senang"


"Enggih buk,,," kemudian aku berlalu menuju kamarku


"Bund,,,,,,. kamu ngapain??" tanyaku saat memasuki kamar. O ya semenjak memiliki anak panggilan kami berubah jadi bunda dan ayah.


"Ini yah,,, habis nyusui putri kecil kita ,,,,,, gimana putri kita yang satu kapan bisa dibawa pulang? bunda sudah kangen banget lo"


"Kalau keadaannya terus membaik kata dokter Jenny lusa putri kita sudah bisa dibawa pulang"


"Beneran yah???? Alkhamdulillah,,,,,,,," ucap Aruna antusias.


***


Hari kepulangan putri keduaku dan Aruna akhirnya tiba, Aku dan Aruna sendiri yang menjemput putri kedua kami untuk pulang, sedangkan putri pertama kami titipkan kepada ibuku.


Saat kembali bisa menggendong putri kedua kami Aruna tampak tersenyum penuh haru, dia bahagia karena putri kami bisa bertahan melewati cobaan.


"Terima kasih sayang sudah mau bertahan untuk ayah dan bunda" ucap Aruna dengan mata berkaca kaca sambil menciumi pipi putri kami


Aku hanya bisa tersenyum haru saat melihat hal tersebut, kemudian aku memeluk Aruna yang sedang menggendong putri kami.


"Ayo kita pulang putri pertama kita menunggu di rumah" ajakkupada Aruna


"Iya yah,,,,,,,"Kemudian kami segera meninggalkan rumah sakit untuk pulang.


"Run,,,,,, anak kalian kenapa sampai sekarang belum kalian kasih nama" tanya kak Inara pada Aruna


"Iya mbak,,, kata mas Fatih kasih namanya sekalian pas aqiqah bareng acara selapanan enam hari lagi" terdengar suara Aruna menjawab


"Ow gitu,,,,,, kasih bocoran dong siapa namanya! masa sama mbaknya sendiri marn sembunyi sembunyi?"


"Hihihihihihi aku tu bener bener gak tau mbak,,, ini mas Fatih yang kasih nama,,, aku yang istrinya aja gak dikasih tau hemmmss,,, tau tu mas Fatih" keluh Aruna pada kakak iparnya


"Ih kok jengkelin banget sih si Fatih,,,,," ucap kak Inara


"Aku jengkelin kenapa mbak"


"Itu nama keponakan mbak yang cantik ini main rahasia rahasiaan kenapa??"


"Hehehehehehe pengen tau banget ya???"


"Iya iya ,,,, kasih tau dong,,,,. "


"Sabar ya enam hari lagi ,,"


"Ih tu kan pelit baget suami kamu Run" rajuk kak Inara


Aku dan Aruna yang melihat itu jadi tertawa bersama. Sedang kak Inara yang jengkel memilih pergi meninggalkan kamar kami


"Ih anak Ayah pada tidur semua,,,, udah kenyang ya nenennya??" ucapku sambil menciumi pipi kedua putriku yang tertidur dalam box


"Ih yah,,,, jangan gangguin nanti mereka bangun lagi,,,,,"


"Iya iya masak cium doang gak boleh???"


"Ya kalau ciumnya tau kondisi boleh,,,, ini anak baru tidur diciumi kalau bangun kan aku yang susah"


"Kalau gitu ayah ciumin bundanya aja yang lagi bangun" ucapku menggoda Aruna sambil berjalan mendekatinya


"Ih ayah genit banget sih,,,,,,???"


"Biarin,,,,,, aku udah gak kebagian su** favorit aku masak pipi juga gak boleh"


"Ayah,,,,,,, anaknya masih kecil udah mau mesum lagi" ucap Aruna sambil mengerucutkan bibirnya


"Hahahahahahahaha,,,,,,," aku tertawa renyah kemudian ku peluk dan kuciumi puncak kepala Aruna.


"Aku belum mau kamu hamil deket deket ini kok bund,,,, aku masih ngeri lihat yang kemarin" ucap Fatih serius, Aruna yang mendengar itu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


"O ya yah,,,,, masak sampai sekarang aku gak boleh tahu sih nama anakku?"


"Kamu pengen tau ya?"


"Ya iya lah yah,,,,,"


"Ok aku kasih tau,,,,, nama putri pertama kita Airi Syafa Al Azzam sedangkan putri kedua kita Aira Syifa Al Azzam"


Kulihat sepertinya Aruna nampak puas


"Kamu suka gak?? tanyaku untuk memastikan


"Suka banget yah,,,, namanya cantik,,,,, semoga anak kita jadi anak yang solihah ya"


"Amiinnn"


To be continue


Kalau gini ikut bahagiakan para reader MFG?? jadi kalau bahagia Author musti dikasi vote yang banya,,,,, dan jangan lupa like dan comentnya ya,,,,