My Fat Girl

My Fat Girl
Lika Liku



"Author pov"


"Apa???Airaaaaaa" teriak Aruna histeris


Ibu mertua dan kakak kakak iparnya pun segera menghampiri dan menenangkannya.


"Jangan terlalu cepat putus asa siapa tau Aira masih ada di sekitar sini, tempat ini ada cctvnya, kenapa kita tidak memeriksanya dulu" ucap kak Syaif pada semua orang


Semua orang yang baru sadar dengan yang dikatakan Syaif, langsung menuju ruang control dan memeriksa cctv. Video di putar pada beberapa menit yang lalu, benar saja Aira terlihat berbincang dengan pria bertopi, kemudian pria itu menggendong Aira keluar dari tempat ini, saat keluar dari tempat ini pria itu nampak menghampiri mobil, dan kembali melihat ke arah pintu masuk, benar saja wajah yang tertangkap di cctv adalah wajah Andi.


Semua orang tentu saja makin panik mengetahui hal tersebut, tanpa banyak berfikir Doni segera menelepon polisi, acara ulang tahun yang awalnya penuh kebahagiaan kini berubah menghawatirkan , semua undangan bubar tanpa harus dibubarkan.


Setelah melakukan penyidikan di tkp, para anggota polisi mulai melakukan pengejaran dengan serius terhadap Andi. Para anggota kepolisian mulai menyebar para intelnya di tempat tempat yang mungkin Andi datangi.


Ternyata Andi adalah orang yang lebih licik dari kelihatannya, dia memiliki banyak anak buah dan koneksi, keberadaannya seperti tidak terdeteksi sama sekali.


Para polisi tersebut bahkan juga mendatangi Alfia mantan istri dari Andi, mereka berharap Andi akan menghampiri Alfia atau sekedar menghubunginya.Dan ternyata semua nihil.


Fatih dan keluarganya semakin khawatir karena hingga satu bulan pencarian, keberadaan Andi maupun Aira belum juga diketahui.


Aruna seperti orang yang hilang akal karena hal ini, setiap hari ia hanya menangisi Aira hingga melupakan keberadaan Airi, untuk sementara ini Airi diasuh oleh Yang tinya.


Fatih yang melihat itu juga makin frustasi, disini keadaan istrinya kacau dan disisi lain ia juga menghawatirkan putrinya yang hingga sekarang belum juga diketahui keberadaannya.


"Yah aku rindu Aira" ucap Aruna sambil terus menangis di pelukan Fatih


"Aku juga sama bund,,,,,kita sedang berusaha menemukan Aira"


"Apa kita masih bisa ketemu Aira lagi yah??" ucap Aruna frustasi


"Bunda harus yakin,,,,kalau kita bisa menemukan Aira,,,, bunda jangan putus berdo'a, bunda ingat dulu Aira hampir meninggalkan kita tapi Allah masih mengembalikannya lagi, sekarang bunda juga harus yakin kalau Aira bisa kembali ke kita, entah kapan waktunya"


"Iya yah,,,,,,,,"


"Dan bunda sekarang harus bangkit, Airi juga membutuhkan bunda" ucap Fatih mengingatkan bahwa masih ada putrinya yang membutuhkan kasih sayang Aruna


"Maafin bunda yah,,,,,, bunda terlalu takut Aira kenapa napa, kita sama sama tau gimana sadisnya Andi, bahkan sampai sekarang Andi tak menghubungi kita, apa tujuannya selain menyakiti kita dan Aira" Aruna kembali menangis membayangkan nasib Aira sekarang


"Gimana kalau sesak Aira kambuh yah??? gimana kalau Andi melukai Aira??" ucap Aruna sambil menangis sesenggukan


Malam itu Aruna tetap saja terus menangis, bagaimanapun dia mencoba untuk ikhlas hati seorang ibu tetap saja mengkhawatirkan putrinya.


Waktu berjalan begitu cepat sudah empat bulan sejak kejadian itu, namun keberadaan Aira dan Andi tak juga terendus kepolisian, Andi ternyata benar benar orang yang menakutkan, ternyata selama ini ia memiliki banyak kekuasaan di dunia hitam.


