
"Author pov"
Sepeninggalan Fatih dari rumah Aruna, keluarga Aruna mengadakan pembicaraan serius, pernikahan ini jelas akan dibatalkan, namun mereka juga bingung, undangan sudah diedarkan, persipan pernikahan sudah 90%, tinggal menunggu hari H saja sebagai Finishingnya
Aruna masih saja terus menangis saat papa dan kedua kakak serta iparnya mencari pemecahan atas permasalahan ini, sesungguhnya jauh dalam hatinya, ia masih mempercayai Fatih, selama ini dia sangat mengenal bagaimana Fatih, baginya tidak mungkin Fatihnya melakukan hal itu, tapi foto foto yang ia dapatkan tadi juga membuktikan dan Fatihpun juga tidak menyangkalnya tadi.
Sementara di sisi lain Fatih merasa hancur, ia berjalan gontai ke dalam rumah, bapak dan ibunya yang sedang berbincang bincang di ruang tamu, kaget saat melihat muka anaknya yang sudah babak belur
"Le,,,, kamu kenapa le??" tanya ibu Fatih panik, lalu beliau menggandeng tangan Fatih dan mendudukkannya di sofa
"Sebentar ibu ambil obat dulu"
Segera setelah mengambil obat, ibu Fatih kembali dengan tergopoh, sedang bapaknya yang sama khawatir hanya bisa melihat istrinya mengobati anaknya. Saat ibu Fatih mulai meyentuhkan kapas yang sudah ditetesi antiseptik ke sudut bibirnya, Fatih berjingkat karrna merasakan sakit dan perih, bapaknya yang melihat itu hanya bisa geleng geleng, ia heran dengan anaknya, semenjak sekolah Fatih tidak pernah aneh aneh seperti berkelahi atau sejenisnya, tapi hari ini anaknya pulang dengan wajah babak belur, setelah Fatih selesai diobati ibunya, bapaknya mulai membuka suara
"Sekarang ceritakan pada bapak dan ibu! kamu ini kenapa sampai babak belur begini?" tanya bapak Fatih tegas
"Maafkan Fatih pak,,,, Fatih ,,,,," kemudian Fatih bercerita panjang lebar tentang semuanya kepada orang tuanya
Orang tua Fatih yang mendengar cerita anaknya hanya bisa menunjukkan ekspresi terkejutnya, ia tak menyangka semuanya bisa terjadi, namun orang tua Fatih sangat bijak mereka malah merasa kasihan pada Fia
"Kenapa kamu gak bawa Alfia kesini? Kasian dia"
"Jika semua sudah jelas,,, Fatih pasti bawa Fia kesini pak, sebenarnya Fatih kasian pada Fia, tapi bapak dan ibu kan tau Fatih sangat mencintai Aruna"
"hhmmss,,,, bapak dan ibu lebih tau bagaimana rasa cintamu pada Aruna selama ini"
Saat masih berbincang bincang, smarthphone bapak Fatih berbunyi tanda panggilan masuk, di lihatnya ternyata telepon dari pak Rudi papa Aruna, lantas bapak Fatih menunjukan pada istri dan anaknya
"Angkat saja pak ,, kita harus menghadapinya!" titah ibu Fatih lantas bapak Fatih mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskannya kasar, lalu beliau mengangkat telepon papa Aruna
"Halo Assalamualaikum selamat siang pak Rudi"
"Waalaikum salam selamat siang pak Abimanyu, bapak pasti tau maksut saya menelepon saat ini" suara dingin di seberang telepon
"Iya pak ,,,,"
"Saya membatalkan rencana pernikahan anak anak kita, untuk alasannya bapak bisa tanyakan kepada anak bapak"
"Iya pak kami mengerti ,,,,, maafkan untuk kesalahan anak kami"
"Hanya itu yang mau saya bicarakan, selamat siang"
Di rumah Aruna papa dan kakak kakaknya sudah mengambil keputusan,daripada harus menanggung malu akhirnya mereka memilih opsi lain, meskipun saat di utarakan pada Aruna jelas dia menolak, ia masih bersedih dan tentu saja juga masih sangat mencintai Fatih, meskipun sangat menyakitkan tapi perasaan yang sudah mendalam tak bisa di hapus begitu saja dari hatinya. Tapi ia juga tak bisa membantah papanya, karena keputusan papanya juga untuk menyelamatkan harga dirinya dan keluarga.
Tanpa memperdulikan keputusan apa yang diambil Aruna, papanya sudah memanggil seseorang ke rumahnya, mereka tentu harus bergerak cepat, pernikahan tinggal 15 hari lagi dan semuanya harus kacau karena masalah ini.
"Om mohon padamu gantikan Fatih menikahi Aruna!" kata papa Aruna tanpa basa basi pada seseorang di depannya
"Apa om bercanda? Aruna sangat mencintai Fatih dan pernikahan mereka tinggal 15 hari lagi, saya juga mendapatkan undangannya" jawab pria di depan papa Aruna dengan terkejut
"Hal buruk baru saja terjadi, Fatih melakukan kesalahan fatal dia,,,,,," papa Aruna menceritakan semua yang terjadi hari ini
"Tidak mungkin om,,,, meskipun saya tidak begitu mengenalnya dia tidak mungkin melakukan itu"
"Nyatanya dia melakukannya" kata papa Aruna sambil mengangkat bahunya
"Sekali lagi om mohon padamu Andi,,,,, gantikan Fatih menikahi Aruna"
"Apa Aruna akan setuju bila saya menggantikan Fatih om? saya sangat tahu Aruna tidak menyukai saya"
"Jangan memikirkannya,,,,,, kamu tahu kan pepatah jawa wiwiteng tresno jalaran soko kulino awal cinta itu karena terbiasa, suatu saat Aruna akan mencintaimu karena terbiasa"
Terlihat Andi berfikir beberapa saat, kemudian ia menjawab mantap permohonan papa Aruna
"Baiklah om,,,, saya bersedia menggantikan Fatih menikahi Aruna"
Kemudian Papa Aruna tersenyum lega mendengar jawaban Andi
"Om sudah yakin padamu sejak awal, tapi Aruna tetap memilih Fatih, sekarang terbukti kamu yang terbaik untuk Aruna"
"Terima kasih atas kepercayaannya pada saya om" ucap Andi tulus
Kemudian papa Aruna berdiri menghampiri Andi dan menepuk nepuk pundaknya "Om percaya kamu bisa membahagiakan Aruna" setelah itu papa Aruna berbalik akan kembali ke duduknya, sedangkan Andi sudah tersenyum devil di belakang papa Aruna"
Di tempat lain seseorang di dalam kegelapan tampak sedang menelepon seseorang
"Semua sesuai prediksi,,,,, jalankan sesuai rencana kita"
To be continue