
"Aruna pov "
Bunga cantik yang lahir saat fajar itulah arti nama Aruna zahara yang diberikan oleh papaku,,,,,,aku anak bontot dari tiga bersaudara, kakak kakak ku cowok semua dan tentu akulah anak yang paling dimanja di rumah,,,, aku tumbuh dengan kasih sayang yang besar dari kedua orang tua dan saudaraku. Mama bilang saat kecil aku sering sakit sakitan hingga badan ku kurus kering,,,keluar masuk rumah sakit sudah menjadi hal biasa untukku,,,hingga suatu ketika mamaku menemukan dokter anak yang cocok denganku, sejak mengkonsumsi obat obatan dan vitamin dari dokter itu aku jarang sakit lagi, namun tubuhku menjadi lain dan itu berefek hingga sekarang,,, ya,,, berat badanku melebihi rata rata,,,,,, tinggiku cuman 159 cm dengan berat badan 70 kg meskipun belum sampai obesitas tapi sih udah over weight ya ini?? ha ha ha ha ya sudah lah biarin hiburan orang gendut, selalu merasa dirinya belum gendut. tapi dengan berat badanku yang seperti ini sudah memberi alasan para gadis gadis sexy di kelas untuk membully ku.
Sebenarnya meskipun gendut aku sangat memperhatikan penampilanku. Aku tak suka badanku bau atau muka kucel jadi aku sangat rajin merawat wajah dan tubuhku tapi entah mengapa para gadis gadis itu selalu saja membullyku, mungkin karena aku diam saat mereka memperlakukanku seperti itu,,,,, jujur aku memang takut,,,,aku juga tak suka bertengkar . Suatu ketika saat gadis gadis itu menarik kursiku hingga
aku terjatuh,,,,salah satu cowok yang paling sering dibicarakan para gadis itu menolongku,,namanya Fatih al azzam ,dia berusaha membantuku berdiri namun karena badanku terlalu berat ia malah jatuh menimpaku tepat di dadaku, lantas aku berteriak dengan kencang dia pun terkaget dan menurunkan badannya, lantas ia berdiri dan membantuku lagi,,,,setelah aku berdiri ku lihat ia memarahi gadis gadis itu kemudian berlalu menuju bangkunya sendiri.
Aku sangat berterima kasih padanya namun tak berani menunjukkan rasa terima kasihku karena tak mau gadis gadis itu menggangguku lagi karena mereka sangat mengidolakan Fatih,,,,,kufikir esok saja aku akan mengucapkan terima kasih sambil membawakan ia makanan sebagai rasa terima kasihku
Setelah beberapa haripun aku masih belum sempat mengucapkan terima kasih pada fatih, karena ada saja yang membuatku terganggu, seperti hari ini aku sudah menyiapkan roti bakar yang akan ku berikan pada fatih , tapi nyatanya para gadis gadis itu sudah berada di kelas, jadi ku urungkan lagi niatku. Hingga saat istirahat ku makan sendiri roti bakar yang kubawa tadi, masih dua gigitan tiba tiba gadis gadis itu menghampiriku merebut rotiku, lantas membuang dan menginjaknya pun yang masih ada di kotak bekalku juga dibuang dan mereka juga menghinaku, sebenarnya aku sudah terbiasa mereka hina, tapi masalahnya aku di hina saat Qiya cowok yang aku sukai tepat di depanku, saat ia akan keluar kelas,, tanpa bisa ku tahan,,,,, air mataku lolos begitu saja aku sungguh malu.
Kemudian aku lari keluar dari kelas menuju tempat paling nyaman buatku,,,di sini di belakang gudang sekolah, aku menangis tersedu sedu mengingat lagi malunya aku. Tak terasa hampir 15 menit aku menangis tapi air mata ku tak kunjung surut dan tiba tiba ada yg menyapaku, ia Fatih dan lagi lagi cowok ini yang selalu bisa menenangkanku, sejak saat itu kami berteman, tapi pertemanan yang backstreet udah kayak orang pacaran aja,,,,,,hihihihi salahkan aku yang selalu takut dengan gadis gadis pembully itu.
to be continue