
"Author pov"
Pengetahuan lagi reader,,,,, apakah berbagi peraduan itu? berbagi peraduan adalah sinonim dari kata berbagi ranjang atau bisa juga diartikan sebagai hubungan badan, ceritanya ini bahasa sopannya lah.
"Yank,,,,, lanjutn yang tadi pagi yuk,,,,,!" ucap Fatih pada Aruna dengan wajah memelas
"Iiiihhhhh,,,,, apaan sih mas masih siang juga" ucap Aruna dengan muka yang memanas dan perut seperti tegelitik
Padahal dulu tak sekalipun Aruna merasakan getaran aneh ini saat berdekatan dengan Fatih, tapi kini dia selalu merasa panas dingin bahkan salah tingkah jika berada di dekat suaminya ini.
"Udah pengen yank" ucap Fatih lagi sambil mendekati Aruna yang duduk di ranjang
"Aw aw aw aw ,,," teriak Fatih meringis karena dihadiahi cubitan di perutnya "Kamu seneng baget sih aniaya aku"
"Habisnya siang siang udah mesum"
"Ini bukan mesum yank ,,,, tapi ini kebutuhan, kamu belum pernah tau ya? lelaki normal yang menikah dan tidak menyalurkan hasratnya bisa mempertinggi resiko terkena kanker prostad"
"Beneran mas???" tanya Aruna dengan wajah terkejut
"Ya bener dong,,,, aku kan dokter masa bohong?" ucap Fatih sambil tersenyum tipis hampir tak terlihat, karena yang dikatakan tak sesungguhnya benar.
Pria yang jarang ejakulasi memang beresiko tinggi terkena kanker prostat, namun yang beresiko biasanya adalah pria yang berumur diatas 60 tahun, jadi untuk pria dibawah 40 bahkan 30 an seperti Fatih, resikonya sangat kecil atau bisa dikatakan hampir tidak ada, ini jelas hanya akal akalan Fatih untuk mendapatkan jatah dari istrinya heheheheh.
Dan benar saja Aruna tampak berfikir setelah mendengar perkataan Fatih, dia jelas tidak mau kalau sampai suaminya terkena kanker prostad, lantas ia memandang Fatih dengan pandangan yang sulit diartikan
"Yuk,,,,,," pinta Fatih lagi lagi dengan muka memelas
"Nanti kalau ibuk sama bapak denger gimana?" tanya Aruna polos
"Ibu sama bapak pasti lagi istirahat kan capek juga"
Kemudian Aruna hanya menggangguk tanda menyetujui ide Fatih, Fatih pun langsung ber yes ria dan tanpa menunda nunda langsung memulai aksinya.
***
Menyentuh dan merasai bibir Aruna adalah impian Fatih sejak dulu yang kini bisa menjadi nyata.
Arunapun juga menikmati setiap sentuhan lembut itu, ia mulai terbuai ketika tangan Fatih bebas bergerak, menerobos sesuatu di balik baju brukrat yang belum sempat ia ganti.
Tanpa melepaskan tautannya, Fatih berusaha menurunkan resleting yang tersemat di baju Aruna.
Dalam hitungan tiga baju itu sudah teronggok tak berdaya di bawah ranjang, meninggalkan bungkusan yang hanya menutupi bagian depan Aruna, bahkan sang pemiliknyapun tak menyadarinya.
Perlahan tapi pasti tangan Fatih mulai memilin sesuatu yang sudah sama kerasnya dengan miliknya, tangan satunya masih berusaha membuka satu persatu kancing kemeja batik yang ia gunakan.
Lenguhan demi lenguhan keluar dari bibir Aruna, ia sudah pasrah dengan segala tindakan suaminya itu.
Tautan bibir Fatih berpindah ke leher putih Aruna, dan terus merayap turun ke tempat yang lebih menarik. Seperti mendapatkan lolipop rasa coklat yang menjadi Favoritnya, Fatih terus menghisap itu tanpa henti, hingga sang empunya reflek menjambak rambut dan makin menenggelamkan Fatih ke tempat itu.
Karena perlakuan Fatih , sesuatu yang hangat tiba tiba mendesak keluar bersamaan dengan lenguhan panjang Aruna, nafasnya terengah engah menikmati kelelahan karena hal itu.
