My Fat Girl

My Fat Girl
Lamaran



"Author pov"


Hari yang ditunggu tunggu Aruna akhirnya tiba, ia sudah bangun dari jam empat pagi menyiapkan dirinya untuk acaranya hari ini ,,,, sejak pagi mamanya sudah memaksanya untuk sarapan, karena nanti dia tak akan bisa makan kalau sudah di make up,,,,meskipun belum nafsu untuk makan Aruna tetap patuh pada mamanya. selesai sarapan Aruna bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan setelah menyelesaikan acara mandinya ia lantas keluar kamar ternyata MUAnya sudah sampai akhirnya ia langsung duduk memposisikan diri untuk di make up.


Jam 08.30 akhirnya selesai juga acara make upnya,,,,, kemudian para MUA merapikan alat alat mereka lantas menunggu acara di mulai


Aruna terlihat mencari cari Fatih sudah pukul 08.50 kenapa dia belum juga terlihat di sini, pada akhirnya aruna menelepon Fatih, panggilan pertama tak diangkat panggilan kedua juga belum, hingga panggilan ketiga barulah Fatih mengangkat telepon Aruna


"Haloo,,," suara di seberang


"halo,,,, kamu gimana sih kan aku sudah bilang jam delapan kenapa sampai hampir jam sembilan belum nyampek sih??" kesal Aruna


"*iya nona,,,,, ini juga udah di depan gak sabaran banget sih pengen liat aku?"


"cepetan masuk,,,,"


"iya,, , matiin dulu ini*" kemudian telepon terputus


Tak sampai lima menit akhirnya Fatih masuk ia tertegun memandang gadis pujaannya, Aruna terlihat sangat manis dengan make up flawles, bibirnya di poles dengan lipstik warna baby pink,, baju atasan berbahan brukat warnanya mix krem dan pink dengan rok batik berwarna coklat bermotif bunga bunga,rambutnya di gelung ke atas dengan hiasan jepit mutiara dengan anak rambut yang dibiarkan menjuntai, meskipun tubuh Aruna gendut dia terlihat amat cantik dan memukau di mata Fatih


"Faaat,,, malah bengong" gerutu Aruna


"eh iya,,,,," tersadar dari ketakjupannya


"Sini cepet,,,,," sambil melambai lambaikan tangannya


"Lama lama aku culik juga kamu biar gak jadi lamaran sama Qiya" (ini fatih gak bercanda ya)


"*hihibihi bercanda aja kamu tu"


"kenapa sih??""


"Temenin aku nervous banget ini,,,,,"


"eh nak Fatih udah nyampai*" suara mama Aruna menyapa


"kamu ini ya Run udah mau nikah masih aja manja sama Fatih,,,," menggeleng gelengkan kepala ke arah Aruna


"*Biarin lah mam,,, entar kalau aku udah nikah dan dia juga udah nikah aku gak mungkin lagi mau manja manja sama dia hihihi"


"yaudah mama mau siap siap ke depan dulu nanti keburu keluarga Qiya datang lagi"


"ok ma" "ok tante*" menjawab bersamaan


setelah mama Aruna kedepan, Fatih mendekati Aruna dan meminta berfoto bersama, mereka selfi beberapa pose di ponsel Fatih. saat tepat jam 09.10 keluarga Qiya tiba di kediaman Aruna,,,, lantas Fatih berpamitan keluar untuk mengikuti prosesi di depan meskipun hatinya remuk dia mencoba tetap tegar.


Acara telah dimulai,,, Aruna juga terlihat di tuntun keluar oleh dua perempuan dari pihak saudaranya, lantas dia dudukkan di seberang tempat duduk Qiya,, mereka berdua terlihat bahagia senyum tak henti hentinya tersungging dari kedua bibir mereka, sambutan dari keluarga Qiya dan Aruna juga sudah selesai dan sampailah ke inti acara saat Qiya langsung melamar aruna


"*Assalamualaikum wr wb"


."Waalaikusalam wr wb*" semua menjawab serempak


"saya Qiya farizi dengan ini memohon ijin kepada kedua orang tua Aruna Zahara untuk meminang putri bapak dan ibuk untuk menjadi istri dan ibu dari anak anak saya kelak"


"kami selaku keluarga memberi ijin kepada nak Qiya untuk meminang putri kami,, namun jawaban sepenuhnya kami serahkan kepada putri kami silahkan nak Qiya langsung menanyakan kepada aruna" ayah Aruna menjawab


"Terima kasih bapak ibu" kemudian pandangan dan tubuhnya menghadap pada Aruna


"Aruna zahara sudikah kamu menerima pinangan saya untuk menjadi istri dan ibu dari anak anak saya kelak, dan selalu menemani saya di kala susah maupun senang?" semua terdiam mendengar Qiya dan menunggu jawaban Aruna,,,, hening sesaat


"*Ya saya bersedia"


"Alkhamdulillah*,,,,," semua orang mengucapkan syukur serempak ,dan acara di tutup dengan do'a yang kemudian berlanjut acara ramah tamah semua tampak bahagia hany Fatih seorang yang merasa sedih hingga tak terasa sudut matanya berair,,,,,,


to be continue


Sabar ya mas Fatih,,,, banyak reader reader yang cakep mau sama kamu kok😁😁