Ternyata kediamannya di penjara selama tujuh tahun, adalah persiapannya untuk merencanakan sebuah pembalasan, dan itu benar benar berhasil dilakukannya, entah Aira masih hidup atau sudah dibunuh oleh Andi. yang pasti sekarang Aruna gadis yang pernah sangat ia cintai sangat menderita.


Kesehatannya benar benar menurun sejak kejadian itu, kini Aruna nampak semakin kurus namun perutnya sedikit membuncit layaknya orang kekurangan gizi, wajahnya pucat dan terlihat jelas kantung mata yang menghitam.


Keadaan Aruna kini bahkan lebih buruk dari keadaannya dulu saat ditinggalkan Qiya, dia bahkan sudah lupa ada Airi yang sangat membutuhkannya, untung saja Airi masih banyak mendapatkan kasih sayang dari ayah, yang kung, yang ti, opa dan om tantenya.


Tapi Fatih tak pernah menyerah berusaha untuk menemukan Aira, dia bahkan meminta bantuan beberapa temannya yang memiliki keahlian IT untuk melacak Andi.


Setelah lima bulan pencarian akhirnya teman Fatih tersebut menemukan titik terang, dia mendapatkan informasi bahwa Andi akan ke luar negeri melewati jalur laut, ya tentu karena jalur laut adalah jalur paling aman untuk Andi, sebab kini dia sudah menjadi DPO dan fotonya terpampang dimana mana.


Mengetahui hal tersebut Fatih segera melaporkan informasi ini pada polisi, tanpa sepengetahuan Aruna ia dan pihak kepolisian merencanakan penangkapan Andi.


Di Hari keberangkatan Andi ini, semua polisi sudah bersiap menyamar di pelabuhan, banyak polisi yang diposisikan di titik titik strategis. Fatih juga ikut dalam operasi ini, ya meski dia hanya bisa ikut memantau tanpa diperbolehkan ikut bertindak.


Waktu keberangkatan sudah semakin dekat tapi Andi belum juga terlihat batang hidungnya, saat tanda keberangkatan sudah berbunyi akhirnya terlihat seorang laki laki berpakaian serba hitam menggendong seorang anak perempuan, dia terlihat berjalan tergesa gesa. Polisi yang sudah bersiaga sudah bersiap untuk meringkus pria tersebut, namun gerakan salah satu polisi disadari pria tersebut .


Lantas pria tersebut berlari kencang keluar dari pelabuhan, akhirnya terjadi aksi kejar kejaran layaknya film lagi, Fatih pun juga turut serta mengejar pria tersebut.


Setelah keadaan pria itu terdesak dan tak ada lagi jalan untuk melarikan diri, akhirnya dia menyerah, polisi segera meringkusnya dan membuka topi yang ia kenakan dan pria itu hanya tertawa sinis memandang Fatih.


"Shiiiiitttt,,,,,,," ucap Fatih murka


Menyadari yang tertangkap bukan Andi, Fatih segera berlari kembali ke arah pelabuhan, malang kapal sudah menjauh dari sandaran dan terlihat Andi yang menggendong Aira melambaikan tangan dan tersenyum penuh kemenangan pada Fatih.


Pria tadi hanya sebagai pancingan agar Andi bisa leluasa masuk ke kapal. Saat menyadari itu seketika tubuh Fatih luruh ketanah, ia berteriak teriak sambil menangis karena kembali kehilangan Aira putrinya.


"Maafkan ayah Ra,,,,, ayah memang bodoh tak bisa menjagamu, apa yang harus ayah katakan pada bundamu,,,,,,, aaaaaaa,,,,,,,,,,"


Hari itu tiba tiba langit menggelap hujan turun mengiringi tangisan Fatih .


To be continue


Jangan bilang author jahat ya,,,,,, author baik kok,,,,, tapi kenyataan jalan kehidupan tak seindah seperti dalam novel,,,, hehehehehe setelah ini babak baru kehidupan mereka setelah kehilangan Aira akan makin uwuw,,,,, semoga reader terus setia membaca MFG dan jangan lupa terus vote like dan komen reader,,,,,. 😊😊