My Fat Girl

My Fat Girl
Hari Pertama Sebagai Istri



"Author pov"


Setelah menuntaskan apa yang harus dituntaskan di kamar mandi, Fatih kembali ke Ranjang untuk beristirahat, ia melihat Aruna yang sedang tertidur pulas, Aruna tampak kelelahan bahkan sisa sisa make up masih terlihat di wajahnya, saking lelahnya Aruna sampai tak sanggup membersiahkan make up tadi, resepsi hari ini cukup menguras tenaganya, Fatihpun sebenarnya juga kelelahan.


Puas memandangi wajah wanita yang ia sayangi, Fatih mulai merebahkan diri kemudian memposisikan dirinya miring menghadap Aruna, lantas tangannya melingkar di pinggang Aruna yang tidur membelakanginya,,,,,, dan dalam hitungan sepuluh Fatih sudah ikut tenggelam ke dunia mimpi.


Pagi harinya saat Aruna bangun, ia merasakan ada tangan melingkari pinggangnya, karena belum terbiasa ia reflek menjerit dan menepis tangan tersebut, hingga sang empunya terganggu dan langsung terbangun kemudian duduk kebingungan


"Kenapa kenapa ada apa??" tanya Fatih bingung dengan muka bantalnya


Aruna yang baru tersadar karena suara Fatih, mukanya langsung merah menahan malu


"Bagaimana aku bisa lupa kalau kemarin aku sudah menikah" jerit batin Aruna


Seketika ia menutupkan selimut ke seluruh tubuhnya dan merutuki kebodohannya.


Tak hanya Fatih yang kaget, semua penghuni rumah pun mengetuk pintu kamar Aruna, khawatir terjadi apa apa di dalam


"Run ,,,,,,Fat,,,,,, ada apa? dok dok dok dok dok" suara ketukan menggema dari luar


Sedang yang membuat masalah terus saja bersembunyi di balik selimut.


"Run buka kamu kenapa sih??" panggil Fatih sambil menarik narik selimut Aruna


Setelah lama tak menanggapi, namun juga panik karena terus mendengar pintunya di gedor akhirnya Aruna membuat alasan


"Tadi aku lihat kecoak makannya aku teriak" bohongnya pada Fatih


Dan Fatih hanya menjawab dengan ber oh ria, lalu ia segera beranjak dari ranjang lantas membuka pintu, dan terlihatlah wajah wajah panik penuh pertanyaan. Ya maklum lah ya,,,,,, kemarin kan polisi baru menangkap Andi, dan mereka baru mengetahui kalau Andi seorang psikopat, makannya mereka masih khawatir kalau kalau Andi kabur dan kembali menganggu hidup Aruna


"Fat,,, kenapa Aruna teriak tadi?" tanya papa Aruna pertama kali saat pintu dibuka


" Gak apa apa kok om,,, cuma lihat kecoa doang"


"Oohhh,,, kirain?" jawab papa Aruna dan Yoga serentak


"Eh,,, kamu kok tetep panggil om sih?? Papa dong!" sentak papa Aruna


"Hehehehehe iya pa" jawab Fatih sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal


"Nah gitu dong,,,, ya udah kalau gitu, papa tadi cuma kaget kenapa Aruna teriak teriak"


"Iya pa gak apa apa kok dia"


Kemudian papa Aruna dan Yoga kembali ke kamar masing masing, karena ini masih terlalu pagi, dan Fatih kembali ke ranjang menghampiri Aruna


"Buka dong Run! masak dari tadi di tutup sih, mana?? kecoanya gak ada "


Tapi Aruna masih enggan membuka selimutnya, membuat Fatih gemas terus menarik narik selimut itu.


"Jangan dibuka! aku malu Fat"


"Eh coba kita ganti nama panggilan,,,,, masak udah nikah tetep panggil Run Fat" rajuk Fatih "Lagian kamu malu kenapa???


"Kamu semalam kok gak bangunin aku sih?? aku jadi gak mandi dari kemarin, pasti aku bau deh sekarang" protes Aruna masih dari balik selimut


"Ya udah sih,,,, semalam boboknya tetep aku peluk kan?? bau pun gak masalah" goda Fatih


"Ih kamu mah" merajuk


"Makannya sekarang buka selimutnya terus mandi! atau mau dimandiin??"


