My Fat Girl

My Fat Girl
Client Baru



"Author Pov"


Seperti rencana Andi dan Dimitri kemarin, akhirnya Dimitri mengajak Fatih bertemu untuk membahas kesepakatan. Dimitri mulai mengajukan proposal pasokan obat fiktif pada rumah sakit Fatih, persiapan Dimitri bahkan sudah sangat sempurna.


Dimitri mempersiapkan setiap detailnya, sampai pabrikpun dia sewakan dari teman Andi yang sama bergelut di dunia gelap, pabrik itu dari luar terlihat seperti pabrik obat biasa, namun di dalamnya mereka memproduksi pil dobel L, dan sabu sabu.


Dan seperti perkiraan Dimitri, Fatih tampak tertarik dengan proposal penawarannya. Sekarang tinggal langkah keduanya, Dimitri sudah mengajak bertemu Fatih lagi tiga hari kedepan.


"Aaaaaa,,,,,,,tidak" Aira terbangun dengan keringat yang bercucuran dan nafas yang menderu.


Setelah kesadarannya telah penuh akhirnya Aira lega ternyata yang ia lihat semua hanya sebuah mimpi, lantas Aira meraih gelas yang berada di nakas samping tempat tidurnya, ternyata gelasnya sudah kosong.


Dengan terpaksa dia turun dari tempat tidurnya dan berjalan membawa gelas kosongnya menuju dapur, sesampai di dapur Aira mulai menuangkan air putih di dalam botol ke gelasnya. Lantas ia minun teguk demi teguk hingga tandas air dalam gelas tersebut .


Saat minumnya telah habis Aira berniat kembali ke kamarnya, namun ada suara langkah kaki mendekat padanya, dari kegelapan Aira melihat siapa yang datang, ternyata itu adalah ayahnya.


"Sayang kamu juga mengambil minum??" sapa Fatih saat melihat Aira masih memegang gelasnya


"Iya yah,,,, tadi kebangun haus,,, ternyata air dalam kamar habis" jawab Aira


Tiba tiba Fatih mendekat dan memeluk Aira dalam.


"Maafkan ayah untuk masa dua puluh tahunmu Ai" ucap Fatih sambil memeluk dan membelai rambut Aira


Aira mengurai pelukan ayahnya dan memandang lekat mata ayahnya.


"Ayah bicara apa??? itu bukan salah ayah" ucap Aira menenangkan


"Masa masa itu pasti sangat sulit untukmu? jika waktu bisa diputar,,,, ayah akan lebih senang jika Andi menyakiti ayah daripada menculikmu pergi selama dua puluh tahun" ucap Fatih lagi sambil terus mengelus pipi kiri Aira.


Aira yang melihat kesedihan di mata ayahnya langsung memeluk erat ayahnya.


"Yah jangan seperti ini lagi,,, aku baik baik saja, bahkan sekarang aku sangat bahagia. Aku memiliki keluarga yang lengkap dan sangat menyayangiku, apa lagi yang kurang dalam hidupku?? Dulu saat hidup bersama papi Afanas aku sangat mengharapkan moment pelukan seperti ini" ucap Aira sambil tersenyum kecil


"Sekarang kau bisa minta peluk sesuka hatimu Ai, ayah akan memelukmu kapan saja"


"Tentu,,,,, aku akan mulai manja dengan ayah ,, hihihihihi" lantas Aira dan Fatih tersenyum bahagia bersama


"Eheemmm,,,,, pamitnya ngambil minun, ditungguin bunda lama betul,,,,, ternyata lagi curahatan sama anaknya" ucap Aruna mengagetkan


"Eh bund" ucap Fatih dan Aira bersamaan


"Ini anak bunda katanya mau manja manja sama ayah" ucap Fatih pada Aruna


"Sama ayah doang??? bunda enggak???" tanya Aruna


"Ih bunda cemburuan banget sih yah" adu Aira pada Fatih


"Emang,,,,,," jawab Fatih singkat


"Biarin,,,," ucap Aruna pura pura merajuk


Lantas Aira langsung mendekati bundanya dan memeluk bundanya dengan sayang,,,,


"Ai juga mau dimanja bunda" ucap Aira


Aruna membalas pelukan Aira dan mengelus elus punggung anak gadisnya itu.


