
"Author pov"
Mendengar pertanyaan itu Dimitri jadi bingung harus menjawab apa pada dokter tersebut. Tiba tiba satu ide muncul dalam otaknya
"Sepertinya dia tadi bertengkar dengan pacarnya, dan pacarnya memukulinya hingga seperti ini dokter" jawab Dimitri bohong
"Ow,,,,,kamu harus segera melaporkan kejadian ini pada polisi" titah dokter itu pada Dimitri
"Tentu setelah ini saya akan melaporkannya" Lagi lagi Dimitri berbohong
"Baiklah,,,,, sebentar lagi nona Laika akan dipindahkan ke ruang perawatan" ucap dokter itu lagi, kemudian berlalu meninggalkan Dimitri
Setelah menunggu sekitar setengah jam Dimitri melihat brankar Laika didorong suster menuju ruang perawatan, Dimitri terus mengikuti suster itu. Selesai suster memindahkan Laika pada ruang perawatan, kini tinggallah Dimitri dan Laika dalam keadaan belum tersadar di dalam ruangan tersebut.
"Ai aku mohon cepatlah sembuh" ucap Dimitri sambil menggenggam tangan kanan Laika
Selama Laika dirawat tak pernah sekalipun Afanas menjenguknya, hanya Dimitri yang selalu menemani Laika hingga pulih.
Flashback off
Masih teringat jelas dalam otak Dimitri kesedihan Laika saat itu. Dimitri memang patuh pada Afanas tapi dia tak bisa mengabaikan Laika, meski tak bisa mendapatkan Laika Dimitri tetap ingin melindungi gadis itu.
"Kali ini aku harus merancang ulang bagaimana cara menghabisi Fatih" ucap Afanas dengan nafas ngos ngosan setelah menumpahkan emosinya dengan membanting semua barang.
Sementara Dimitri hanya diam mendengarkan bosnya, Meski begitu dia juga menerka nerka apa yang akan bosnya rencanakan nanti.
"Dim culik Laika" titah Afanas
"Baik tuan"jawab Dimitri tanpa bantahan
Sementara di tempat Lain keluarga Fatih sedang menikmati kebersamaan yang banyak hilang bersama Aira dulu. Aira dipertemukan dengan yang kung yang ti opa dan om omnya, semua orang bahagia mengetahui Aira telah kembali.
Terutama Alan dia tak menyangka kalau kak Laika yang selama ini bersamanya, dan selalu ia kagumi adalah Aira kakak kandungnya,
"Kak ajari Alan bela diri seperti kakak ya!" pinta Alan pada Aira saat sedang berbincang berdua
"Memangnya kenapa mau belajar?? tanya Laika
"Kalau Alan bisa ilmu bela diri nanti Alan bisa melindungi bunda sama kak Airi"
"Jadi kak Ai gak dilindungi nih??'
"Cie,,,,, jadi sekarang minta dilindungi ni???Goda Alan
"Ih,,,, kamu seneng banget goda kakak" ucap Aira sambil memukul Alan. Lantas mereka berdua tertawa bersama.
"Kak Ai kita ini keluarga , jangan takut lagi,,,,, meskipun Alan gak jago bela diri kayak kakak, Alan akan tetep lindungi kakak meski harus mengorbankan nyawa. Kami semua sayang sama kak Ai"
Jika kemarin Alan tak berani memeluk Aira karena menganggapnya bukan muhrim, kini mereka berdua akhirnya berpelukan menumpahkan kasih sayang antara kakak adik.
"Terima kasih Al,,,, kakak belum pernah merasakan yang seperti ini, disayangi dan dilindungi orang lain " ucap Aira terharu
Tiba tiba ada tambahan pelukan satu orang lagi yang membuat Alan dan Aira kaget.
"Kak Airi juga sayang kalian,,,,, jangan lupakan kakak" kemudian mereka bertiga saling berpelukan hangat.
Sementara Fatih dan Aruna memandang bahagia ketiga anaknya itu, mereka berdo'a semoga anak anaknya selalu rukun dan saling menyayangi.
Hari berganti hari kehidupan mereka semakin diliputi dengan kebahagiaan, dari pihak Afanas juga tidak terlihat ada pergerakan mencurigakan.