Lama Aruna menghabiskan waktu di kamar mandi, menikmati berendam air hangat yang mengendurkan otot ototnya ,yang lelah karena berdiri hampir lima jam di acara resepsinya kemarin.


tok tok tok tok


"Yank,,,,, ayo dong udahan mandinya, aku mau ganti mandi" beberapa saat tadi Fatih memutuskan, mengganti panggilan dengan yank


Aruna yang mendengar panggilan Fatih, tiba tiba mukanya memerah lagi, dia merasakan ada gelenyar aneh saat Fatih mengucapkan itu, yang pasti ia senang.


"Iya ini aku mau keluar"


Lantas Aruna keluar dari bath up, dan akan mengenakan bajunya, eh kenapa dia tadi lupa tak membawa baju ganti sekalian, lalu ia coba mencari handuk "eh kenapa gak ada juga". Aruna tak tau kalau semalam handuknya sudah dipakai Fatih, dia langsung bingung bagaimana cara keluar, gak mungkin kan dia ***** di depan Fatih? ya walaupun Fatih suaminya, tapi kan masih malu,,,,,,,


Setelah berfikir lama, akhirnya ia memutuskan meminta bantuan Fatih untuk mengambilkan handuknya. Aruna sedikit membuka pintu kamar mandi lalu melolongkan sedikit kepalanya ke luar


"Fat ,,,,,,, tolong ambilin handuk dong! aku lupa gak bawa"


Tapi yang dimintai pertolongan hanya diam saja


"Faaaatttt" panggil Aruna lagi


"Kamu panggil siapa sih?" jawab Fatih enteng


Aruna sudah mulai emosi mendengar jawaban Fatih, tapi benar juga Fatih itu suaminya, masak terus mau panggil gitu, dengan berat mulut Aruna mulai terbuka lagi


"M,,,,, mas,,, tolong dong ambilin handuk!"


Fatih yang mendengar itu langsung tersenyum girang dan berniat menggoda Aruna lagi


"Apa apa aku gak denger?? yang keras dong!"


Muka Aruna sudah merah menahan malu, tapi juga ia ucapkan apa yang diminta Fatih


"Mas tolong ambilin handuk" ucap Aruna sambil menunduk malu, mugkin sekarang mukanya sudah semerah udang rebus


"Ok"


Fatih langsung mengambil handuk dan menyerahkannya pada Aruna


"Mau dihandukin sekalian??" tanya Fatih menggoda


"Iiiihh,,,,,," pekik Aruna jengkel lalu menyahut handuknya dan menutup pintu kamar mandi


Sesaat kemudian Aruna keluar dengan handuk yang hanya menutupi tubuhnya dari batas dada sampai di atas lutut, air dari rambutnya juga masih menetes pelan melewati pundaknya yang mulus tanpa cacat.


"Ya Allah godaan apa lagi ini ,,,,, kalau gak pagi sudah kuhabisi dia" gumam Fatih dalam hati sambil merasakan bagian intinya yang menegang


Aruna yang merasa diperhatikan Fatih hanya bisa menunduk malu, dia juga yang ceroboh masuk kamar mandi tanpa membawa baju ganti, eh jadi rezekinya mas Fatih dong ya hehehhehehe.


"Mas cepet mandi sana! habis ini kan masih ada acara ngunduh mantu!"


"Eh,,,, iya iya "jawab Fatih gelagapan karena lagi lagi harus menahan gejolak yang minta disalurkan.


Sedikit informasi acara ngunduh mantu adalah rangkaian pernikahan adat Jawa, yang dilakukan di lingkungan rumah pengantin pria, setelah acara ijab qobul dan resepsi di lingkungan pengantin wanita selesai. Unduh mantu memiliki arti lain metik mantu atau mengenalkan pengantin wanita di lingkungan pengantin pria.


Setelah Fatih berlalu ke kamar mandi Aruna cepat cepat berganti baju, dan keluar kamar untuk membuatkan minuman hangat untuk tiga pria di rumah ini. Papa dan mas yoga dengan kopi dan Fatih dengan teh manisnya, kalau Aruna sendiri air hangat dicampur perasan jeruk nipis tanpa gula.


To be continue


Berbagi peraduan masih ditunda lagi ya gezzzz,,,, harap bersabar para reader yang punya otak korengan kayak Author😁😁 sukanya part ajip ajip