"Malam ini Ai boleh ya tidur sama ayah bunda??" tanya Aira tanpa malu meski umurnya sudah 25 tahun


"Boleh sayang"


Kemudian mereka bertiga beranjak ke kamar Aruna bersama. Sesampainya di kamar Aira berbaring di tengah tengah orang tuanya, lalu ayah dan bundanya sama sama miring ke arah


"Kamu senang Ai??" tanya Aruna


"Ai seneng dan bahagia banget bund,,,,,, sampai sepertinya Ai gak ingin hari berganti esok" ucap Aira


"Ayah dan bunda juga bahagia kita bisa berkumpul lagi, ayah dan bunda akan mengganti dua puluh tahunmu yang hilang Ai" ucap Fatih yang kemudian mencium pipi Aira berbarengan dengan Aruna


Dan malam ini akhirnya Aira tertidur nyaman dalam pelukan ayah bundanya.


"Bund ayah hari ini berangkat pagi soalnya ada pertemuan bisnis penting" pamit Fatih pada Aruna saat mereka masih berada di kamar


"O ya??? dengan siapa yah???


"Client baru,,,,, dari Rusia namanya Dimitri dia masih muda, tapi memiliki perusahaan yang cukup berkembang" sanjung Fatih


"Beruntung sekali dia yah?? apakah dia sudah memiliki keluarga?? kenapa tidak diundang kesini saja yah???" tanya Aruna penasaran


"Bunda kebiasaan kalau ngomong gak pake titik koma" tegur Fatih


"Hihihihi,,,,,Jadi gimana dia udah ada istri apa belum??? masih lanjut bertanya


"Masih lajang bund?? kenapa?? udah tua mau ganjen???


"Ih enak aja bunda kan nanya buat putri ke dua kita,,,, siapa tahu jodoh"


"Bunda,,,, anak baru berkumpul udah mau dikirim buat pergi lagi???"


"Gak jadi ih ayahnya protektif banget"


Basa basi tak penting pagi ini akhirnya membuat mereka berdua tertawa geli.


"Ya udah ayah berangkat dulu bund Assalamualaikum" Pamit Fatih saat sudah selesai sarapan


"Waalaikumsalam ," jawab Aruna sambil mencium tangan suaminya


"Ayah hari ini meetignya dimana??


"Di resto Pawon Buk e bund"


"Oh ok yah"


Kemudian Fatih berlalu pergi bersama supirnya,sedangkan Aruna melambaikan tangannya dari depan pintu rumah.


Selang setengah jam smarthphone Aira berbunyi tanda ada panggilan masuk, dia segera meraih smarthphonenya, dilihatnya tak ada nama ID pemanggil, sebuah nomor baru yang menelepon rupanya. Tanpa curiga Aira langsung mengangkat panggilan itu


"Hali Assalamualaikum" ucap Aira saat mengangkat teleponnya


"Kau tak ingin menyelamatkan ayahmu Ai??" suara dari seberang yang sangat Aira hafal


"Apa yang kau lakukan padà ayahku??"tanya Aira panik sedangkan Andi hanya berdecak mendengar pertanyaan Aira


"Kamu masih tak mengenal papimu?"


"Dasar pria tua menakutkan"


"Haha ha ha ha ha ha"


Aira yang mendengar tawa menakutkan Andi merasa makin ketakutan, lantas ia langsung mematikan teleponnya dan segera turun ke lantai bawah mencari bundanya


"Bun,,,,," teriak Aira panik


"Ada apa Ai" jawab Aruna yang masih berkutat di dapur


"Ayah dimana bun??"


"Ayah ada meeting makannya berangkat pagi"


"Dimana bund??" tanya Aira makin khawatir


"Katanya tadi di resto Pawon Buk e, sama client dari Rusia, ah siapa ya tadi namanya bunda lupa??" Arun diam dan mencoba mengingat ingat nama client Fatih "Oh iya bunda ingat namanya Dimitri"


Seketika rasa takut langsung menyeruak dalam diri Aira, dia yakin Andi sudah merencanakan sesuatu pada ayahnya. Tanpa berkata apa apa lagi Aira langsung keluar dengan panik, yang membuat Aruna juga panik.


"Ai kenapa?? kamu mau kemana Ai?? teriak Aruna yang tak lagi di dengar Aira.


To be continue


Ayo votenya mana ,,,. kasih author vote yang banyak ya,,,,,