Kini yang sangat diharapkan Airi akhirnya terjadi, cintanya pada dokter sean terbalas dan semua keluarga juga menyetujui itu, bahkan kini mereka sudah resmi bertunangan, hanya tinggal 3 bulan lagi mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Terlihat dokter Rafael duduk di bangku taman rumah sakit, berulang kali dia menghela nafasnya, putus asa jelas dirasakannya. Tapi dia berharap ini hanya sebentar, dia hanya butuh waktu saja.
"Eheemmm apa kau belum ikhlas" tiba tiba ada suara yang menginterupsi Rafael.
Rafael memandang pemilik suara itu dengan malas, kemudian kembali menghela nafasnya panjang. Pemilik suara itu malah tertawa jahil, yang semakin membuat Rafael malas.
"Ok,,, maaf,,,," ucap Aira setelah melihat raut wajah Rafael "Kakakku memang cantik ya??? tapi tenanglah suatu saat kamu pasti mendapatkan orang yang secantik dan sebaik kakakku"
"Iya aku tahu tapi untuk sekarang, aku tak bisa dengan mudah membuang rasa ini, aku cuma butuh waktu,,,,,," ucap Rafael sedih
"Gak apa apa,,,, berikan waktu pada dirimu,,,, asal jangan menjadi seperti papi Andi, cintanya di tolak dan dia menghancurkan ayah dan bundaku"
"Kenapa kau masih memanggilnya papi???" tanya Rafael heran
"Hei ayolah,,,, seperti yang kamu rasakan sama kak Airi,, aku juga tak semudah itu menghapus papi dari hidupku,,,, aku hidup 20 tahun bersamanya"
"Jadi kita harus sama sama melupakan perasaan itu pada mereka" ucap Rafael dengan mata yang memandang ke depan
Aira tersenyum mendengar perkataan Rafael "Iya kita harus melupakan mereka,,,, tapi setidaknya tinggalkan sedikit saja untuk kenangan"
"Ok ,,, kau mau pulang???" tanya Rafael pada Aira
"He eh" jawab Aira sambil mengangguk
"Mau aku antarkan? aku juga mau pulang tugasku sudah selesai"
"Hei,,,, jangan sok akrab dengan ku" ucap Aira sambil beranjak dari duduknya "Aku bukan cewek manja" Lalu Aira beranjak pergi meninggalkan Rafael yang masih terbengong di tempat duduknya
"Hei siapa yang sok akrab di sini? bukankah kau yang menghampiriku dasar gadis aneh" teriakan Rafael mengiringi kepergian Aira.
Sementara Aira hanya tersenyum mendengar itu dan terus berlalu meninggalkan Rafael.
***
"Sudah saatnya rencana ini kita jalankan Dim, aku sudah cukup lama diam melihat kebahagiaan Fatih, biarlah mereka sedikit bahagia sebelum badai datang hahahahahaha" ucap Andi
"Saya sudah mempersiapkan semuanya Tuan" jawab Dimitri
"Bagus kau memang sangat bisa aku andalkan"
"Terima kasih tuan"
"Kau sudah mencari tahu bagaimana keadaan putri kandungku dan mantan istriku??"
"Suami baru nyonya Alfia adalah seorang polisi tuan, mereka sudah memiliki dua orang anak laki laki yang satu SMA yang satu masih SD. Sedangkan nona Amalia kini sudah berkeluarga dia sedang mengandung 8 bulan" lapor Dimitri pada Andi
"Aku akan menemui Amalia saat semuanya selesai, persiapkan itu" ucap Andi
"Baik tuan" jawab Dimitri singkat
"Kapan kamu akan menjalankan rencanamu pada keluarga Fatih??"tanyanya Andi
"Saya sudah mulai menjalin kerjasama dengan kedok pasokan obat obatan pada rumah sakit Fatih,,,, seminggu lagi saya rencanakan pertemuan pertama,,,,, tiga hari berikutnya perangkap siap kita pasang"
"Hahahahahahahaha katakan selamat datang pada kematian Fatih,,,,,,"
To be continue
Hiiiii,,,,,,,, partnya masuk konflik lagii,,,,,,dan sepertinya akan tamat sebelum tahun baru,,,,,,😁😁