My Fat Girl

My Fat Girl
Janji suci



"Author pov"


Setelah melewati berbagai cobaan yang datangnya silih berganti, tanpa permisi,,,,, akhirnya disinilah Fatih berada, duduk dengan dada berdebar di depan penghulu dan calon mertuanya, tapi sang mempelai wanita yang ditunggu sejak tadi, belum juga mau menampakkan dirinya.


Karena para tamu juga sudah nampak sama gelisahnya dengan pengantin pria, akhirnya kakak ipar Aruna masuk ke rumah untuk melihat apa yang membuat Aruna belum juga keluar, seperti dugaannya,,,, Aruna belum selesai dimake up.Itu terjadi karena insiden tadi pagi yang banyak mengeluarkan air mata dan keringat, air mata dan keringatnya sudah cukup untuk melumerkan make up waterprof Aruna, jalan satu satunya make up Aruna harus dihapus total, agar bisa mendapatkan kembali make up dengan hasil yang bagus dan istimewa.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya raut wajah para tamu undangan tampak senang saat melihat Aruna keluar, semua mata terkagum dengan kecantikan Aruna, tak terkecuali Fatih,,,,, ia menatap Aruna yang berjalan menuju kursi di sampingnya dengan mata berbinar.


Siang ini Aruna tidak lagi mengenakan singer sunda seperti tadi pagi, tapi ia berganti mengenakan kebaya putih panjang, dengan ekor yang menjuntai, bawahannya adalah kain jarik dengan motif batik sido mukti berwarna coklat, rambutnya tertutup hijab putih dan gold yang ditata layaknya layer layer, di puncak kepalanya disematkan mahkota berukuran kecil dengan desain mewah , make up flawles juga menambah sempurna kecantikan Aruna siang ini.


Akhirnya Aruna duduk di kursi samping Fatih dengan gugup, tak tau mengapa rasa gugup ini tiba tiba menguat, padahal tadi pagi saat bersama Andi, Aruna sama sekali tak merasakannya.


Fatih yang disampingnya pun juga merasakan hal yang sama, bahkan tangannya sudah dingin dan berkeringat.


Seperti lazimnya pernikahan, khotbah nikah di sampaikan terlebih dulu sebelum ijab qobul, tapi Fatih maupun Aruna sudah tak bisa berkonsentrasi mendengarnya , mereka berdua sibuk dengan rasa gugup masing masing.


Fatih baru tersentak ketika papa Aruna mulai mengulurkan tangannya, lantas ia mantap membalas jabatan tangan calon mertuanya, dan mendengarkan kalimat ijab yang di ucapkan calon mertuanya dengan seksama


"*Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Aruna zahara alal mahri almal ngasrotul malayin hallan"


"Qobiltu nikahaha watazwijaha alal mahril madzkur*"


"Sah???" penghulu menanyai para saksi


"Saaaahhh" jawab saksi serempak


"Alkhamdulillah,,,,,,," semua orang mengucapkan syukur, dan mengankat tangan seraya berdo'a, sdangkan pengantin wanita dan ayahnya menangis haru dengan alasan berbeda, papa Aruna terharu karena telah mengantar anaknya ke pernikahan, sedangkan Aruna terharu karena akhirnya dia bisa benar benar menikah dengan orang yang ia cintai.


Saat para keluarga menikmati ramah tamah, Aruna dan Fatih berganti kostum untuk kemudian melanjutkan acara resepsi pernikahannya.


Mereka berganti baju yang lebih casual dengan warna serasi, dan setelahnya Aruna dan Fatih naik ke pelaminan, untuk menerima ucapan selamat dari kerabat, tetangga, teman dan semua tamu undangan.


Satu persatu satu dari mereka naik ke pelaminan, mengucapkan selamat, kemudian berfoto bersama, setelahnya ada yang kembali menyantap hidangan dan ada juga yang langsung berpamitan .


Setelah hampir 5 jam berdiri, meski kadang hanya sesekali duduk ketika tak ada tamu yang sedang ke atas pelaminan, akhirnya acara selesai juga. Fatih menggandeng Aruna untuk turun, dan segera mengajak Aruna duduk di salah satu kursi, dan kemudian memintakan teh panas manis pada kakak ipar Aruna, ia juga memaksa Aruna untuk mengisi perut, karena di menit menit terakhir tadi Aruna mulai terlihat pucat.


Sekarang setelah keadaan Aruna terlihat membaik, papa Aruna meminta Fatih membawa Aruna ke kamar untuk Istirahat, tapi sebelumnya para MUA melepaskan semua aksesoris yang menempel pada tubuh Aruna.


Fatih mulai menuntun Aruna yang masih terlihat lemas ke dalam kamar, sungguh Fatih berfikir acara resepsi berjam jam sebenarnya menyiksa, tapi kenapa banyak orang yang suka dengan resepsi,,,,, semua kembali lagi ke cara pandang orang yang berbeda beda.


Melihat keadaan Aruna yang tampak kelelahan,,, Fatih meminta Aruna segera berbaring di ranjang, lantas ia mulai menyelimuti Aruna hingga batas dada, sepertinya malam ini ritual berbagi peraduan harus di undur dulu, meskipun sebenarnya pria normal seperti Fatih sangat menginginkannya, tapi ia tak mau karena mengikuti nafsunya, kesehatan sang istri harus dikorbankan.


Ah istri??? Fatih jadi senyum senyum sendiri membayangkannya, akhirnya wanita yang selama 14 tahun menghiasi hatinya, benar benar telah menjadi istrinya, bolehkah Fatih loncat loncat kegirangan sekarang???


Tentu ia akan bisa loncat loncat nanti, tapi setelah menuntaskan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya dengan guyuran air dingin tentunya.


" bbbbrrrrrrrr,,,,,,,,, come to me cool water "


To be continue


Berbagi peradunnya sabar ya,,,,! hehe otakku yang korengan masih belum bisa menuangkan kata kata,,,, ini saja masih bingung,,, karena e karena banyak pekerjaan mendadak Author, jadi pikirannya bercabang kemana mana, terima kasih yang sudah baca jangan bosen like,coment dan vote ya!!! cium jauh dari Author 😘😘