My Fat Girl

My Fat Girl
Belum bisa membuka hati



"Author pov"


Nia terpeleset dan terpelanting hampir saja tubuhnya membentur lantai tapi untungnya fatih bergerak cepat dan menangkap tubuh nia kini posisi nia di dekap fatih dan wajah mereka saling bertatapan intensss


Deg,,,,,,jantung nia rasanya berdebar cepat layaknya habis lari maraton namun fatih cepat tersadar dan segera memutus kontak mata mereka lalu berdiri tegap


"cie cie so sweeeettt,,,,,,,," eric,juan,malik berseru bersama


"Iiihhhh,,,,, kok gitu sih,,,," rengek hanna


"Thanks ya fat,,,," nia berbicara canggung


"it's ok" ucap fatih tulus


Kemudian mereka semua kembali berjalan menuju ruangan mereka


***


Tak terasa waktu sudah berganti sore kini nia dan fatih sedang berada di ruang pasien mengambil tanggung jawab yang diberikan dokter agung, mereka memeriksa pasien satu persatu,,,dan sampailah di pasien ibu ibu yang umurnya kisaran 50an lebih


"pripun pak dokter mbenjing sampun pareng wangsol to? kulo pun mboten kraos wonten mriki" (Gimana pak dokter besok saya sudah boleh pulang kan? saya sudah tidak betah di sini" keluh ibu itu dengan bahasa khas dan wajah memelas


"Rien gih bu mbenjing dipun tingali lek sedanten sampun normal sampun angsal mantuk gih, lek pun mantuk ampun kesupen kedah nyirik rien kados santen,sarem,minyak minyak dikurangi rien! "(tunggu ya bu besok dilihat dulu keadaannya kalau keadaanya sudah normal semua ibu boleh pulang, dan jangan lupa hindari pantangannya dulu seperti santan, garam dan minyak minyak sebaiknya dikurangi dulu!" jawab fatih sopan dengan senyuman, diketahui ibu ini mengidap hipertensi


"*wo enggih pak dokter" (ow iya pak dokter)


"sampun gih bu kulo ajeng mrikso pasien lintu mugi enggal sehat" (sudah ya bu saya mau periksa pasien lainnya,, semoga ibu cepat sehat*) pamit fatih


"enggih pak dokter matur suwun" (iya pak dokter terima kasih)


kemudian fatih dan nia meninggalkan pasien ibu ibu itu dan beralih ke pasien yang lainnya satu demi satu pasien diperiksa fatih dan nia bergantian hingga semua pasien telah selesai di periksa fatih dan nia terlebih dulu melaporkan hasil pemeriksaan kepada dokter agung kemudian mereka kembali ke ruangan mereka,,,,karena shift mereka telah habis kemudian mereka beranjak pulang dan digantikan oleh anak koas yang lain untuk shift sore hingga besok pagi ,perollingan shift dilakukan seminggu sekali jadi minggu depan fatih,nia beserta kelompoknya akan berganti ke shift sore,,masa masa koas adalah masa terberat bagi para dokter muda kadang para senior memperlakukan mereka seenaknya tak jarang mereka disuruh untuk lembur di shift malam beruntung fatih dan nia ditugaskan untuk membantu dokter agung. karena dokter agung merupakan dokter yang baik dan humble walaupun juga cukup tegas tapi beliau tidak bersikap semena mena pada juniornya


***


Hubungan aruna dan Qiya semakin dekat, fatihpun juga memiliki kisahnya sendiri semenjak kejadian terplesetnya nia teman teman koasnya selalu menjodoh jodohkan mereka berdua, teman teman mereka tahu kalau mereka sama sama jomblo tapi hanna jelas tak terima dengan perjodohan itu dan dia juga masih berusaha menempel pada fatih berharap fatih mau meliriknya,namun fatih masih saja tetap fatih yang dulu ia masih sangat mencintai aruna dan belum bisa membuka hatinya untuk gadis manapun sempat sih dia berfikir untuk lebih dekat dengan nia karena nia gadis yang baik,ceria,himble dan sangat mudah dan nyambung saat diajak bicara santai ataupun diskusi pekerjaan tapi difikir lagi dia tidak bisa membangun hubungan tanpa dasar cinta hal itu akan sangat merugikan untuk nia


Satu setengah tahun masa koas hampir selesai setelah melakukan ujian exit examnya fatih masih harus menjalani pengabdian kedokterannya di tempat tempat yang masih kekurangan tenaga kesehatan dan biasanya memang harus berada di klinik klinik atau puskesmas daerah terpencil. Ia pun sudah mendapatkan dua tawaran satu di provinsi kalimantan timur satu di provinsi sumatera dan ia belum memutuskan harus melakukan pengabdiannya di mana


Saat ini fatih baru menyelesaikan acara mandinya,,, sepulang koas tadi dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya agar rasa capek di badannya segera menghilang,,, saat di kamar mandi tadi ia mendengar teleponnya berulang kali berbunyi saat keluar ia langsung menghampiri dan melihat siap penelpon yang tidak sabaran itu,,, ya takutnya kalau ada hal penting dilihatnya sudah ada 6 panggilan dari si imut disana, fatih menyunggingkan bibirnya dipikirnya biarkan aruna menunggu dia akan berganti baju dulu,,,,,belum sempat memakai celana pintu kamarnya sudah digedor gedor entah siapa yang menggedornya rasa rasanya si penggedor mau mendobrak pintu kamarnya saja


"Iya sebentar masih ganti baju" jawab fatih dari dalam agar si penggedor berhenti


"Nyebelin banget sih kamu fat dari tadi di telpon gak diangkat" mendengar suaranya saja fatih sudah tau siapa penggedor itu, selesai memakai celana ia lantas membuka pintu kamarnya


"*Gak sabaran banget,,, aku baru mandi ini,,,ngapain coba pagi pagi kesini kamu gak kerja??"


"Astaga kamu kok jadi pelupa sih fat ini tu wekend ya,,,! mentang mentang dokter liburnya gak tentu kamu jadi lupa kalau hari ini weekend*" sebal aruna


"oh iya deng aku lupa" sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal


"aku mau kasih tau kamu kabar hot" sambil senyum senyum gak jelas


"apa emangnya" fatih keluar kamar lalu menuju sofa ruang keluarga dan diikuti oleh aruna kemudian mereka duduk bersampingan


"*nikahanku dipercepat fat,,, jadi 2 bulan lagi acaranya,,,, kamu harus bantuin aku Qiya masih repot ngurusin perusahaan papanya"


jeeeelleeeeebbbbb,,,,,,,,,,, fatih membeku hati galau lagi geezzzz


to be continue*