
"Author pov"
5 tahun kemudian
Hari hari terlewati begitu cepat, hingga tak terasa kini sudah lima tahun Aruna dan Fatih memiliki putri kembar yang cantik dan aktif. Ya meskipun si cantik Aira tak memiliki daya tahan tubuh sebaik Airi, itu merupakan efek Aspirasi mekonium yang dulu, karena aspirasi mekonium tersebut Aira jadi menderita infeksi paru paru yang kadang kadang bisa kambuh sewaktu waktu.
Namun aspirasi mekonium tersebut tak menghalangi Aira untuk tubuh menjadi gadis cantik yang menggemaskan sama seperti Airi, esok adalah hari ulang tahun mereka. Aruna berencana mengadakan party kecil kecilan untuk mereka berdua.
Kini Aruna masih menunggu Fatih pulang bekerja, semenjak lima tahun ini Fatih bekerja dengan keras, hingga klinik yang tadinya kecil sekarang bertambah besar, dan tentu bertambah pula beban pekerjaannya.
Tepat pukul 8 malam Fatih baru sampai di rumah, dia sudah sangat merindukan dua putri kecilnya, dan ingin sejenak bermain dan menciumi mereka, namun sayang kedua putrinya sudah tertidur saat ia memasuki kamar mereka berdua..
"Mereka tadi juga menunggu ayah, katanya kangen" ucap Aruna dari arah belakang kemudian menghampiri Fatih
"Ayah juga kangen sama anak anak bun" ucap Fatih sambil meraih istrinya dan kemudian menciumi puncak kepala Istrinya
" Kamu udah minta digantiin sama dokter Eric kan bosok??" tanya Aruna saat Fatih sibuk menciuminya
"Udah dong ,,,,, ayah gak mungkin gak hadir di ulang tahun kedua putri ayah yang makin gemesin ini,bunda udah urus semuanyakan??!
,"Udah yah,,,,, bunda pesan tempat di Tirta water park, mereka berdua pengen ngerayaain ultah dipinggir kolam renang katanya, hihihihihi biasa korban yuotube"
"Hahahahaha anak anak ayah makin pinter aja"
Fatih dan Aruna tersenyum melihat kedua putri mereka yang terlelap, rasanya hidup mereka sudah sangat sempurna.
"Bun,,,,, buat Adik Airi dan Aira yuk,,,,,, siapa tau mereka punya adik cowok" goda Fatih pada Aruna
"Ih ,,, kebiasaan genitnya" ucap Aruna sambil mencubit perut Fatih
"Aw aw aw,,,,,,"
Namun dengan godaan Fatih yang pantang menyerah, akhirnya malam ini mereka membuat adik untuk Airi dan Aira juga, zzzttttzttttt berbagi peraduan skip,,,,,, hahahahaha.
Hari telah berganti menjadi esok, kini mereka sekeluarga tengah bersiap berangkat ke Tirta water park, untuk acara ulang tahun Airi dan Aira.
Mengemudikan mobil sekitar tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, sampai di sini semua sudah selesai dipersiapkan oleh Event organizer yang mereka sewa. Dari dekorasi yang kesemuanya bertema keroppi si kodok hijau bermata besar, ada juga balon berwarna hijau,hitam dan merah di sisi kanan kiri dan juga catering yang makanannya aman dikonsumsi anak anak.
Fatih, Aruna, Airi dan Aira juga kompak mengenakan kaos putih yang bergambar keroppi. Mereka jelas tampak menjadi gambaran keluarga yang bahagia.
Para tamu undangan yang didominasi teman sekolah TK Airi dan Aira sudah mulai berdatangan,mereka semua datang didampingi orang tua, kakak, atau bahkan nenek masing masing. Tak berapa lama yang kung dan yang ti Airi dan Aira datang bersama om Syaif dan tante Inara beserta safa anaknya.
Opa Rudi, om Yoga dan om Doni beserta istri dan anaknya juga menyempatkan hadir demi Airi dan Aira, saat semua sudah berkumpul acara dimulai. Acara dibuka dengan kakak host lucu yang membawa boneka yang seolah olah bisa berbicara.
