My Fat Girl

My Fat Girl
Kiriman paket



"Author pov"


Tanggal pernikahan sudah semakin mendekat, persiapan sudah hampir 100%, undangan pun juga sudah dibagikan. Hari hari Aruna dan Fatih berjalan penuh kebahagiaan.


Hari ini tepat 15 hari sebelum hari H, kiriman pesanan souvenir tiba di rumah Aruna, terlihat beberapa pekerja dari pihak souvenir menurunkan satu persatu box yang berisi souvenir dari mobil pick up. Aruna dan kakak iparnya mengecek box satu persatu, untuk memastikan tak ada barang yang rusak maupun kurang dalam satu boxnya.


Aruna terlihat puas dengan souvenir jam dinding berukuran mini yang iya pesan, souvenir itu dihiasi background fotonya bersama Fatih, ia memesan sekitar 800 pcs souvenir, terbayang kan berapa banyaknya kardus kardus sovenir yang berjejer di rumah Aruna.


Saat Aruna dan kakak iparnya masih sibuk mengecek box satu persatu, tiba tiba ada seorang kurir yang datang ke rumahnya


"Selamat pagi mbk" sapa seorang kurir pada Aruna dan kakak iparnya


"Pagi mas,,,, ada yang bisa saya bantu?" tanya Aruna sopan


"Benar ini rumah mbak Aruna zahara?" sambil membaca nama yang tertera pada paketnya


"Iya betul mas"


"Ini ada paket untuk anda mbak ,,,,, tolong tanda tangan di sini" sambil menyerahkan paket dan kertas tanda terima, yang kemudian ditanda tangani Aruna


"Terima kasih mbak" ucap Kurir


"Sama sama mas"


Lantas kurir tersebut meninggalkan rumah Aruna. Sedangkan Aruna terlihat membolak balikkan paketnya, ia bingung ini kiriman paket dari siapa, nama yang tertera pada sang pengirim tidak iya kenali


"Paket dari siapa Run?" tanya kakak ipar Aruna


"Gak tau juga mbk,,, Aruna gak kenal nama pengirimnya"


"Tipis gitu?? coba buka aja! siapa tau itu dokumen penting"


"Iya mbak,,,"


Kemudian Aruna mulai membuka bungkusan paket yang ia pegang, setelah paket terbuka ia mengambil isi paket tersebut, isinya adalah beberapa foto yang masih terbalik, keningnya berkerut bertanya tanya itu foto siapa, lalu ia mulai membalik foto itu dan melihatnya lebih seksama.


Berulang kali matanya membulat saat melihat foto itu satu persatu, jantungnya seperti diremas, ia tak ingin mempercayai apa yang ia lihat, tapi semua foto itu sudah menjelaskan semuanya,,,,,,


Aruna menjatuhkan foto tersebut kemudian menutup mulutnya dengan tangan, ia sudah tak bisa menahan kekalutannya karena melihat foto itu, matanya memanas tangisnya pun seketika pecah. Kakak iparnya yang masih sibuk mengecek box, bingung dan kaget mengapa Aruna tiba tiba menangis, lantas iya segera menghampiri Aruna


"Run kamu kenapa?" tanyanya panik sambil berlari menuju Aruna, tapi Aruna tak menjawab pertanyaannya dan terus saja menangis perih.


Saat mencoba menenangkan Aruna , kakak iparnya melihat ada banyak foto berserakan di bawah kakinya, lantas ia mengambil beberapa foto tersebut dan melihatnya, ia sangat terkejut ketika melihat foto itu satu persatu, di salah satu foto tersebut nampak Fatih sedang mencium bibir seorang wanita, dan di foto yang lainnya Fatih menggungkung wanita itu di bawahnya, dan foto terakhir Fatih sedang tertidur dengan hanya ditutupi selimut sampai dadanya.


Tanpa aba aba kakak iparnya langsung memeluk Aruna dan ikut menangisi kesedihan Aruna. Lama Aruna menangisi foto tersebut, sekarang ia bingung harus melakukan apa


"Mbak apa yang harus ku lakukan? pernikahanku tinggal 15 hari lagi, dan apa yang Fatih lakukan? huhuhuhuhuhuhu"


"Run tenanglah,,, sebelum papa tau cobalah telpon Fatih, mintalah penjelasan padanya, kita tak boleh gegabah,,,, ini era moderen bisa saja itu foto rekayasa" nasihat kakak iparnya bijak


"Mbak benar aku akan telpon Fatih"


"Halo iya Run ada apa? jawab suara di seberang telepon


"Kamu cepat kesini ada sesuatu yang penting!"


"Aku masih ada pasien,,"


"Cepat ke sini" perintah Aruna keras


Fatih yang mencium keanehan pada suara Aruna, segera mengiyakan perintah Aruna, setelah menyelesaikan satu pasiennya iya segera menuju rumah Aruna dengan terburu buru. Sesampainya di sana ia segera masuk ke rumah Aruna yang sudah terbuka, disana iya melihat Aruna menangis dan memegang beberapa foto.


Saat melihat Fatih masuk, Aruna langsung melemparkan foto yang ia pegang ke hadapan Fatih


"Jelaskan ini" Kata Aruna sambil menangis


Fatih yang bingung dengan maksut Aruna, segera memungut foto tersebut dan melihatnya. Sama seperti reaksi Aruna dan kakak iparnya tadi, Fatih terlihat kaget dengan apa yang tampak di foto tersebut


"Run percayalah padaku,,, ini gak seperti yang kamu fikirkan"


"Ini benar dirimu dan Fia atau bukan?" teriak Aruna murka dengan tatapan tajam


"Itu,,,,, itu,,,,,," jawab Fatih gelagapan


"Cih,,,,,, bahkan kau tidak bisa menjawabnya, jadi sudah jelas ini foto asli atau palsu ,,,,,,,"


"Run maafkan aku ,,,,,,,,,,"


Saat Fatih selesai mengucapkan maaf, pukulan keras langsung mendarat di sudut bibirnya hingga ia terhuyung


"Breng***" teriak Doni sambil terus memukuli Fatih


Tadi awalnya Doni akan menjemput istrinya yang sedang membantu adiknya, tapi siapa yang menyangka ,,,, sesampainya di rumah orang tuanya ia malah melihat fakta ya memuakkan.


"Kau berani beraninya kau mempermainkan adikku"


"Maafkan aku mas aku gak bermaksut,,,,," dan bogeman mentah kembali Fatih terima hingga mukanya babak belur


Setelah puas menghajar Fatih, Doni langsung menelepon papanya untuk pulang. Sesampainya di rumah papa Aruna sama murkanya dengan Doni, ia amat amat kecewa sudah hampir melepaskan Aruna pada pria breng***


"Pertunangan ini saya batalkan,,,, jangan berani beraninya lagi kamu menginjakkan kaki di rumah saya,,,, ataupun menemui anak saya ,, cepat pergi dari sini"


"Om,,,,, Fatih mohon maafkan Fatih om,,,,"


"Tidak ada maaf untuk mu" ucap papa Aruna tegas


Kemudian Doni menyeret Fatih keluar dari rumah orang tuanya, dan menutup pintu dengan keras. Aruna terus saja menangis meratapi nasibnya yang berubah hanya dalam waktu sekejab.


To be continue


Sedangkan di sisi lain ada yang tertawa dengan puasnya "Let's the game hahahahahahahahanaha"