
"Author pov"
Seminggu sudah Andi di rawat karena luka tusukkan pak Anwar, setiap hari Aruna selalu menyempatkan mengunjunginya, hitung hitung itu adalah rasa terima kasihnya pada Andi, karena dia telah menemukan pelaku pembunuh mamanya. Biasanya dia datang bersama papanya, kadang dengan Fatih, ataupun sendiri seperti sekarang
"An gimana hari ini? udah enakan?" tanya Aruna
"Udah kok,,,,,, ini juga udah kering jahitannya,,,, kata dokter besok juga sudah boleh pulang"
"Syukurlah kalau sudah boleh pulang"
"Hari ini tumben gak sama om Rudi atau si Fatih" tanya Andi dengan raut yang tidak suka saat mengucapkan nama Fatih, ya meskipun kemarin Fatih yang membantunya saat ia tertusuk, tapi tetap saja dia adalah rivalnya
"Papa hari ini sibuk, kalau Fatih hari ini ada jadwal praktek,,,," jawab Aruna sambil mengupas buah apel untuk Andi, kemudian menyodorkannya
"Terima kasih" sambil mengambil potongan buah yang disodorkan Aruna , kemudian ia mulai mengunyahnya
"Besok siapa yang menjemputmu?" tanya Aruna
"Om Pras,,,, siapa lagi?" ada jeda sesaat "Run,,,,,,,, benarkah tak ada sedikit saja kesempatan untuk ku?" tanya Andi penuh harap
Aruna yang mengerti maksud pertanyaan Andi, langsung memfokuskan pandangan pada Andi
"Maafkan aku An,,,,, kemarin kemarin aku memang belum bisa move on dari Qiya,,,, tapi saat aq sudah move on, hatiku malah sudah dipenuhi dengan nama Fatih,,,, sekali lagi maafkan aku,,,, kamu orang yang baik kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih dari pada aku" jelas Aruna hati hati
"Kalau itu sudah keputusanmu,,,, aku akan menerimanya, meski sedih aku juga senang kalau kamu dengan Fatih, dia baik,,, pasti dia bisa melindungimu" jawab Andi dengan tatapan sendu
"Terima kasih kamu sudah mau mengerti,,,,,"
"No problem,,,"
"O ya,,,, sebenarnya Fatih sudah mau melamarku bersama orang tuanya ,, mungkin dalam bulan ini"
"O ya?? selamat kalau gitu,,,,,"
"Terima kasih"
***
Sejak saat itu hubungan Aruna dan Fatih berjalan lancar tanpa kendala, papa Aruna sudah makin welcome dengan Fatih pun bapak dan ibu Fatih, mereka bahagia karena anak kesayangannya kini sudah mendapatkan gadis yang disukainya sejak dulu.
Malam ini Fatih datang ke rumah Aruna untuk mengajak Aruna makan malam, ia meminta ijin pak Rudi untuk membawa anak gadisnya sebentar
"Siap om" jawab Fatih tegas
Setelah mengantongi ijin kemudian mereka berangkat ke salah satu restoran bernuansa Korea yang baru saja buka, restoran itu terlihat rame didominasi pasangan muda mudi, ya,,,, meskipun ada beberapa yang bersama keluarga atau sekumpulan gadis gadis muda, tapi memang restoran ini terlihat romantis dengan setting out dornya, ada banyak pohon pohon yang tak terlalu tinggi dihiasan lampu bulat kecil yang mengelilingi restoran, ada juga beberapa pohon bonsai di tengah restoran, suasana yang hangat dan romantis asal tidak pas musim hujan saja,,,,,,,
Setelah Aruna dan Fatih duduk di salah satu kursi, pelayanan menghampiri mereka, lalu mulai menanyakan pesanan mereka dan mencatatnya
"baik sudah semua ya mbak mas pesanannya?? mohon menunggu sebentar!"
"Iya mbak" jawab Aruna dan Fatih kompak, kemudian pelayan tersebut meninggalkan mereka
Karena pengunjung restoran cukup ramai, pesanan mereka baru datang setelah menunggu hampir 20 menit, akhirnya pesanan mereka datang, pelayan mulai menata makanan dan pan gril di meja mereka, ada kimbab yaitu olahan nasi yang digulung seperti sushi, dan ada juga macam macam irisan danging, yang biasa dipanggang layaknya dalam drakor seperti galbi yaitu irisan tipis daging iga , gwangyangsik bulgogi yaitu potongan daging yang di bumbui dengan jus buah pir dan apel yang sudah dimasak terlebih dahulu, dan juga chadolbaegi irisan daging seperti steak, dan pelengkapnya ada jamur enorki dan sayuran sayuran lainnya, dan minumannya,,,, jangan membayangkan soju, karena di sini tidak akan ada, semua di sini adalah makanan halal, jadi sebagai minumannya mereka hanya menyedian jus jus, dan minuman kekinian, mereka memesan milk green tea untuk minumannya
Setelah semua tersaji di meja, Fatih dan aruna mulai memanggang daging dan sayur di depannya, dan mereka memulai memakan sambil berbincang santai layaknya pasangan pada umumnya, malam yang romantis dan membahagiakan bagi pasangan tersebut.
Dilihat jam dipergelangan tangan kiri Fatih sudah menunjukkan pukul 20.20, ia mengingat betul pesan om Rudi "tapi ingat pulangnya jangan terlalu malam, jam 9 harus sudah di rumah,,,, kalau lewat satu menit saja,,,,, lamaran kamu akan om batalkan", kemudian Fatih bergiidik ngeri mengingat pesan itu, bisa gawat kalau lamarannya di batalkan.
"Ayo Run,,,, buruan kita pulang! keburu jam 9 bahaya kalau papamu membatalkan lamaran kita"
"hahahahahaha,,, kamu takut sama ancaman papa?" ledek Aruna
"Ya iya lah,,,,, dapat restu aja masih baru baru"
"ya udah,,,,, ayo kalau gitu kita pulang"
Kemudian Fatih memanggil pelayan dan membayar pesanannya, setelah itu mereka bangkit dan keluar dari restoran, berjalan menuju parkiran mobil mereka berdua sibuk bercanda sampai menabrak seseorang
bruuukkk,,,,,,
"eh sorry sorry mbak,,, mbak gak apa apa kan?" ucap Fatih pada wanita yang di tabraknya
"gak apa apa kok mas " sambil mengangkat pandangannya ke Fatih, dan kemudian ia terkaget
"Fatih ,,,,,," kemudian wanita itu memandang wanita di samping Fatih "Aruna,,,,"
"Alfia sara,,,," ucap Fatih dan Aruna berbarengan
to be continue
Hayo masih ingat gak para reader sama neng Alfia sara????