
"Aruna pov"
"please kamu jangan salah paham dulu run" jelasnya padaku dengan nafas ngos ngosaan
"kenapa aku harus salah paham" kilahku padanya
"ya aku tau aku memang bukan yang spesial untukmu jadi kamu tak perlu salah paham padaku" jawabnya sedih
"bu bu bukan itu maksutku" jawabku tak enak
" lalu apa???" selidiknya padaku hingga membuatku bingung harus menjawab apa
"aku mau pulang sudah malam lepasin,,,,," kataku untuk mengalihkan pertanyaannya
"oke kalau gitu,,," kemudian dia melepas tanganku dan entah kenapa aku makin jengkel atas perlakuannya "gak pengen nahan aku gitu" teriakku meski hanya dalam hati ,,,dengan muka yang tak lagi bisa dikondisikan aku berpaling darinya dan akan beranjak pergi saat fatih membuka suaranya lagi
"*Dia sepupu aku,,,, anaknya pakdhe,,,,"
"ya,,, ya,,,, ya*,,,,," jawabku acuh,,, padahal gak tau kenapa rasanya lega setelah mendengar penjelasannya,,,, kemudian aku melanjutkan jalanku dengan senyum senyum sendiri persis orang gangguan
sesampainya di rumah aku langsung masuk kamar untuk istirahat,,, aku masih bebas dari ibadah wajib karena tamu bulananku hadir dari dua hari yang lalu,,,,, aku merebahkan badanku di ranjang sambil membuka smartphoneku ku lihat ada beberapa pesan masuk dari andi, seperti biasa pesannya berisi perhatian yang menanyakan "lagi apa" "makan apa belum" dan seperti biasa juga aku akan menjawab singkat "tiduran" "udah" dan secepat kilat pesannku langsung dibaca terlihat dari dua centang biru di pesanku,, dan saat ada tulisan sedang menulis text di pesannya tiba tiba ada pesan lain masuk,,,, ku intip ternyata itu pesan dari fatih
"malam run udah bobok kah??"
tanganku tanpa aba aba langsung mengetik balasan padanya
"*belum kenapa?"
"besok jalan yuk aku libur"
"kemana??"
"Hiking sambil olah raga tapi di bukit yang rendah rendah aja* " ada emoticon tersenyum di belakang pesannya
"eh dia mengajak aku kencan kah?" batinku dalam hati
ku fikir beberapa saat untuk menolak atau mengiyakan ajakannya dan akhirnya aku jawab
"*boleh"
"ok besok aku jemput jam 07.30 ya jangan salah kostum pakai sepatu sport"
"sepatuku rusak tadi gak jadi beli" jelasku padanya
"makannya jangan keburu ambekan"
"siapa juga yang ngambek"
"gak ngambek tapi pas lihat aku sama sepupu main langsung pergi aja*"
ah sial jadi diungkit lagi kejadian tadi
"ok,,, besok kita mampir ke toko sepatu dulu,,, selamat bobok have nice dream*" dan dibelakangnya dibubuhi emoticon bibir dengan jumlah banyak dan hal itu sukses membuat mukaku memanas ,,,, aku tak lagi sanggup membalas pesannya
"ih apaan sih fatih" gumamku malu
kemudian aku mulai memejamkan mata dengan senyuman yang terulas di bibirku.
saat aku terbangun dari tidur ku lihat jam di nakas samping tempat tidurku menunjukkan pukul lima pagi,,, aku teringat ajakan fatih semalam kemudian aku bergegas bangkit dari ranjang dan segera membersihkan tubuh dengan ritual mandi pagi, setelah selesai mandi aku segera mencari kostum yang sesuai untuk acaraku pagi ini akhirnya pilihanku jatuh pada celana training abu abu dengan garis putih disamping dan aku padukan dengan kaos oblong warna putih, untuj sementara aku menggunakan sepatu snikers dulu nanti baru mampir ke toko sepatu untuk membeli sepatu sport,,,, sedang rambut aku kuncir satu tinggi dan tak lupa ku siapkan sebuah topi warna abu abu untuk menghalau terik matahari di bukit nanti
setelah itu aku keluar kamar dan segera membantu mama untuk menyiapkan sarapan,,,, kami sekeluarga terbiasa sarapan roti dan susu jadi tidak terlalu ribet di pagi hari
"kamu mau kemana run kok udah rapi aja pagi pagi gini?" tanya mamaku
"*emmhh,, runa mau jalan sama fatih ?" jelasku pada mama
"beneran*???" tanya mama antusias dan aku hanya menjawabnya dengan anggukan
"yaudah kalau gitu kita sarapan dulu mama panggil papa sama kakakmu"
kemudian aku duduk di meja makan menuggu mama,papa dan kakakku. tak berapa lama mereka datang dan kami mulai sarapan bersama,,,,, seperti terburu buru mas yoga sudah menghabiskan sarapannya
"ma pa yoga berangkat" mas yoga berpamitan mama dan papa, o ya sekedar info dia adalah kakak keduaku dia bekerja di salah satu bank milik swasta sedang kakak pertamaku namanya mas Doni dia sudah menikah dan memiliki rumah sendiri dia adalah seorang kontraktor seperti ayahku dan aku sendiri sejak kejadian Qiya pekerjaanku adalah menganggur tapi baru baru ini aku memulai bisnis jualan online yang bisa aku kerjakan dari rumah dan memiliki jam kerja yang flexibel
"papa juga mau berangkat" kemudian beliau beranjak dan mereka berdua meninggalkan rumah bersama sama
setelah menyelesaikan sarapan aku dan mama membersihkan piring kotor di meja makan dan segera mencucinya, tak lama setelah selasai mencuci piring ada suara ketukan pintu depan, kemudian aku bergegas membuka pintu
"assalamualaikum" sapa fatih saat kubuka pintu
"waalaikum salam,,,, ayo masuk dulu fat" kupersilahkan dia masuk sementara aku pamit sebentar untuk mengambil topi dan tasku slempangku di kamar
"yuk berangkat" kataku pada fatih setelah mengambil topi dan tasku
"*gak pamit sama tante dulu?"
"iya dong,,,, aku panggil dulu ya!," kemudian aku ke dapur untuk memanggil mama sekaligus berpamitan pada beliau,,,, kemudian mama mengikutiku ke depan
"tan fatih culik aruna dulu ya" ijin fatih samvil terkekeh saat melihat mama
"iya kamu hati hati fat jaga aruna buat tante,, kalau bisa bujuk dia biar pulangnyaa mau kamu nikahi" kata mama sambil terkekeh juga dan itu sukses membuatku malu
"siap tan" jawab fatih sambil tersenyum jail ke arahku
"mama apaan sih ,,,yaudah kita berangkat dulu" kemudian aku dan fatih berpamitan pada mama dan keluar menuju mobil fatih, dia membukakan pintu samping kemudi kemudian aku segera memasuki mobilnya
"terima kasih " ucapku padanya yang hanya ditanggapi dengan senyum manisnya kemudian dia berjalan mengitari mobil dan mendudukan bokongnya di kursi kemudi lalu dia mulai menyalakan mobilnya
to be continue
uwuw,,,,, besok partnya mereka kencan ya gezzz,,,,,,