Belum sempat Aruna puas bernafas, sesuatu yang keras sudah mendesaknya di bawah sana, meski di sana ada campuran rasa sakit namun ia juga menginginkan, perasaan aneh yang baru Aruna rasakan.
Berulang kali Fatih mencoba mendesak masuk tapi belum juga berhasil, rintihan demi rintihan kesakitan juga sudah keluar dari mulut Aruna.
Di percobaan ke empat akhirnya pintu yang tertutup rapat itu bisa juga Fatih dobrak. Bersamaan dengan keberhasilannya, Fatih juga melihat ada cairan bening di sudut mata Aruna, ia berhenti sejenak lantas mengusap cairan bening itu, kemudian Fatih mengecup ringan bibir Aruna untuk menenangkannya.
Lama dan lama Fatih mengayunkan langkahnya, hingga sesuatu yang mendesak membuat Fatih mempercepat langkahnya itu, dan mereka berdua sama sama mendapatkan hasil dari berbagi peraduannya.
"Terima kasih" ucap Fatih sambil mengecupi mata Aruna bergantian
Dan Aruna hanya menjawab dengan senyuman, ia tak lagi bisa membuka matanya karena terlalu capek dengan aktifitas barusan.
Tanpa menunggu lama Aruna sudah terlelap dalam tidurnya, begitupun dengan Fatih akhirnya mereka berdua tidur dalam kelelahan.
Tok tok tok tok tok
Suara ketukan dan panggilan sayup sayup terdengar di telinga Aruna, ia mulai membuka matanya meski terasa berat. Seketika matanya membola melihat kondisinya dan Fatih yang masih polos, sementara di luar ruangan suara ibu memanggil manggil mereka.
Aruna segera menggoyang goyangkan lengan Fatih meminta Fatih bangun
"Mas,,,,,, mas ,,,,,, bangun mas"
Fatih yang terusik dengan goyangan di lengannya mulai membuka matanya, ia tersenyum saat melihat wanita yang ia cintai tepat berada di depan matanya.
"Mas ibu panggil panggil, aku belum pakai baju kamu aja yang buka" lantas Aruna bangun dan segera membelit tubuhnya dengan selimut, lalu ia langsung berjalan ke kamar mandi meski dengan kesulitan.
Fatih yang terus mendengar pintunya di ketuk mulai mencari celananya yang tercecer entah dimana, setelah ia temukan langsung ia pakai dan membuka pintu dengan bertelanjang dada.
" Enggih buk,,,,,, ada apa? maaf Fatih ketiduran,,, capek,,,,,, kalau Aruna sedang mandi"
"Itu le di depan ada Eric sama istrinya, mereka bilang kemarin ndak bisa datang di acara resepsimu, makannya sekarang baru datang"
"Ow gih buk,,,,, Fatih mandi sebentar gih"
"Jangan lama lama"
"Siap,,,,,"
Setelah menutup pintu kembali, Fatih segera mengetuk kamar mandi, dan meminta Aruna cepat cepat karena ada temannya yang menunggu di depan, setelah Aruna keluar Fatih cepat cepat masuk dan mandi"
Fatih dan Aruna keluar kamar untuk menemui Eric dan istrinya, terlihat mereka duduk di ruang tamu ditemani bapak dan ibu.
"Bih manten anyar (penganten baru) ditungguin lama betul"
"Hahahaha sorry bro tadi ketiduran" jawab Fatih sambil menyalami Eric dan istrinya, lalu diikuti dengan Aruna
"sorry ya nunggu lama dari kemarin acaranya gak kelar kelar jadi capek"
"Capek acara apa capek yang lainnya?" tanya Eric menggoda
"Biasalah pengantin baru kayak gak pernah aja lo"
"Ha ha ha ha ha ha" mereka tertawa bersama
Sedangkan para istri hanya tertunduk malu, dengan pembicaraan suami suami mereka.
To be continue
Kan,,,,, udah aku kasih part yang bikin panas dingin ,,,,, terus like, komen dan vote ya! biar Author semangat nulisnya dan terima kasih yang udah selalu setia membaca๐๐ cium jauh Dari author yang otaknya korengan di part ini๐๐