
"Author pov"
Dari acara lamaran kemarin di capai kesepakatan bahwa pernikahan Qiya dan Aruna akan dilangsungkan sekitar dua tahun lagi,,,, itu terjadi karena papa Qiya ingin anaknya belajar mengurus perusahaannya dulu,, dan setelah cukup mampu papanya akan menyerahkan perusahaan pada Qiya sedangkan aruna juga masih ingin berkarir,,,,,, setidaknya ia ingin merasakan rasanya bekerja dan mendapat uang dari jeripayahnya sendiri
Berita pernikahan aruna itu juga menjadi angin segar bagi Fatih keteguhan hati dan keikhlasannya kemarin seketika ambyar mendengar hal itu, ya,,, meskipun picik dia masih berharap waktu dua tahun bisa merubah hati manusia,,, siapa tahu aruna masih bisa di milikinya
***
Qiya hari ini sudah mulai bekerja di perusahaan papanya, sedang aruna mulau memasukkan lamaran kerja ke berbagai perusahaan berbeda dengan fatih dia masih harus menjalani masa koas sebagai syarat untuk mendapatkan ijin praktek kedokterannya kelak, masa koasnya juga sudah di mulai hari ini ia menjalani koas di salah satu rumah sakit kota B***** disana dia di tugaskan membantu dokter Agung yang merupakan dokter umum di rumah sakit tersebut,,,,pagi ini adalah pagi pertamanya bertemu dokter Agung
"Assalamualaikum selamat pagi dokter agung" sambil mengulurkan tangannya
"Waalaikum salam" tersenyum sambil menyambut uluran Fatih
"*Perkenalkan saya Fatih saya anak koas dari Universitas x"
"oh,,,,,, iya saya sudah menerima informasi tentangmu seminggu yang lalu,,, baiklah tugas pertamamu hari ini adalah mengikuti saya ke ruang pasien dan jangan lupa catat hal hal pentingnya ok" kemudian dokter agung beranjak pergi bersama perawat menuju ruang pasien dan fatih pun mengikutinya
Ruangan pertama yang mereka masuki terdapat beberapa pasien di dalamnya dokter memeriksa dan menanyakan berbagai hal pada satu persatu pasiennya sedang fatih mulai mencatat hal hal penting, selesai ruangan satu mereka berpindah lagi ke ruangan lainnya hingga mencapai lima ruangan barulah selesai tugas mereka, dokter agung kemudian kembali ke ruangannya sedang fatih pamit untuk pergi menuju ruangan khusus bagi anak koas, di sana ia bertemu dengan anak koas lain dari universitas berbeda ada empat laki laki dan dua perempuan kemudian mereka saling berkenalan
"Halo namaku Eric" mengulurkan tangan pada fatih
"Fatih,," menyambut uluran tangan fatih
"Aku juan"
"gue Iman"
."Malik"
"aku hanna" menjabat tangan fatih dengan malu malu
"*Halo fatih aku nia semoga kita semua bisa bekerja sama"
"terima kasih semuanya mohon bantuannya*,,,," sambil menundukan kepala
Selesai berkenalan mereka semua berbincang bincang sambil menunggu tugas mereka lagi,,,,, Hana terlihat begitu agresif pada Fatih namun fatih masih seperti biasa acuh tak acuh pada wanita selain pada aruna dan oh ya dulu dia juga baik pada fia, tak berapa lama berbincang bincang ada perawat yang masuk ke ruangan mereka
"*Permisi,,, Dokter nia dan Dokter fatih dipanggil dokter agung silahkan menuju ruangannya"
'Iya terima kasih sus*" jawab nia lantas nia dan fatih berdiri dan berjalan beriringan menuju ruangan Dokter agus
Di ruangan Dokter agus mereka berdua diberi tugas untuk menangani beberapa pasien dokter Agus,,, dan mereka berdua juga di berikan catatan medis para pasien itu mereka berdua membaca dan mempelajari catatan medis itu dan mulai nanti sore mereka akan mengambil alih tugas itu, setelah selesai menerima tugas dokter agus mereka di persilahkan kembali keruangan untuk istirahat sebelum tugas mereka nanti sore
Saat Berjalan menuju ke ruangan mereka Nia dan Fatih mulai mengakrabkan diri dan berbincang bincang santai
"*Kamu asli Orang mana fat?? eh boleh kan aku panggil fat?!""
"Aku sebenarnya dari S******, terus ikut nenek dan kuliah di k***** sekarang koasnya di sini hihihihi kekiling kota ya aku" "eh mumpung masih istirahat kita makan dulu di kantin yuk mungkin anak anak juga pada makan di sana"
"ayo*,,,,,," kemudian mereka membatalkan
tujuan ke ruangan dan berbalik menuju kantin
Dan benar saja di sana sudah ada eric, juan, malik dan hanna
"eh kalian udah pada di sini" sapa nia
"Ayo,,,, gabung sama kita,,," Hana menjawab dengan suara yang di buat sexy dan mengkosongkan tempat disampingnya berharap fatih akan duduk di dekatnya, namun fatih malah duduk di samping juan dan kemudian nia duduk di samping hana,,, terlihat hana cemberut karena hal itu, lalu fatih dan nia memesan makanan sambil menunggu makanannya mereka berbincang bincang
"Iman kemana kok gak ikut kita makan" tanya fatih heran
"*oh Iman?? dia lagi puasa makannya gak ikut , pribadinya sungguh sesuai namanya ?" jawab malik
"eh iya kah dia puasa ih cowok idaman bange*t bisa di jadikan imam itu hihihihi" timpal nia dan ditanggapi tawaan dari yang lainnya
obrolan mereka berhenti sesaat ketika pelayan mengantarkan pesanan Fatih dan nia kemudian mereka mulai menyendok makanannya
"Terima kasih" ucap fatih pada pelayan dan pelayan menanggapi dengan senyuman lantas kembali ke kitchen
"kalo aku mah maunya imamnya selain soleh juga ganteng kayak a a fatih" sambung hanna dengan tak tau malu
"uhuuukkk,,,,,," fatih tersedak makanannya
"*Eh kamu gak apa apa fat,,,,?" nia langsung menyodorkan air mineral di depannya dan langsung di minum fatih
"ih hati hati dong a a fatih sini hanna tepuk punggungnya*" mulai berdiri akan menuju fatih
"eh gak usah gak usah" Jawab fatih cepat
"ok deh kalo begitu,,,," hanna kembali duduk
Lalu mereka semua melanjutkan makan hingga isi piringnya tandas, setelah selesai mereka kembali ke ruangan bersama sama,,,,,, eric dan malik berjalan beriringan dengan juan sedangkan fatih diapit nia dan hanna
Hanna selalu berusaha menempel pada fatih,,, lama lama fatih juga merasa sangat risih ingin rasanya mendorong hanna menjauh dari badannya tapi dia tak pernah berbuat kasar pada perempuan
entah lantainya licin atau bagai mana tiba tiba Nia terpeleset dan terpelanting hampir saja membentur lantai tapi untungnya fatih bergerak cepat dan menangkap tubuh nia kini posisi nia di dekap fatih dan wajah mereka saling bertatapan intensss
Deg,,,,,,jantung nia rasanya berdebar cepat layaknya habis lari maraton
to be continue
Mohon like dan komentnya dong kakak kakak,, kritik yang membangun juga boleh supaya ceritanya bisa makin bagus