My Fat Girl

My Fat Girl
Terpuruk



"Author pov"


Sejak tragedi memilukan itu aruna berubah jadi sangat pendiam dia selalu mengurung diri di kamar,,,, dulu saat ia terpuruk fatih yang akan menjadi sandarannya,,, tapi saat dirinya merasa sangat terpuruk seperti ini fatih juga menghilang hari hari aruna hanya dihabiskan dengan menangis dia tak lagi memperdulikan tubuh nya yang lelah dan butuh asupan makanan,,,,, badannya makin mengurus,,,,, bahkan sempat beberapa kali dia mencoba bunuh diri


Orang tuanya kian khawatir,,, hingga akhirnya aruna terpaksa harus dibawa ke psikolog namun itu juga tak lantas membuat aruna sembuh,,,,, bahkan orang tuanya sampai mengganti psikolog beberapa kali namun belum juga ada hasil,,,,,,


Suatu ketika saat orang tua aruna mennghadiri reuni SMAnya, salah satu teman papanya bertanya tentang anak anak beliau dan pada akhirnya papa aruna menceritakan tentang keadaan aruna kini, lantas teman papanya merecomendasikan keponakannya untuk menjadi psikolog aruna dan memberikan nomer telepon keponakannya itu, sesampainya di rumah papa aruna langsung menelpon keponakan temannya tersebut dan membuat janji pemeriksaan untuk aruna


***


Dan di sinilah mereka sekarang berada,,,, mengantri giliran pemeriksaan untuk aruna


"nona aruna zahara silahkan masuk" panggil seorang perawat


kemudian papa aruna mengajak aruna berdiri dan memasuki ruangan pemeriksaan


"selamat pagi dok" sapa papa aruna sambil mengulurkan tangannya


"selamat pagi pak" jawab sang dokter ramah


"saya Rudi yang menelpon dokter kemarin atas recomendasi prasetyo" jelas papa aruna


"oh iya om perkenalkan saya andi kusuma"


"iya dok"


"jangan terlalu formal om panggil saja saya andi"


"oh,,,baiklah nak andi seperti yang saya ceritakan di telepon kemarin beginilah kondisi anak saya sekarang,, dia tak lagi mau bicara , saya juga sudah mencoba mengusahakan pengobatannya kemana mana saya sudah putus asa" keluh papa aruna


"om jangan khawatir beberapa orang memang membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan depresinya tapi tak menutup kemungkinan untuk sembuh,, biar saya coba periksa mbak ,,,,,, " ucapanya terpotong


"Aruna nak andi" sela papa aruna dijawab anggukan oleh dokter andi


kemudian seorang perawat membawa aruna keruang pemeriksaan lantas dokter andi juga masuk kesana, pemeriksaan awal dilakukan sekitar setengah jam setelah selesai melakukan pemeriksaan awal pada aruna kemudian dokter andi keluar menemui papa aruna lagi


"*ok om anda tak boleh pesimis mbak aruna ,,,"


"panggil saja aruna nak andi*""" sela papa aruna


"alkhamdulillah*" ucap papa aruna lega


"*untuk sementara saya akan memberi terapi setiap hari nanti kalau sudah membaik seminggu sekali dan seterusnya akan semakin berkurang sesuai perkembangan aruna om" sambil menulis resep


"iya baiklah nak andi om percayakan aruna pada kamu"


"ini obat yang harus dikonsumsi aruna" andi menyerahkan resep sambil tersenyum menanggapi kata kata papa aruna


"terimakasih nak andi kami pamit dulu*" kemudian pak Rudi dan aruna meninggalkan ruangan dokter andi


Sejak saat itu aruna mulai rutin melakukan pengobatannya dengan dokter andi,, jika diawal pemeriksaan hanya memakan waktu setengah jam di pertemuan berikutnya selalu memakan waktu lebih dari satu jam dan alkhamdulilla keadaan aruna semakin membaik karena pengobatan rutin itu juga dokter andi dan arun menjadi sangat dekat hingga dia juga sempat menyatakan perasaan sukanya pada aruna tapi aruna masih belum mau membuka hati lagi meski di tahun ke enam kepergian Qiya aruna benar benar sembuh dari depresinya namun dia tak serta merta bisa menghilangkan bayangan Qiya dari hati dan juga otaknya itu juga masih berpwngaruh pada nafsu makannya yang tak lagi kembali normal seperti dulu hingga dia harus sering tumbang karena asam lambungnya naik,,,,, seperti yang terjadi kemarin saat ia bertemuu kembali dengan Fatih dia harus tumbang dan melakukan perawatan karena asam lambung yang kembali meninggi.


flashback end


🍒kembali ke masa sekarang


"fatih sangat menyesal te karena menghilang,,,, fatih tak bisa menenangkan aruna saat aruna sedang terpuruk,, maafkan fatih tan" sesal fatih


"Gak apa apa kok nak fatih,,,, kamu juga punya kesibukan sendiri,,, tante sekarang sudah bersyukur karena aruna sudah kembali normal ya meskipun sekarang dia harus dirawat kerana asam lambungnya,,, tante harafp dengan ketemu kamu lagi aruna bisa kembali seperti dulu dan memperhatikan tubuhnya"


"amiiin semoga saja te" ucap fatih tulus


"ya sudah tante mau balik ke kamar aruna,,, takut dia sudah kebangun,,,,o ya kamu tambah ganteng lo fat udah punya calon pasti" sambil beranjak dari duduknya


"ah tante bisa aja,,, fatih masih lajang tant,,, mau ngembangin karir dulu" ucap fatih jujur


"*beneran??? coba kamu mau sama aruna pasti deh tante langsung restuin buat cepet cepet nikah"


"ah tante bisa aja,,, paling aruna yang gak mau sama saya*" merendah diri padahal di dalam hatinya berjingkrak jingkrak mendengar ucapan mama aruna


"kenapa aruna harus gak mau kamu temennya dari dulu" ucap mama aruna


dan fatih hanya menanggapi dengan senyum senyum sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal,,,,,,,


to be continue


cie cie langsung di lamar camer mas fatihnya,,,,, sedikit melambung dulu ya gezZ,,,,, trims buat yang selalu baca like dan komen