Kemudian kakak host mengajak anak anak untuk bersama menyanyikan lagu ulang tahun, setelah itu Airi dan Aira meniup lilin bersamaan dan memotong kue. Potongan pertama dipegang Airi dan potongan kedua dipegang Aira, kemudian mereka sama sama menyuapkan kue tersebut pada ayah bunda mereka.
Acara berikutnya dilanjutkan dengan permainan permainan edukasi, saat Airi dan Aira mengikuti permainan tersebut smarthphone Fatih berbunyi, dia tampak mengernyit melihat nama yang tertera di kontaknya, namun Fatih tetap mengangkatnya kemudian menepi ketempat yang agak sepi dari keramaian.
Sedangkan Aruna yang sedang menemani kedua putri mereka mulai mencari cari keberadaan suaminya, dilihat kesana kemari akhirnya dia menemukan suaminya, namun saat ia akan menghampiri Fatih, Fatih terlebih dulu berjalan ke arahnya.
Sesampainya Fatih didekat Aruna,,,, Aruna sudah tak sabar menanyakan mengapa muka Fatih seperti berubah tegang
"Ah,,,, gak apa apa kok bund" sanggah Fatih
"Terus kenapa mukanya begitu?"
"Tadi orang klinik telepon ada sedikit masalah"
Dan Aruna hanya ber oh ria saat mendengar penjelasan Fatih
"O ya anak anak dimana bund?"
"Itu ikut main" sambil menunjuk ke arah anak anak
"Jangan lepas pengawasan dari anak anak ya bund"
"Iya yah,,,, bunda juga takut kalau Aira ikut main air lama, nanti sesaknya kambuh"
Fatih yang mendengar ucapan Aruna hanya mengangguk angguk. Acara ulang tahun Airi dan Aira kemudian dilanjutkan dengan acara makan makan, Fatih lebih memilih mengobrol dengan papa mertua, bapak dan kakak kakaknya, sedangkan Aruna dan para kakak iparnya sibuk mengambilkan makanan untuk anak anaknya. Setelah semua anak anak diambilkan makanan kemudian para ibu ibu juga ikut makan sambil berbincang bincang membicarakan perkembangan anak masing masing.
Setelah agak lama Fatih menghampiri Aruna, kemudian dia menanyakan dimana kedua putrinya berada, Arunapun segera menunjuk tempat dimana kedua putrinya berada, namun disana hanya ada Airi dan teman temannya sedang Aira tak berada disana, seketika Fatih dan Aruna menghampiri Airi dan menanyakan keberadaan Aira.
"Airi sayang,,,, dimana adik kamu kok gak ada?"
"Aira tadi ikut sama o om"
"O om siapa?" tanya Aruna penasaran
"Gak tau bund" jawab Airi polos
Seketika kekhawatiran tampak jelas di wajah Fatih.
"Bund,,,, ayo cepat bun kita cari Aira" ajak Fatih panik
"Iya yah"
Kemudian mereka sibuk mencari Aira kesudut sudut tempat tersebut, saat mereka tak menemukan Aira, akhirnya mereka meminta bantuan keluarga untuk ikut mencari , semua ikut panik saat Aira tak juga ditemukan dimana mana, Fatih terlihat sangat frustasi, kemudian mas yoga mulai menenangkannya
"Sabar Fat,,,, mungkin Aira ikut saudara kamu"
"Gak ada mas,,, yang datang kesini hari ini hanya keluarga inti" Fatih terdiam sejenak lalu melanjutkan bicara "Seharusnya setelah mendapat telepon tadi aku segera mengajak mereka pulang" ucap Fatih penuh sesal
"Siapa yang telpon kamu yah? tadi kamu bilang yang telepon kamu staff klinik" ucap Aruna emosional karena kehilangan Aira
"Maaf bund tadi bripka Reyhan yang telpon, dia mengabarkan bahwa Andi kabur dari penjara"
"Apa??????? Airaaaaaaa"
To be continue
Bagaimana kelanjutan nasib Aira yang diculik Andi,,,,? tunggu di part selanjutnya ya! terus vote MFG biar Author makin semangat, like dan coment juga jangan lupa🙏🙏😄😄